Chapter 15

23 3 1
                                        

15. BIRTH DAY WITH YOU OR LAST DAY WITH YOU?

Langkah kaki lemah membawa tubuh mungil seorang gadis memasuki gedung yang bertuliskan 'SMA Bina Bangsa'. Terbalut jaket casual berwarna putih dan tas berwarna abu abu menjadi sebuah ciri khas gadis itu.

Sesampai nya di kelas ia masuk dan duduk di salah satu tempat yang lumayan strategis untuk diri nya, yaitu baris paling depan tepat di hadapan papan tulis, mengingat gadis itu memiliki minus mata yang lumayan tinggi.

Ia pun mengeluarkan ponsel nya dan beberapa bingkisan oleh oleh untuk sahabat nya, karena waktu itu Gina tidak bisa untuk mengantarkan nya.

Tak lama Khilla datang.

"AYAAAAAA.... HUAAAA" Teriak Khilla yang langsung menghampiri nya.

"Hei gimana kabar nya sebulan?" Tanya Cahaya.

"Baik, elo nih apa kabar sebulan hilang kabar"

"Hahaha, gueeeee... lebih dari kata baik"

"Cieee yang first meet sama orang tua, ceritain dong gimana?"

"Yaa gimana ya, happy... im so happy" Girang Cahaya.

"Syukur kalo gitu"

"Ouh ya, nih gue ada oleh oleh buat lo jaga baik baik maap cuma bisa ngasih ini" Ucap Cahaya sembari memberikan bingkisan oleh oleh untuk Khilla.

"MAKASIHHHH"

"Sama sama"

Tak lama Dhena dan Anka pun datang, "AYAAAAA"

"Hai guys" Cahaya pun menghampiri Anka dan Dhena.

"Gua kangen kalian" Ujar Cahaya.

"Ouh ya gue ada sesuatu buat kalian... nih" Cahaya pun memberikan bingkisan kepada mereka berdua.

"MAKASIH AYAAA"

Cahaya tersenyum, "sama sama"

"Eh, dia nggak di kasih nih" Celetuk Dhena.

Cahaya tersenyum dan mengangkat sebuah bingkisan berwarna hitam, "cieee gas kawal sampe jadian" Balas Anka.

"Gua udah punya pacar"

"Katanya putus waktu itu" Timpal Khilla.

"Udah balikan?" Balas Dhena.

"Belum ada kata balik tapi gua udah baikan sama dia"

"Terus sekarang?" Timpal Anka.

Cahaya menggeleng, "nggak tau, dia udah berangkat kampus dan bakal jengukin gue seminggu sekali"

"Lo percaya dia disana jaga diri jaga hati?" Sahut Khilla.

"Kurang sih, lebih takut dia di deketin kalo gue"

"Ya kalo dia sayang sama lo dia nggak bakal mau sama yang lain, toh dia udah dewasa kan pasti nya pemikiran dia udah fokus sama yang serius" Ucap Anka menenangkan.

"Masalah nya kalo di memutuskan tinggal disana, itu arti nya dia bakal tiap hari ketemu sama mantan nya" Ujar Cahaya tampak bimbang.

"Udah, semua balik ke hati cowok lo aja gimana, misal dia nyakitin ya udah tinggal aja" Sahut Dhena.

Namun hal itu sama sekali tidak membuat Cahaya geming, ia tetap ragu bahwa suatu saat nanti Azka akan kembali merespon Nezha.

Waktu silih berganti, kini jarum jam tempat berada pada pukul tujuh, disana pengumuman upacara pun mulai bergema.

Cahaya yang tengah menyiapkan topi pun dibuat kaget oleh kedatangan seseorang.

"Aya.. Aya... liat Ya" Ujar Dhena membuat Cahaya panik.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 02, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ANXIETY (dark side)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang