Hai..Hello...👋👋👋
Author balik lagi nih,
Udah bedebu banget kayanya nih cerita,
Maaf kalau lama updatenya, jangan menghilang ya....
Langsung aja dibaca, mari...
.
.
.
.
"Author pov"
Keluarga shua serta liana sedang menikmati makan malam buatan liana. Keberadaan liana didalam makan malam ini, karena jena yang memaksa liana untuk ikut makan malam bersama-sama.
"Mwasakwan mwba liana enwak." Ucap rendi spontan setelah menyuapkan satu sendok makan kedalam mulutnya
"Nak, ga baik berbicara saat makanan ada didalam mulut. Nanti kamu bisa tersedak nak." Tegur jena mendapat cengiran dari rendi
"Maaf mah..." Ucap rendi menunduk malu, gengsi dia udah muji masakan didepan orangnya
"Iya sayang gapapa, jangan diulangi lagi ya nak." Ucap jena mendapat anggukan dari rendi
30 menit berlalu
“Masakan kamu enak banget li, jarang-jarang loh gadis muda kaya kamu jago masak.” Puji jena setelah semuanya selesai makan sambil menikmati buah sebagai makanan penutup mereka
“Kak jena bisa aja, aku juga masih banyak belajar masakan yang lain.” Ucap liana tersenyum kikuk
“Masakan kamu juga sangat cocok di lidah anak-anak aku, pasti mereka betah deh makan dirumah. Aku jadi tenang dan ga khawatir, pasti mereka ga akan jajan sembarangan.” Ucap jena tersenyum mendapat delikan dari ketiga anaknya
“Syukur kak kalau anak-anak suka, aku senang dengarnya. Aku pastikan anak-anak kakak tidak akan kekurangan gizi.” Ucap liana mendapat anggukan setuju dari jena
“Lebih baik kita istirahat, kamukan besok akan terbang ke L.A. Aku ga mau kamu kecapean, anak-anak juga tidur. Biar besok ga ngantuk saat mengantar mama.” Ucap shua membuka suara
“Baik pah, kalau gitu kami keatas dulu.” Ucap yoyo mewakili dan dibalas anggukan oleh shua
“Kak mau ngapain?” Tanya liana menghentikan aksi jena yang hendak membereskan meja makan
“Aku mau beresin ini, biar besok bibi tinggal nyuci piring aja.” Ucap jena kembali ke aktivitasnya
“Tidak perlu kak, biar aku saja. kak jena istirahat aja, ini biar aku yang beresin.” Ucap liana mengambil alih piring yang ada ditangan jena
“Gapapa kak, kak jena harus istirahat agar besok pagi saat bangun tidak lelah. Ini mah pekerjaan kecil buat aku kak.” Lanjut liana membuat jena terkekeh
“Uh, sombong ya kamu. Tapi beneran gapapa li?” Tanya jena meyakinkan
“Hehe dikit doang kak, gapapa kak.” Ucap liana mendapat anggukan pasrah dari jena
“Iya udah, terimakasih ya li.” Ucap jena mendapat anggukan dari liana
“Ayo mas, maaf ya jadi nunggu lama.” Ucap jena yang sedikit terkejut melihat keberadaan shua yang menantinya
“Gapapa, ayo kita ke kamar.” Ucap shua tersenyum
“Perlahan dan santai, jangan terburu-buru.” Ucap liana dalam hati memandang kepergian jena bersama shua
...
“Mama harus kabarin kami saat sudah sampai di rumah nenek ya.” Ucap yoyo mengakhiri pembicaraan mereka, karena pesawat tujuan L.A akan segera take-off
KAMU SEDANG MEMBACA
RuMiT
RandomKisah tentang seorang gadis yang ingin membalaskan perbuatan mantan kakak angkat yang sangat ia sayangi dahulu dengan tulus. Sengaja sinopsisnya sedikit biar penasaran.... . . . Hai ini adalah ceritaku, dukungan dari kalian sangat membantu ku. Caran...
