5. DIA MILIK KU!!!
"Ihhh jangaaaannn..." Cahaya pun merebut bungkus rokok yang ada di tangan Azka.
Dengan tatapan malas Azka melirik Cahaya, "kenapa?"
"Ngak bagus buat paru paru kamu, mulai sekarang stop ngerokok"
"Nganggur mulut nya"
"Kalo itu aku ada solusi nya, bentar.." Cahaya pun mengeluarkan sebuah permen lolipop rasa cola.
"Buka mulut nya" Azka hanya menurut.
"Nah, itu lebih baik dari ngerokok"
"Rwasa swoda"
"Tapi enak, aku suka" Jawab nya sembari membuka bungkus permen yang sama, lalu memakan nya.
Jumat sore, adalah hari yang paling di tunggu tunggu Cahaya untuk beristirahat dan bersenang senang, karena ia pulang lebih awal.
Di satu cafe langganan Azka, disitu mereka berada saat ini. Banyak sorot mata tertuju pada mereka berdua, mungkin karena Azka jarang bahkan tidak pernah membawa wanita ke sana.
Seorang pelayan datang membawa pesenan mereka, "cewek baru Az?"
Azka hanya melirik lalu mengangkat bahu nya simpel. Aura dingin dan arogan kini menyelimuti nya.
Cahaya pov:*Beda banget sama asli nya, sama orang lain aja kaya singa, sama aku? Anak kucing betina
Cahaya pun terdiam saat melihat tanggapan Azka.
"Jangan khawatir, nanti juga pada tau" Ujar Azka yang mengerti ekspresi Cahaya.
"Ngak usah di publik juga ngak apa apa" Timpal nya terdengar kesal.
Azka terkekeh kecil, "ngambek nih cerita nya?"
"Ngak"
Azka tersenyum kecil, lalu bangkit "pulang yuk"
"Belum juga tak minum"
Azka pun meminum minuman milik Cahaya, "ihhh ini punya kuuuu, kak Acaaaa"
Azka pun menatap Cahaya, "Aca?"
"Habis nyebeliiinnn"
"Hahaha, habisin minum nya, aku bayar dulu"
Gadis itu hanya menggeleng, lalu meminum pesanan nya.
"Eh...? Kan udah....?" Cahaya pun menggigit bibir nya, semburat merah sekelibat muncul di kedua pipi nya.
"Kak Azkaaa" Gerutu nya malu.
Saat Azka kembali, ia pun heran dengan ekspresi Cahaya yang terlihat aneh sembari menutup mulut nya.
"Kamu kenapa?"
Cahaya hanya menggeleng, "mau muntah?"
"Ngak"
"Mual?"
"Enggaaakk"
"Terus?"
"Ngak apa apa"
Cowok itu melirik ke gelas milik Cahaya, ia tersenyum ketika melihat, isi nya sisa sedikit.
Azka mendekatkan wajah nya ke telinga Cahaya, "simulasi dulu, beneran nya kapan kapan"
Cahaya membelalakan mata nya, "mesum bangettt ihhhhhhh" Ujar nya sambil menggeplak kepala kekasih nya.
"Hahaha, yuk pulang"
Di lampu merah, Azka menghentikan motor nya di sebelah mobil berwarna hitam.
"Ayy"
KAMU SEDANG MEMBACA
ANXIETY (dark side)
Teen Fiction"Emang, orang yang down mental nggak boleh bahagia ya?" Kesedihan, hingga kecemasan akan suatu hal bukanlah sesuatu yang mesti terus menerus di pendam. Selalu mengatakan dirinya baik baik saja membuat seseorang larut dalam sisi yang gelap. Hingga...
