Sehabis dari makan malam yang telah dilewati liana, liana sekarang sedang berada di hamparan pantai yang dingin dan tentunya bersama nino.
"Katanya ngambek sama aku." Ucap liana menyindiri nino yang udah duduk manis disamping liana
"Kak liana selalu tau kelemahan aku, aku jadi ga bisa buat diemin kak liana lama-lama. Aku juga mana mungkin biarin kak liana kesini sendirian." Ucap nino membuat liana tersenyum manis
"Berarti kamu udah ga ngambek sama aku?" Tanya liana menatap nino
"Aku mana pernah ngambek sama kamu kak." Ucap nino terkekeh mencubit gemas pipi liana
"Jadi aku di kerjain sama kamu no?" Ucap liana membuat nino mengangguk terkekeh
"Aku tuh ga pernah bisa marah atau ngambek apalagi diemin kakak. Maaf ya aku tadi cuman kesel aja dia pegang-pegang kakak." Ucap nino mengelus kepala liana
"Huu kamu sweet banget sih, aku berasa kaya pacar kamu tau ga." Ucap liana terkekeh dengan perkataannya
"Akupun pengennya gitu kak, tapi ga mungkin kan kakak melirik aku selama ada abang." Ucap nino dalam hati
"No... kok malah melamun?" Ucap liana menepuk pipi liana
"Eh, maaf kak. Aku lagi mikirin sesuatu." Ucap nino menatap liana
"Kamu mikirin apa?" Tanya liana
"Bukan masalah berat kok, kepikiran kata kak liana tadi. Aku takut sekampus dengan anak dia." Ucap nino berbohong, sebenernya ia tak masalah jika akan sekampus dengan anak itu, toh belum tentu satu falkutas juga kan pikir nino
"Astaga, hehe aku hanya bercanda tau tadi. Ululu ninoku segitunya sama mereka." Ucap liana terkekeh
"Aku seneng liat kak liana tertawa seperti ini, aku mau kak liana bahagia terus." Ucap nino ikut tersenyum menatap liana
"Ish kak ledek aja terus." Ucap nino
"Iya..iya maaf ga lagi." Ucap liana memeluk nino dari samping
"Cuteee banget sih kamu kak." Ucap nino membalas pelukan liana
"No, besok kita mau kemana lagi?" Tanya liana
"Kak liana kerumah merekanya kapan?" Tanya nino balik
"Pas sore aja no, aku udah bilang dia kalau aku kesananya sore. Mereka juga baru balik sore juga,aku mau nemenin kamu dulu." Ucap liana membuat nino tersenyum senang
"Gimana aku ga makin salah paham kak, walau aku tau kenyataannya." Ucap nino dalam hati
"Kak liana maunya kemana?" Tanya nino
"Kok jadi nanya aku, aku ikut kamu aja." Ucap liana tersenyum
"Uhm gimana kalau kita ke taman hiburan?" Tanya nino membuat liana memekik senang
"Aku mau no, kamu serius kan?" Ucap liana meyakinkan
"Serius dong kak, masa aku lupa kesukaan kamu kak." Ucap nino tersenyum
"Yeay, deal.. aku setuju banget, besok kita puasin main disana ya." Ucap liana dibalas anggukan oleh nino
"Kak kita balik yu, udah malem. Udaranya juga udah dingin, ga baik buat badan kakak. Besok juga kita kan mau beraktivitas yang akan menguras tenaga." Ucap nino
"Ayo, aku juga udah puas duduk disini. Makasih ya kamu mau temani aku." Ucap liana menggandeng tangan nino
"Sama-sama kak, aku senang malah bisa nemenin kamu." Ucap nino menggenggam erat tangan liana
KAMU SEDANG MEMBACA
RuMiT
RandomKisah tentang seorang gadis yang ingin membalaskan perbuatan mantan kakak angkat yang sangat ia sayangi dahulu dengan tulus. Sengaja sinopsisnya sedikit biar penasaran.... . . . Hai ini adalah ceritaku, dukungan dari kalian sangat membantu ku. Caran...
