SETITIK LUKA || BEGAL

3.4K 220 3
                                        

back to my story'

tandai typo!

tandai typo!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

--

Dara membaringkan tubuhnya di atas ranjang queen size miliknya. Tepat pukul 5 sore lewat 10 menit Ia baru sampai di rumah. Ia tadi mampir sejenak ke rumah Ara. Sudah lama Ia tak bermain kesana.

Baru saja ingin memejamkan matanya, bunyi dering ponselnya menghentikan aktivitasnya.

Incoming call...
Abang📌

"Hallo Dar,"

"Hallo bang, ada apa?"

"Hari Abang pulangnya sedikit larut. Nanti kamu kunci aja pintunya, Abang bawa kunci cadangan kok!" Ujar Dirga di seberang.

"Iya."

"Oke, kamu jangan lupa minum obat, ya. Abang tutup dulu, bye."

"Oke siapp." Ujar Dara langsung mematikan sambungan telepon sepihak.

Setelahnya, Ia bergegas membersihkan badannya. Tak membutuhkan waktu lama, Dara langsung menuju dapur untuk melihat  bahan makanan yang bisa di masak.

Sial!

Bahan dapurnya habis. Keberuntungan tak memihak Dara kali ini. Ia memutuskan untuk pergi ke depan gang kompleks. Biasanya, ada penjual nasi goreng langganannya.

Ia mengambil jaket hitam miliknya, lalu berjalan keluar rumah.

Pukul 18.55

Dara tersenyum, kala melihat penjual nasi goreng langganannya di ujung gang. Dara berjalan dengan riang. Sejujurnya, angin malam tak sehat untuk tubuhnya. Tetapi bagaimana lagi, Ia sudah kelaparan.

"Permisi pak," sapa Dara sopan.

"Eh, nak Dara. Udah lama bapak ngga liat nak Dara beli kesini lagi."

"Iya pak, Dara sibuk soalnya. Ohya, Dara pesan nasi goreng satu porsi ya pak, di makan disini aja."

"Siap nak, di tunggu ya!" Dara hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum ramah.

Dara menghabiskan makanannya selama hampir 20 menit. Setelah selesai, Dara segera melangkahkan kakinya kembali ke rumah.

Baru beberapa langkah, Ia mendengarkan suara keributan di seberang jalan. Dara memicingkan matanya. Disana ada dua orang perempuan dan beberapa laki-laki berbadan kekar. Sepertinya, kedua perempuan itu menjadi korban begal.

Dengan cepat, Dara berjalan menuju keributan tersebut. Banyak yang lewat berlalu-lalang, tapi tak ada satupun yang berani menolong, karena sekelompok begal itu sudah terkenal dengan kekejamannya saat berhadapan dengan para korbannya.

SETITIK LUKA || ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang