pertanyaan amir

1.6K 71 8
                                        


jadi ini konsepnya amir dateng ke rumah mereka satu-satu. dan setiap pertanyaan, akan ada jawaban langsung dari keempat suami.

.
.

pertanyaan sama untuk para suami dari wartawan dadakan hari ini, alias amir syarifudin suteja, anak pertama dari pak teja. okey, nggak penting.

pertanyaan pertama adalah, 'kenapa bisa tertarik sama istri lo?'

mari kita liat jawaban dari tama terlebih dahulu.

"galak-galak kayak macan gitu dulunya primadona kampus. mana dapetinnya susah."

"hmm kenapa ya. mungkin karena runa duluan yang deketin gue."

"gara-gara jebakan runa sama wisnu tuh, gue jadi naik pelaminan sama lastri."

"nggak tau. dulu iseng aja ngelamar ujuy, ternyata di terima."

pertanyaan kedua. 'kenapa nggak milih cewek lain?'

"gue kalau udah cinta sama orang jadi bucin tolol. tiap hari muka lilis mulu yang nongol di kepala gua."

"jangan kan mikirin cewek lain, mikirin runa aja gue udah pusing tujuh keliling. nyatanya malah dia yang suka mikirin cowok lain."

"gue kalo masih pingin napas mending nggak macem-macem deh. lastri bercandanya suka bawa golok soalnya."

"cewek-cewek baru eye contact sama gua udah pada kabur. ujuy doang nih yang nggak ada takut-takutnya sama gue."

okey, pertanyaan ketiga. 'apa yang bikin lo yakin buat milih dia jadi pasangan hidup?'

"galaknya lilis tuh bagai candu buat gue. kayak apa ya, bahasa alaynya, gue nggak bisa hidup tanpa mancing emosinya lilis."

"gue cinta banget sama dia. runa itu bener-bener definisi istri idaman menurut gue."

"dari awal udah komitmen dan ternyata allah juga merestui. paling penting sih ya tadi, gue masih sayang nyawa. nggak lucu njir kalo tiba-tiba ada berita laki-laki ganteng tewas di bacok calon istri karena nggak jadi kawin."

"ujuy ternyata lebih dewasa dari dugaan gue. dia itu penuh kejutan, yang tiap hari selalu gue tunggu."

sip. ini pertanyaan terakhir untuk sesi tanya jawab bersama para suami hari ini.

"LO NGGAK ADA NIATAN CARIIN GUE CALON ISTRI GITU?!" untuk pertanyaan terakhir ini amir sengaja teriak sekenceng mungkin.

"temen-temennya lilis pada satu spesies sama dia. yakin lo mau?"

"di rumah sakit banyak sih yang masih single. tapi gue nggak yakin mereka mau sama lo."

"mampir aja ke kantor gue, pilih sendiri mana yang lo mau. kalo cocok, bungkus."

"ada tuh tetangga gue. hana, janda anak satu."

--

setelah terakhir dari rumah bian, amir masih aja mikir. kok bisa ya kisah cinta temen-temennya penuh warna gitu. nggak kayak kisah cintanya yang cuma satu warna doang. gelap, alias selalu tersakiti mulu.

"entar deh gue tanya para cewek. pasti jawaban mereka lebih memuaskan." monolog amir sambil loncat sana loncat sini, persis kutu kucing.



"ardan jangan rewel."

gedebuk.

"tuh kan, mama bilang jangan lari-lari. masih basah jadi kepleset kan." ana balik lagi buat nolongin arhan yang udah nangis.

"mbak irna, tolong dong lanjutin ngepel nya."

ana langsung bawa arhan ke ruang tengah mau di setelin spongebob biar diem. sedangkan ardan masih rusuh gangguin kembarannya yang satu lagi, arman.

Rumah tangga | k-idolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang