Anyeong... Ketemu lagi dengan saya Anoy.
Jangan menjadi plagiat!!
Jangan bawa bawa lapak lain!!
Ini murni hasil pemikiran anoy sendiri.Happy Reading
"Lepasin dia" Suara bariton dari si pengendara motor setelah melepas helm full face nya dan menatap kearah kedua preman tersebut sampai mata hitam legam itu bertatapan dengan mata indah cana, tatapan matanya berubah lembut dan hangat."Anak ingusan mau jadi pahlawan rupanya" Ucap preman berkalung sambil meregangkan otot-otot tangannya.
Si pria pengendara yang memakai slayer merah pun turun dari motornya dan langsung maju melawan preman berkalung sedangkan preman berkaos putih masih memegangi cana.
Bugh
Bugh
Krekk
Bugh"Aaaa!" Teriak cana ketakutan karna si pria berslayer menghajar sipreman dengan keras sampai terkapar dijalan
"Bangsat!" Marah preman berkaos putih melepaskan cana dan mulai menghajar si pria berslayer
Bugh
Bugh
Bugh!"KYAA!" teriak cana saat sipria berslayer terkena pukulan dibagian dekat pelipsnya.
Buggh!!
Dan satu pukulan berhasil membuat kedua preman itu tergeletak diatas aspal, lalu si pria berslayer mendekat kearah cana dan menarik pergelangan tangan cana lembut.
"Eehhhh tunggu!!" si pria hanya menatap cana lembut
"Cemilan aku ketinggalan" cana berlari kesamping guna mengambil kantong plastik yang berisi cemilan kesukaan nya.
"Ck" si pria menggelengkan kepalanya pelan lalu menarik tangan cana menuju motor silver nya dan menaikinya diikuti oleh cana yang duduk dibelakang.
"Pegangan!" Printah dari sipria namun cana malah memegang bahunya
"Ck, kamu pikir saya ojek!" Jengah si pria berslayer, lalu dia mengambil tangan cana menuntun tangan cana melingkar pada pinggangnya. Baru dia buru buru menyalakan mesin motor dan melaju dengan cepat meninggalkan kedua preman yang hendak mengejar mereka.
Selama diperjalanan cana memeluk si pria dengan kencang dan menaruh kepalanya kepada pundak pria berslayer itu.
Tanpa cana ketahui pria berslayer mengangkat sudut bibirnya membentuk senyuman yang tidak bisa dilihat oleh siapa pun karna tertutup oleh slayer merahnya.
"Turun" Suara pria berslayer membuat cana membuka matanya dan melihat sekitar
"Ini kan rumah aku" Jawab cana yang masih bingung dan turun dari motor dibantu sipria
"Thanks ya, udah nolongin gue" Ucap cana sambil tersenyum
"Mau obatin luka lu dul..."
Brummm
BrummmUcapan cana belum selesai pria berslayer sudah terlebih dulu pergi menjalankan motornya.
"Wooyyy!! Gue belum kelar ngomong!! Iihhzzz bikin bete aja sih"
"Tapi siapa sih dia, mana pake slayer pula jadi gak tau kan" Kesal cana sambil memasuki gerbang rumahnya.
===
Disebuah rumah berlantai dua yang terlihat sederhana tidak terlalu mencolok seperti rumah orang kaya pada umumnya.
Disebuah kamar bernuansa biru dan abu abu, masih ada seorang gadis yang tertidur pulas dibawah selimut berwarna biru gelap.
Masuklah seorang wanita paru baya yang masih terlihat muda dan cantik, dia adalah Rania Winata ibu dari Canamila Aldiwinata. Lalu membuka tirai jendela kamar cana.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dhanurendra
Teen Fiction"Aku akan selalu menjadi perisai pelindungmu, walaupun hatimu bukan untukku" -P.A Dhanurendra "Mencintaimu apakah akan sesakit ini? Jika iya, aku lebih memilih berhenti dari awal" -Canamila Aldiwinata "Aku tau, sebanyak apapun kata maafku takkan cuk...