Chapter 14

10 2 0
                                        

PADA CHAPTER INI TERDAPAT KUPLIKAN CERITA ATAU TEKS YANG BERSIFAT 18+
MOHON LEBIH BIJAK DALAM MEMBACA!!!

14. IM SAY SORRY

"GINAAAA IM COME BACK...." Teriak Cahaya saat bertemu dengan Gina pagi ini.

"Buset jangan teriak teriak napa, gendang telinga gue pecah ntar" Balas Gina yang tengah duduk di atas kasur.

"Yeee, kalo kangen tuh bilang aja kali"

"Dih, gue kangen lo? Najis.. mending sini deh tuh oleh oleh"

"Ihh, nih spesial buat bestie tercinta gue" Ujar Cahaya langsung bergabung dengan Gina.

"Thank you" Gina pun langsung membuka bingkisan dari Cahaya.

"Oh ya, nih buat Befano sekalian"

"Oke ntar gue kasihin, btw lo nggak di omelin pergi kesini?"

"Nggak, gue izin mau ketemu temen temen"

Gina pun mengangkat alis nya singkat.

"Gin, lo mau anterin gue nggak?" Tanya Cahaya sembari menatap Gina serius.

"Kemana?"

"Kerumah Khilla, Dhena, Anka sama Diana"

"Buset dah, dikira tukang ojek gue" Coloteh Gina heran.

"Ayo lah, gue juga mau bayar denda sama Fika"

"Denda apa?"

"Gue kan nggak piket dua minggu ini"

"Mampus rasain lo, eh waktu itu lo ada denger kabar nggak PKS Bina Bangsa?"

"Denger, Alfif kan pasukan nya"

"Kok Rafa nggak ada?"

"Lah dia kan belum resmi, dia cuma jadi capaska doang" Cahaya pun merebahkan tubuh nya di kasur milik Gina.

"Sebenar nya gue juga pingin ngasih dia oleh oleh, cuma gue ragu nggak bakal di terima" Ujar Cahaya membuat Gina refleks menatap nya.

"Gengsian lo jadi cewek"

"Dih..."

"Tinggal kasihin aja waktu berangkat sekolah, pasti di terima tenang aja" Balas Gina meyakinkan.

Cahaya pun diam sesaat, "ohh ya, hubungan lo... sama kak Azka... eeemm gimana?"

Ekspresi Cahaya langsung berubah tatkala Gina membahas nya.

"Lo nggak beneran putus kan?"

"Gue..... eee-enggak tau"

Siang hari, dua gadis tengah duduk di sebuah ayunan yang berada di taman kota, kini mereka tengah menikmati jajanan yang mereka beli tadi di depan sekolah.

"Befan tau rumah nya Rafa nggak?" Tanya Cahaya menusuk sebuah tahu goreng dari dalam plastik dan memasukan nya ke mulut.

"Gila lo ngapain tanya alamat nya Rafa?"

"Ya pingin tau aja"

"Gobl*k jadi orang jangan malu maluin diri, dia tuh cowok, mending ketemuan aja. Udah punya kontak nya kan?"

"Punya, tapi dia cuek banget"

"Makanya ajak ketemu biar nggak cuek"

"Gue malu Gin, masa iya tiba tiba ngajak ketemuan"

"Terserah lo sih" Gina pun meminum sebuah minuman teh original milik nya.

"Gue kangen sama dia" Ucap Cahaya yang langsung di lirik oleh Gina.

ANXIETY (dark side)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang