SETITIK LUKA || UCAPAN TERIMAKASIH.

4.1K 238 0
                                        

back to my story'

tandai typo!

tandai typo!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

--

Di kelas Dara, XII-IPA 1. Sedang diadakan konser dadakan, di pimpin oleh sang ketua kelas, Devan dan sang mantan, Tasya. Bukan konser bernyanyi atau apapun itu. Melainkan saling menyindir satu sama lain, antara kaum Adam dan kaum hawa.

Dara hanya mendengarkan mereka yang sedang bercengkrama. Nana dan Ara pun ikut-ikutan konser saling menyindir itu.

"Apaan tuh wattpad?"

"Kenapa semua cewek suka sama cowok wattpad yang jelas-jelas cuma fiksi." cetus salah satu dari mereka.

"Kenapa ngga suka sama yang real life aja, lebih terjamin gitu, daripada sama tokoh fiksi, yang cuma kasih harapan, tapi ngga nyata."

"Wihh, nge-jleb ngga tuh? Mental anak wattpad aman, kah?" Celetuk salah satu teman Devan.

"Lebih baik suka sama yang fiksi. Saat kita mulai tertarik dengan tokohnya, kita udah tau endingnya akan kek gimana. Saat udah terbang tinggi, lalu di jatuhkan oleh penulis." Sahut Nana yang sedari tadi diam.

"Daripada yang real life, di baperin, di terbangkan, eh akhir-akhirnya di ghosting." Sambung Ara yang mendapat sorakan dari para kaum hawa.

"Sakit sih, tapi nyatanya yang fiksi lebih menarik daripada yang real life." Sambung seorang siswi ber-nametag Tasya.

"Emang, mantan Lo ngga menarik, gitu?" Celetuk Devan yang memang merupakan mantan dari Tasya.

"Engga,"

"Yakin Lo ngga mau balikan sama gue?" Tantang Devan percaya diri.

"Sorry, gue alergi sama yang namanya balikan sama mantan." Ujar Tasya sarkasme, yang membuat semua yang berada disana berteriak ricuh.

Perdebatan antara keduanya tak berhenti sampai disitu. Sampai suara bel pulang sekolah berbunyi, membuyarkan kerumunan tersebut, dan segera berbondong-bondong pulang.

--

Hari telah berganti, kini pagi-pagi sekali, Dara sudah sibuk di dapur. Ia membuat mini cake untuk Raga, sebagai ucapan terimakasih, karena kemarin Raga sudah menolongnya.

Pemandangan pertama yang Dirga lihat, setelah bangun tidur adalah adiknya yang kini sedang sibuk di dapur. Ia tak tau Dara ingin membuat apa.

"Dar?" Panggilnya yang berhasil mengejutkan Dara.

"Eh, Abang udah bangun?" Dirga mengangguk.

"Kamu buat apa? Dan, untuk siapa?" Tanya Dirga beruntun.

"Aku buat mini cake untuk Raga." Tepat sasaran, Dirga sudah menduga, bahwa kue itu untuk Raga.

SETITIK LUKA || ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang