Hai...Hello....👋👋👋
Author hadir lagi nih bawa part baru....
Diawal kisah yang akan dimulai, kalau author tanya :
Kalian pendukung liana atau jena?
Kalian bakal milih siapa?? Dan alasannya kenapa??
Langsung aja dibaca ceritanya ya,
Semoga dapat menghibur,,,
Bye..bye..
.
.
.
.
"Author pov"
Sesuai perkataan jidan bahwa liana menghampiri mereka bertiga, dengan senyum manis yang tercipta diwajah mungil liana.
Membuat ketiga pemuda itu sesekali mencuri pandang, sampai liana sudah berada tepat disamping mereka.
"Selamat malam aden, maaf ganggu waktunya. Ada yang bisa saya bantu?" Ucap liana ramah
"Mba liana panggil kami dengan nama saja, tidak usah pake embel-embel aden." Ucap jidan yang merasa tidak enak
"Saya tidak enak dan tidak sopan kalau seperti itu den." Ucap liana tersenyum
"Kami yang minta mba, jadi panggil kami nama saja. Kami memaksa dan tidak menerima penolakan." Ucap yoyo tegas
"Ba..ik.. ade.. eh baik yo..yo.." Ucap lisa gugup membuat yoyo menahan kekehannya
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya liana lagi
"Tak usah mba. Kami hanya menyusun arang saja, semua sudah selesai. Tinggal menunggu papa dan mama, lalu acara dimulai." Jawab yoyo mewakili pertanyaan liana
"Ah, seperti itu. Saya minta maaf, saya tidak membantu apa-apa." Ucap liana merasa tak enak
"Tak apa mba." Ucap jidan menanggapi
"Kalau begitu biar saya bantu menyusun arangnya mas yoyo." Ucap liana mengambil arang yang ada ditangan yoyo
"Tidak usah mba, nanti tangannya kotor." Ucap yoyo yang sedikit terkejut
"Gapapa kok mas yo, saya sudah biasa seperti ini saat bersama nino." Ucap liana terkekeh membuat pandangan ketiga pemuda disana terpaku
"Ehhmmm, mba liana.." Ucap rendi sedikit kaku
"Eoh, kenapa mas rendi?" Tanya liana yang asik menyusul arang diatas alat pemanggangan
"Maafin atas sikap saya, tapi saya masih belum begitu bisa menerima keberadaan anda." Ucap jujur rendi menunduk
"Tidak apa-apa ren..di, saya berterimakasih kamu udah mau jujur, saya akan memaklumi. Hal yang wajar saat kita kehadiran orang baru, biar sesuai alur yang ada. Semoga kita bisa dekat, dengan seiring berjalannya waktu ya ren..." Ucap liana tersenyum tulus
"Hmmm, terimakasih." Ucap rendi dibalas anggukan oleh liana
"Duh anak-anak nya mama udah mulai akrab ya dengan mba liana, mama seneng deh liatnya." Ucap jena yang ikut nimbrun
"Mama buat terkejut saja deh." Ucap jidan yang emang kaget dengan keberadaan jena
"Hehe maaf sayang.." Ucap jena terkekeh
"Kak sini aku bantu untuk memanggangnya." Ucap liana mengambil nampah daging yang sudah di baluri bumbu
"Tak apa liana? Aku merasa tidak enak, masa tamu ikut membantu." Ucap jena mendapat senyum dari liana
"Tentu engga apa dong kak, aku senang malam ikut membantu." Ucap liana mendapat kekehan gemas jena
"Adikmu tidak apa disana sendirian?" Tanya jena menunjuk nino yang duduk sambil memainkan handphone
KAMU SEDANG MEMBACA
RuMiT
RandomKisah tentang seorang gadis yang ingin membalaskan perbuatan mantan kakak angkat yang sangat ia sayangi dahulu dengan tulus. Sengaja sinopsisnya sedikit biar penasaran.... . . . Hai ini adalah ceritaku, dukungan dari kalian sangat membantu ku. Caran...
