4. IM LIKE YOU, CAHAYA?!
Minggu ke dua di bulan april adalah minggu minggu melelahkan untuk para siswa Bina Bangsa, karena kurang lebih satu bulan lagi mereka akan melaksanakan penilaian akhir tahun, atau ulangan kenaikan.
Cahaya berjalan girang keluar dari kelas nya, sambil menggendong ransel milik nya.
"AYAAA WOY, LO PIKET NYA NGAK BERSIH COY" Teriak Dhena yang membawa sapu dan serok keluar kelas.
"GUE UDAH NYAPU DHEN, GUE MAU BALIK DULU, BYE...BYE"
Sesampainya di gerbang ia langsung menghampiri seseorang.
"Lama ya?"
"Ngak kok, naik"
Gadis dengan rambut sebahu itu mengangguk dan naik ke atas motor.
"Udah?"
"Udah"
"Pegangan" Motor melaju dengan kecepatan standart meninggalkan Bina Bangsa.
"Gimana sekolah nya?"
"Hmm, lumayan"
"Lumayan apa?"
"Lumayan bikin capek"
"Mau mampir dulu?"
"Kenapa?"
"Mau mampir ngak?"
Cahaya masih samar untuk mendengar bertanya nya, "gimana?"
"Cih, mau mampir dulu ngak?"
Gadis itu mengerutkan kening nya, hingga akhir nya mereka berdua berhenti di pinggir jalan.
"Mau mampir dulu ngak, Cahaya"
"Ouhh, hehe maaf maaf, habis suara kak Azka kecil ngak kedengaran" Azka hanya memutar bola mata nya malas.
Setelah dua minggu berkenalan, kini mereka terlihat akrab satu sama lain, dan ini kali pertama Cahaya pulang dengan nya, karena Ady tengah berada di luar kota.
"Langsung pulang aja, gue takut di marahin"
"Streat parent banget ya"
"Dari lahir sih" Balas Cahaya.
Azka kembali melajukan motor nya, menuju ke rumah Cahaya.
Sesampainya di rumah Cahaya, gadis itu menyuruh nya untuk mampir lebih dulu
"Ayo, di rumah ada nenek kok" Cahaya menarik lengan Azka untuk ikut masuk. Hal itu membuat senyum Azka melengkung sempurna.
"AYA PULANG..." Tidak ada balasan dari Qiriel mau pun Riana.
"Tunggu sini bentar"
Azka pun duduk di ruang tamu yang bernuansa hitam putih, ruang yang minimalis berhiaskan pajangan dinding membuat kesan klasik pada rumah ini.
"Unik" Gumam Azka.
Ini adalah pertama kali nya Azka berkunjung kemari, setelah ia berusaha mengumpulkan banyak keberanian.
Cahaya datang membawakan minuman dan snack di atas nampan nya.
Hoodie putih oversize dan short pants warna hitam membuat Azka memalingkan pandangan nya sekilas. *jaga mata ya mas wkwk
"Nenek lagi keluar, tante belum pulang"
"Hmm, no problem" Cahaya pun duduk di depan Azka.
Hening, baik Cahaya mau pun Azka tidak berani untuk memulai obrolan lebih dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANXIETY (dark side)
Teen Fiction"Emang, orang yang down mental nggak boleh bahagia ya?" Kesedihan, hingga kecemasan akan suatu hal bukanlah sesuatu yang mesti terus menerus di pendam. Selalu mengatakan dirinya baik baik saja membuat seseorang larut dalam sisi yang gelap. Hingga...
