Selasa 10 Mei 2022 : rank 3 di watt
Jumat 20 Mei 2022 : rank 3 di newwriter
My second story in Wattpad
Aku sih gak berharap kalian follow sebelum baca aku cuma berharap kalau kalian suka sama cerita ini
Dari author abal-abal yang masih banyak belaja...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Tetapi terlihat para anggota geng Farhat dan Dimas mengepung Ghana, sepertinya mereka ingin membalas dendam kejadian dimana Farhat dipermalukan di kelas Ghana waktu itu.
Theo yang juga akan menjenguk Dira di UKS setelah membeli minum itu juga tak sengaja melihat kejadian itu, dia sangat geram dengan kelakuan geng abal-abal itu.
Para anggota geng itu tanpa basa-basi menyerang Ghana, Ghana pun membalasnya, wajah itu kembali Ghana tunjukkan, wajah monster yang tak pernah ditunjukan oleh Ghana sedari kecil.
Theo yang menyaksikannya pun tak percaya dengan yang dilihatnya sekarang, Ghana nya yang lemah lembut dan murah senyum itu berubah menjadi monster sekarang.
Sebenarnya tadi Theo akan turun tangan seperti biasa kala Dira tak bisa melindungi Ghana, tetapi niatnya urung kala menyaksikan sendiri bagaimana Ghana menyerang mereka balik.
Hanya dalam waktu singkat mereka semua lumpuh di kaki Ghana, Ghana pun menyeringai menyeramkan melihat para anggota geng Farhat Falk.
"Setidaknya lo semua gak banyak ngomong kayak bos lo," ujar Ghana lalu meninggalkan mereka semua menuju UKS.
"Aa Ghaga," panggil Theo.
"Loh lo mau kemana Yo?" tanya Ghana.
"Jenguk Dira, bareng ya A," jawab Theo.
Ghana mengangguk menyetujui nya.
Diperjalanan menuju UKS, Theo tak berhenti melihat Ghana bahkan beberapa kali tersandung karena tak fokus, Ghana pun menghentikan langkahnya karena risih dan juga kasihan karena Theo hampir jatuh berkali-kali.
"Lo mau ngomong? Kita berenti dulu mending daripada lo jatoh beneran," ujar Ghana menatap Theo.
Lalu mereka berhenti dan duduk di bangku depan kelas, tempat bagi mereka yang malas ke kantin.
"Lo beneran Aa Ghaga gue kan?" tanya Theo to the point.
"Maksud lo apaan sih Yo?" tanya Ghana balik.
"Lo kayak bukan Ghana yang gue kenal," jawab Theo.
"Ck, kemaren Dira sekarang lo, kalo gue bukan Ghana terus gue siapa hah?" cebik Ghana.
"Sejak kapan lo tertarik sama beladiri?" tanya Theo.
"Kenapa lo mau tau?" tanya Ghana balik.
"Serius juga," jawab Theo.
"Iya gue juga serius," balas Ghana.
"Apa kejadian sebulan yang lalu yang bikin lo kayak gini?" tanya Theo, dia memancing Ghana agar menceritakan semuanya sekarang.
"Gak usah ngadi-ngadi emang lo tau apa yang terjadi sebulan yang lalu apa?" tanya Ghana, dia menyadari siasat Theo sekarang.
"Ceritain sekarang aja kenapa," sungut Theo.
"Kan gue bilang ntar, ini aja masalah kita belom kelar kan?" balas Ghana, dia harus ekstra sabar dengan Theo yang keras kepala ini.
Lalu mereka lanjut jalan ke UKS untuk menjenguk Dira, setelah sampai cewek itu terlihat seperti habis menangis karena matanya membengkak.
"Ck lo baru di tinggal bentar aja udah gini sih Dir," decak Ghana menghapus sisa air mata di pipi Dira.
Dira yang pada dasarnya manja pada Ghana memeluk Ghana erat dan kembali menangis, kali ini Ghana pun balas memeluk Dira dan Theo yang seperti anak kecil itu malah ikut memeluk mereka berdua.
Kenapa mereka seperti teletubbies sih?
Setelah Dira tenang, mereka bertiga kembali ke kelas mereka dan mendapati si cewek badut itu menunggu mereka datang.
Dinda memutar malas bola mata nya kala melihat Dira yang di papah oleh Ghana dan Theo karena kepala nya masih pusing tapi mereka memilih pulang ke rumah agar Dira cepat istirahat.
"Ghana kita nongkrong bareng yuk," ajak Dinda menarik tangan Ghana membuat Dira terhuyung karena tumpuan Ghana terlepas.
Untungnya Theo menahan Dira cukup kuat hingga Dira tak jatuh, melihat Dira hampir jatuh membuat Ghana emosi akan perlakuan Dinda sekarang.
"LO BUDEG APA GIMANA? KAN TADI GUE UDAH BILANG JANGAN MUNCUL DI DEPAN GUE DAN DIRA!" seru Ghana.
"Lo itu gak pantes bertemen sama mereka Ghan, pantesnya sama kita," kata Dinda.
"Lo yang gak pantes jadi temen gue, pergi sebelum gue lupain kalo lo perempuan dan gue hajar," ujar Ghana menyeramkan.
Dira yang sudah pusing tak mencoba memisahkan atau menenangkan Ghana sekarang, sekali-kali Dinda harus di perlakukan seperti ini, entahlah Dira pun lelah menjaga janji mereka berdua karena hanya dia yang menepati.
Dinda keluar dari kelas mereka bertiga dan kembali ke kelasnya sendiri,
"Gue bales lo Dira Pars," gumam Dinda.
Ghana kembali memapah Dira ke tempat duduk mereka agar Dira mengambil nafas sejenak.
Theo akan mengantar Dira pulang menggunakan mobilnya dan Ghana mengikuti mereka berdua dari belakang menggunakan motornya.
Sesampainya di rumah Dira, Ghana langsung menggendong Dira menuju kamarnya yang berada di lantai atas, Theo membawakan tas Dira dan mereka berdua turun dari kamar Dira.
"Yo gue bisa minta tolong?" tanya Ghana saat mereka berada di ruang keluarga Dira.
"Apa?" tanya Theo sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.
"Lo tolong jagain Dira sebentar, gue ada urusan sekarang," pinta Ghana.
"Urusan apa?" tanya Theo curiga.
"Ntar gue jelasin oke," jawab Ghana.
"Dan jangan coba-coba ngikutin gue, lo mau Dira celaka karena gak ada yang jaga?" sambung Ghana mengetahui rencana Theo.
"Iya tapi jelasin," ucap Theo.
Ghana mengangguk "Yaudah gue tinggal."
Bersambung....
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Hai lagi nih
Gimana part ini?
Semoga kalian suka yaa
Sampai ketemu di chapter selanjutnya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.