Anyeong!
Ketemu lagi sama saya anoyy, yang ceria dan gemoy ini😅😅
Happy Reading
Suasana disekolah saat ini sudah kembali seperti semula, yang tadinya hancur sudah dibereskan oleh siswa siswa SMA 3 benua.
Kini saatnya mereka beristirahat, guna mengembalikan energi yang hilang dengan cara mengisi perut dikantin. Sama seperti yang dilakukan oleh ketiga inti Raymond dan anggota nya.
"Panas banget banget sih hari ini, gak ada angin sepoi sepoi basah gitu." Heran Alim yang sedang mengipasi badannya dengan nampan.
Zamiun Alim adalah anggota Raymond satu tingkat dibawah Damara.
"Lu apaan dahh, mana kerasa kipasan pake itu nampan? Sini, gue tiup aja biar agak gedean anginnya." Usul Wahyu kepada alim dan mulai meniupinya, Wahyu satu angkatan dengan alim
"Hhhuuuuu.. hhhuuuuuu.." Suara dari mulut Wahyu yang meniupi wajah Alim
"Eeh jingan! Kuah lu kena muka gua semua malik!" Sewot alim karna wahyu meniupinya sambil mengeluarkan ludah
"Haahahaaa" Tawa dari seruruh anggota Raymond yang melihat tingkah laku Alim dan Wahyu.
Dreettt!
Disaat Raymond sedang tertawa, bersedagurau. polsel Damara bergetar, menandakan ada satu pesan masuk.
Ternyata itu dari ketua mereka yang memerintahkan seluruh anggota Raymond untuk kemarkas.
"Raymond, kita kemarkas." Ucapan Damara membuat seluruh nya bergebas menuju markas Raymond yang berada dipingiran kota yang tidak jauh dari hutan.
===
Dihalaman luas sebuah rumah berlantaikan dua yang berada dipingiran kota yang tak jauh dari hutan.Seseorang dengan jaket berlogo sayap berprisai, dengan memakai slayer hitam.
Memandang rumah tersebut dari atas motornya, yang terparkir dihalaman luas rumah tersebut. Dirinya mulai mengingat masa lalunya.
Flashback.
Dua tahun yang lalu..
"Jam berapa ini hah?! Mau jadi apa kamu kalau kerjaanmu cuma keluyuran yang gak jelas setiap hari, pulang larut malam terus!! Papa malu punya anak kaya kamu tau?!!" Suara bentakan dari seorang pria paru baya yang sedang memarahi anaknya yang baru pulang pukul 3 pagi.
"Papa ini bicara sama kamu ya! Jawab bukanya diem!" Pria itu mulai bertambah marah karna diacuhkan oleh anaknya yang masih memakai seragam SMP-nya.
"Dimana sapan santumu pada orang tua! Papa tidak pernah mengajarkan kamu menjadi anak pembangkangan yaa." Katanya sambil berusaha menggapai tangan anaknya.
"Apa peduli anda?" Jawab anak itu.
"Anda tidak usah ikut campur dengan hidup saya" Katanya dengan dingin.
"TAPI SAYA INI PAPA KAMU! saya sibuk. karna bekerja untuk kebahagiaan kamu. Kamu harusnya ngertiin papa." Ujar sipria
"Sibuk? Sibuk dengan temen papa? Ohh, lebih tepatnya selingkuhan papa iya?!!" ucap Anak itu mencoba menahan emosinya.
"JAGA UCAPANMU SAMA PAPA"
"APA! Bahkan papa selingkuh sama prempuan itu sebelum mama sakit. dan akhirnya mama pergi ninggalin aku. Apa salah mama sama papa hah!? APAA?!! Mama bahkan, nyuruh aku buat jangan tinggalin rumah ini dan jagain papa yang gak tau diri kaya anda! Cih." Ucapnya pilu sambil menunjuk papahnya yang mematung.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dhanurendra
Teen Fiction"Aku akan selalu menjadi perisai pelindungmu, walaupun hatimu bukan untukku" -P.A Dhanurendra "Mencintaimu apakah akan sesakit ini? Jika iya, aku lebih memilih berhenti dari awal" -Canamila Aldiwinata "Aku tau, sebanyak apapun kata maafku takkan cuk...