belum selesai

177 18 2
                                        


setelah 2 bulan berlalu, kehidupan para pasutri di griya tawang seperti nya banyak yang berubah, atau mungkin sengaja di rubah? entah lah.

"ini apa lagi, jamal?!" tanya ana yang kelihatan sangat frustasi.

dia pikir teror atas nama sera amelia itu udah selesai, ternyata sudah dua minggu ini teror itu datang lagi.

kali ini sebuah buku catatan atas nama sera amelia yang datang di depan pintu utama rumah zafran dan ana.

ana sempat membaca isi buku itu, namun hanya sekilas karena kalau boleh jujur, hati nya sakit. inti dari buku catatan itu adalah kisah cinta zafran dan sera di masa lalu.

zafran yang mendapati buku itu langsung terkejut. soal nya buku itu berisi keseharian mereka berdua dan hanya dia dan sera yang tau tentang buku itu, terus gimana bisa sampai ke rumahnya dan di tangan istri nya?

"aku kan udah jelasin ke kamu itu cuma mantan aku."

"kalau cuma sebatas mantan kenapa dia masih terus neror keluarga kita?!"

"kamu bilang dia juga udah mati kan?! gimana cara nya orang yang udah mati bisa neror kita yang masih hidup?!"

zafran diem gak berkutik. dia takut banget kalau ana udah teriak-teriak begini. takut kalau nyawa nya ikut melayang juga maksutnya, gak lah kocak!

"ayo ke rumah si sera itu. aku yakin kamu kenal keluarga nya."

zafran melotot sambil gelengin kepala, "gak mau lastri, aku udah lama gak kontakan sama keluarga nya. setau aku mereka juga udah pindah ke bogor setahun setelah sera nggak ada."

ana semakin di buat frustasi sama jawaban zafran. terus ini dia harus cari info dimana? ya kali, p info yang tau kuburan sera amelia shareloc sekarang.

kan nggak mungkin ya???












sore menjelang magrib ini lilis sama rafa lagi ada di rumah runa, niat nya si lilis sih mau bantuin runa siapa tau nara lagi rewel, sekalian nunggu suami nya pulang si.

"tumben anak gue diem ye, na?" kata lilis yang membuat runa ikutan memandang ke arah rafa yang anteng di sofa kamar nya.

runa senyum tipis sambil terus ngeliatin rafa, "ngantuk kali, lis. kayak aneh banget ngeliat anak lo anteng begitu."

lilis ngangguk setuju sama ucapan runa.

"wisnu pulang jam berapa, na? lo berani cuma berdua sama nara?"

"nggak tau lis chat gue dari tadi siang nggak di bales. tumben banget wisnu kayak gini."

wajah runa tiba-tiba sendu, "udah sebulan ini wisnu kayak berubah, lis."

lilis menyatukan alis nya tanda nggak paham, "berubah apa sih, na? badan nya?"

runa menggeleng, "bukan. sikap wisnu ke gue sekarang berubah, lis. dia sekarang jadi sering bentak gue padahal dulu nggak pernah sama sekali."

"tadi malem juga gue udah capek banget kan soalnya seharian kemarin nara rewel banget. posisi gue lagi makan terus nara nangis karena pup, gue minta tolong wisnu buat ganti pampers dia malah marah ke gue, bahkan nengok anak nya aja nggak mau."

"lagi capek juga kali si wisnu?" jawab lilis pelan.

"se capek-capek nya wisnu dia nggak pernah kayak gitu, lis."

lilis mengulum bibir, iya sih setau dia wisnu bukan tipe laki-laki yang kasar gitu.

"MIMIH!!"

baru aja lilis mau ngomong tapi teriakan rafa bikin dia mengurungkan niat nya.

Rumah tangga | k-idolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang