box kiriman

491 43 4
                                        


"ayok, ya ya ya.."

ana menghela napas panjang, "jamal. lo tuh lagi sakit bisa-bisanya minta jatah malam jumat hah?"

"gue cuma habis nyusruk ya lastri, bukan lumpuh." bela zafran.

ana ketawa pelan, tangan nakalnya menjelajah paha zafran. sampai membuat pria itu merapatkan mata merasakan gejolak di dalam tubuhnya.

"adoh! sakit lastri!" zafran teriak sambil melototin istrinya.

"baru juga gue raba gitu lo udah teriak. gimana nanti kalau gue ada di atas hah?" balas ana ngegas, "makanya nggak usah rewel, mending istirahat aja cepet!"





tidur wisnu sedikit terganggu saat ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan. dengan hati-hati ia menarik ponsel nya, sebisa mungkin bersuara pelan agar nggak mengganggu tidur sang istri.

setelah selesai dengan panggilan barusan, wisnu sedikit mundur karena runa tidur dengan berbantal lengan wisnu.

"eungh." runa menggeliat, membuat wisnu tiba-tiba kaku.

"mau kemana?" tanya runa saat wisnu udah berdiri di samping ranjang.

"maaf na, aku pamit ke rumah sakit ya. ada panggilan mendadak."

runa cemberut. perempuan itu hampir aja nangis karena ucapan wisnu.

"aku ikut."

wisnu mendelik dengar penuturan runa.

"nggak, kamu di rumah aja na. aku ini mau ng-oprasi orang. bukan mau seneng-seneng." balas wisnu sambil bersiap buat ke rumah sakit.

"ikut nuuuu." suara runa udah bergetar.

wisnu bingung, di satu sisi dia harus buru-buru ke rumah sakit. tapi di sisi lain dia nggak ingin runa ikut kesana.

tapi wisnu yakin, kemauan runa nggak mungkin bisa di tolak.

"tapi kamu tunggu di ruanganku. istirahat di sana oke?"

runa ngangguk antusias. ibu hamil itu melompat dari tempat tidur buat ambil jaket.

"runa jangan loncat-loncat astaga."





"huuhhh."

bian membuang napas lelah sambil merentangkan tubuhnya. lengan pria itu kembali mendekap yuli sambil menyelimuti tubuh polos keduanya.

"kamu pakai baju terus tidur lagi. aku mau mandi dulu." setelah itu bian mencium puncak kepala sang istri.

"nggak usah mandi dulu, besok pagi aja sekalian. kayak besok kita nggak bakal nambah aja hehehe." jawab yuli sambil nyengir.

bian balas tersenyum terus balik tiduran lagi di samping yuli. maklum aja, es batu nggak mungkin kan bakal cengengesan kayak tama, dan lebih nggak mungkin lagi bersikap ngeselin di saat-saat kayak gini macam zafran.

-







seperti biasa, setiap pagi pasti selalu di warnai dengan adu bacot dan teriakan melengking sang istri. di mana lagi kalau nggak rumah tama.

lilis yang lagi sibuk di dapur di buat geram sama teriakan tama yang ia takutkan bisa mengganggu tidurnya rafa.

"mih cepe-

"APA LAGI? MAU GUE SIRAM PAKAI MINYAK PANAS?"

lilis langsung teriak saat tama melengok kan kepalanya di balik dinding sekat.

tama mencebik, "serius mih. sempak pipih yang warna navy belum ketemu. cepetan bantu cari."

"sempak lo satu lemari penuh kalau lupa. pakai yang ada aja kenapa sih." balas lilis sewot. wanita itu masih sibuk sama ayam di penggorengan.

tama menggeleng keras. bapak satu anak itu bersendekap dada sambil menatap lilis tajam.

"nggak bisa. hari ini setelan pipih warna nya navy, jadi sempak nya juga harus navy."

lilis mengepal tangannya, bibir wanita itu menipis bersamaan dengan matanya yang tertutup. emosinya udah nyentuh ubun-ubun.

"BODO YA ANYING! CARI SENDIRI. KALAU NGGAK KETEMU NGGAK USAH PAKAI SEMPAK SEKALIAN!"

setelahnya suara teriakan lilis di sahuti dengan tangisan rafa yang amat sangat merdu.







"samlekom. runa.. wisnu.. samlekom."

amir berkali-kali mencet bel di depan pagar rumah wisnu. karena nggak ada sahutan laki-laki itu teriak, berharap sang pemilik rumah cepet keluar.

"WOI WISNU! RUNA! ADA TAMU NIH. CEPETAN KEL-

"BERISIK MIR!"

amir nyengir saat runa keluar dengan mata masih terpejam sebelah. keliatan banget muka bantal, yang sialnya masih kelihatan cantik di mata amir.

sadar mir, istri temen sendiri!

"masih pagi sopan banget lo ganggu tidur gue!" kata runa setelah membuka pagar.

"buset na. udah jam 7 ini, kebo banget lo."

runa melengos. makanya itu jam 7 bagi runa masih sangat pagi, karena ia sama wisnu baru pulang jam 3 dini hari tadi.

"bacot. ada urusan apa lo kesini."

amir yang baru aja duduk di ruang tamu langsung ngeliatin runa kecut.

"ada tamu bukannya di bikinin minum dulu, udah di todong pertanyaan aja."

runa mah bodo amat, bumil itu cuma bersendekap dada sambil menatap amir.

"wisnu ada kan? tolong panggilin dong."

"urusan apa dulu?" tanya runa ngeyel.

"urusan cewek na. wisnu katanya mau ngenalin gue sama temennya." jawab amir jujur. nggak mungkin boong juga, soalnya runa pasti bakal tau.

untuk beberapa detik runa diem. mencerna setiap kata yang keluar dari mulut amir.

"eh kenapa?" amir di buat bingung karena tiba-tiba di seret keluar sama runa.

"SIALAN LO AMIR! BISA-BISANYA NGOMONGIN CEWEK SAMA WISNU SAMPAI GANGGU TIDUR GUE PAGI INI! PERGI LO, PERGI!"

setelah mengunci pagar runa langsung meninggalkan amir yang masih melongo di depan rumahnya.

"ciahhh ketawain rel, om amir di usir te runa."

si sebrang jalan, tepatnya di depan rumah tama, ada hana sama farel yang kelihatan dari pakaian nya abis lari pagi.

amir jalan dengan muka masam. laki-laki itu langsung gendong farel sambil jalan ninggalin hana di belakang.

"woi, lo nyulik anak gue ya?!" hana lari kecil buat ngejar amir yang cuma beberapa langkah di depannya.

"lebay lo." cibir amir tanpa melirik hana.

"terus mau kemana? rumah gue kan arah sana." balas hana kesel.

"makan bubur han. gue yakin kalian berdua pasti belum makan." jawab amir sambil ngeliatin hana yang berjalan di sampingnya.

merasa puas dengan jawaban amir, hana menganggukkan kepalanya sambil mengulum bibir.







ana menyerngit heran menatap box yang baru aja di kirim kurir. perasaan di rumahnya nggak ada yang ulang tahun, kok udah ada yang kasih kado.

mana box nya udah buluk lagi. kayak udah dari jaman lampau, bukan lebay ya tapi emang gitu kenyataannya.

dan saat ibu tiga anak itu membongkar isi di dalam box, hatinya mencelos menatap banyaknya foto zafran dan juga seorang wanita, yang tentu ana nggak kenal.

.
.



udah mulai konflik nih yorobun...

Rumah tangga | k-idolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang