#55. Jinxu cang Agung..

88 16 10
                                        

Datanglah, dan tolong aku. Xue luan...
📖
_________________________________________

Saat itu Ling fei tengah menyusun bahan pengobatan di sebuah laci kayu milik ketua tabib, kemudian salah satu asisten tabib lainnya datang menemui Ling fei, dengan langkah kaki yang terburu-buru.

"Ling fei? cepat kemari!" teriak temannya.

"Ada apa?" jawab Ling fei sembari mendekat.

"Temanmu di tangkap oleh panglima dari pangeran Jinxu cang!!" lapor temannya.

"Apa?! maksud mu, Li heeng? dia di tangkap?!" ujar Ling fei terkejut lalu hendak pergi menyusul, tetapi temannya itu menghadang langkahnya.

"Jangan nekat! kau kan tau, siapa Jinxu cang, yang ada kau bisa terlibat!" ucap temannya.

"Aku tidak mungkin membiarkan Li heeng melawannya sendiri!" ujar Ling fei.

"Mereka belum melakukan apapun pada Li heeng. Kau tenang dulu, kita tunggu dan lihat kabar selanjutnya, mungkin itu hanyalah pertemuan kecil," ujar temannya.

"Tapi, jika Jinxu cang melukainya, bagaimana?" tutur Ling fei cemas.

"Itu tidak mungkin, aku yakin Li heeng menyimpan plakat dari Kaisar Lu,"

"Plakat? maksud mu?"

"Bukankah dia pelayan pribadi Kaisar Lu? jika benar, seharusnya dia memiliki sebuah plakat untuk melindunginya, selagi Kaisar Lu tidak ada di istana!"

"Kau benar."

"Nah, sekarang kau tenang saja, dan kita tunggu kabar selanjutnya."

Para prajurit itu membawa Li heeng ke sebuah aula khusus, dan sampainya di sana, mereka langsung menekan tubuh Li heeng hingga terduduk di lantai. Perlahan Li heeng menengadahkan kepala dan melihat seorang pemuda berpakaian mewah dengan tatapan yang sejujurnya tidak terlalu menyeramkan.

"Hormatku pada yang mulia Jinxu cang, hamba membawa gadis langka ini kemari," ucap Changyi.

Jinxu cang tersenyum smirk, ia tak menyangka akan berjumpa dengan Li heeng secara mendadak seperti ini. Apalagi, selama ini Li heeng berada di istana dan berkeliaran dengan mudah. Jinxu cang meraih dagu kecil Li heeng dan menatap kedua matanya.

"Sedang apa kau di sini?" tanya Jinxu cang.

"Anda mengenalku?" Li heeng balik bertanya.

"Ck! bisa dibilang begitu, tetapi.. aku penasaran, untuk apa murid dari perguruan Fungyao ada di sini, tentu ada tujuan tersembunyi bukan?" ujar Jinxu cang sembari bangkit, kemudian duduk di tahta kecilnya.

"Aku ke sini untuk bekerja," alasan Li heeng.

"Bekerja? jangan membodohiku, aku tidak tau apa yang Kaisar Lu sukai darimu, dia sangat tergila-gila, bahkan berani melawanku yang merupakan kakaknya sendiri." ujar Jinxu cang.

"Aku tidak punya urusan untuk itu!" lawan Li heeng.

"Jaga ucapanmu!!!" bentak Changyi mengejutkan Li heeng.

"Tak apa Changyi, kau boleh pergi, ada yang ingin kubicarakan empat mata dengannya," pinta Jinxu cang.

"Baik, yang mulia." jawab Changyi lalu keluar dari situ.

Jinxu cang bangkit dari duduk dan mendekat ke lilin aromateraphy di ruangan itu. Lirikan matanya sangat tajam, dan Li heeng sibuk memikirkan rencana untuk menyelamatkan diri.

"Katakan padaku, di mana Shangguan Zhao?" tanya Jinxu cang.

"S-shangguan Zhao? maksud anda?" ujar Li heeng heran.

Lotus PerakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang