pagi ini lilis dan tama berencana membawa salah satu temen lilis yang bisa di bilang ahli dalam hal spiritual.
setelah mendengar cerita amir, lilis yakin jika keluarga itu sedang di teror oleh hal-hal yang tidak kasat mata.
"runa.. lo ada di dalam?" sambil lilis mengetuk pintu rumah runa.
nggak lama berselang, runa membuka pintu dengan wajah sembab yang sangat terlihat jelas.
"masuk." ucap nya mempersilahkan.
mereka pun duduk di ruang tamu, dengan si tamu tadi menelisik setiap sudut rumah ini.
"perkenalkan nama saya, sari." sambil perempuan itu menjabat tangan runa.
runa mengangguk sambil melepas jabatan tangan mereka.
"saya sudah paham setelah tadi di jelasin sama lilis dan suaminya." ucap sari.
"boleh saya melihat kamar kamu?" pertanyaan sari segera di angguk i oleh runa.
nara sekarang juga sedang di asuh oleh mbak murti dan di bawa ke rumah hana untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
setelah puas melihat kamar runa dan beberapa bagian rumah lainnya, mereka berempat kembali duduk di ruang tamu.
"sosok di kamar kamu itu memang benar ada. hitam, besar, tinggi, dan bermata besar." ucapan sari ini persis sekali seperti yang di bilang oleh rafa.
"bukan cuma itu. di setiap sudut rumah kamu ternyata juga ada, dan itu bukan penghuni asli rumah kamu."
"maksutnya gimana ya, mbak?" tanya runa tidak mengerti.
"sudah jelas mereka ada yang ngirim kesini untuk membuat suasana rumah jadi nggak nyaman."
runa merinding. di zaman seperti ini kenapa masih ada saja orang yang berniat buruk dengan menggunakan hal-hal seperti ini.
"saya bisa bantu kamu kalau mau." kata sari menawarkan.
runa segera mengangguk.
"tapi saya juga butuh pak kyai untuk membersihkan suami kamu. mohon maaf ya kalau kamu kurang suka dengan ucapan saya ini, tapi ini sudah termasuk hal musyrik. suami kamu kena pelet dan rumah kamu dibuat tidak nyaman supaya kalian berdua bertengkar dan berpisah."
runa rasanya pengen nangis. bagaimana tidak, jika setiap hari ia dan suaminya selalu bertengkar.
"iya saya nurut apa kata mbak sari aja. saya pengen ini semua cepet selesai."
yuli dan jihan saling melempar tatapan, seolah tidak ada yang mau memulai pembicaraan diantara mereka.
mereka berdua sedang ada di rumah sakit niatnya ingin menggantikan ana supaya ibu tiga anak itu bisa istirahat di rumah. tapi melihat keadaan ana yang jauh dari kata baik-baik aja itu mereka berdua jadi saling diem, nggak berani ngomong.
"emm.. las. tadi arman nyariin elo mulu, dia seharian ini belum makan katanya nggak mau, mau nungguin elo aja." ucap yuli pada akhirnya.
seakan tuli ana tidak merespon ucapan yuli barusan. perempuan itu tetap duduk bersandar sambil menatap ke langit-langit atap dengan pandangan kosong.
"las?" panggil yuli sekali lagi.
"kenapa harus anak gue sih?" jawab lastri masih dengan tatapan kosongnya, "kalau emang punya dendam sama gue atau jamal kenapa harus anak gue yang di incar?"
setelah mendengar kabar bahwa arhan di tabrak oleh sebuah mobil zafran segera melihat cctv yang terpasang di depan pagar rumahnya.
awalnya triple a itu ingin jajan di kedai abah bersama salah satu art dirumah ana. arman dan ardan dengan sabar menunggu di depan pintu rumah, sedangkan arhan lebih dulu keluar sampai depan pagar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumah tangga | k-idol
Acaksesuai cover. namanya berumah tangga pasti berliku, naik turun dan penuh warna.. aseekkk.
