Zea Anantasya Alexander 0.2

194 103 60
                                        

Ciiiiit ...

Kevin mengerem mobil secara sepontan, hampir saja dirinya dan Zea tertabrak mobil truk angkat minyak. “WOY KALO GA BISA NYETIR JANGAN NYRTIR!” teriak sopir truk tersebut.

Kevin tak memperdulikan ucapan tersebut langsung putar arah dan kembali melajukan mobilnya. “hati - hati Vin, bahaya” lirih Zea menatap wajah Kevin yang terlihat sangat murka.

Sampainya di basement, Kevin memakirkan mobilnya ia langsung membuka pintu mobilnya dan menarik paksa tangan Zea, membawanya ke apetermen milik Zea.

Zea yang bingung dengan sikap Kevin pun hanya mengikut dan tak berani bertanya, takut akan tambah memperkeruh suasana. Setelah sampai di apartemen Zea, Kevin langsung menekan tombol dengan otomatis pintu tersebut langsung terbuka.

Mereka berdua masuk, lebih tepatnya Kevin mengerem Zea masuk dan langsung menjatuhkan tubuh Zea di kasur king sizenya dengan kasar.

Bruuk...

"gua udah bilang, berhenti kerja di situ Zee, lu dengerin gua ga sih? Gua tau lu butuh duit tapi ga jalan ini juga yang lu ambil!" Ucap Kevin murka setelah menjatuhkan Zea, sambil menggepal erat tangannya.

Zea mendudukkan posisinya,"hiks ... lu enak tinggal bilang berhenti kerja. Terus, TANDA TANGGAN KONTRAK APA KABAR Vin?!" Ujar Zea Di iringi jerit tangisan.

"lu bodoh, kenapa lu ambil tawaran kerja di situ hah?! Kenapa Lo ga bilang kalo lo kabur sejauh ini dari Indonesia, lo baru kabarin gua tiga bulan setelah lo kerja di tempat itu, kenapa lo ga minta tolong gua Zee" cerocos Kevin sambil mengeratkan genggaman tangannya sehingga memperlihatkan kuku bukunya yang memutih.

"iya gua tau gua bodoh Vin, tapi lu tau ga posisi gua saat itu? Gua frus...

"IYA gua tau lu FRUSTASI,Lu diusir dari rumah okey gua faham, tapi bisa ga Lo berfikir positif buat kedepannya HAH?,kalo kejadian seperti ini terulang lagi gimana?kalo lebih dari ini gimana Zeaa?" Potong Kevin dengan seruan nafas yang naik turun sambil mencoba merendam amarahnya.

Zea menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, Hiks ... Hiks ... hiks.... Suara tangisan dan isakan Zea memenuhi ruang apartemennya.

“gua ga bisa selamanya di sini Zee,” lirih Kevin menelan.

Hening sesaat ... Keduanya sedang sibuk beradu dengan fikirannya masing-masing sampai Zea mulai membuka pembicaraan lagi.

"hiks kontrak kerja dua tahun Vin, tinggal satu tahun lagi gua pasti bisa" balas Zea sembil mengelap air mata di pipinya.

"gua takut Zee, gua takut kalo kejadian seperti ini terulang, dan di saat itu gua ga bisa ada buat Lo"ucap Kevin merendah, raut wajahnya seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

"Kenapa ... Kenapa Lo bicara seperti itu? apa lo juga mau ninggalin gua sama seperti yang lain?"  Lirih Zea mencoba meredakan isakan tangisnya.

"Salah ga kalo gua bilang lo egois? lo terlalu keras kepala, dan lo ga pernah memikirkan kesibukan orang lain Zee, untuk saat ini gua bisa selalu ada di samping lo, tapi kalo gua ga ada nanti? Siapa yang akan jagain lo Zee?"  Tutur Kevin melangkah mendekati Zea.

Zea mendongakkan wajahnya keatas, menatap wajah Kevin yang menatapnya juga, "hiks...Vin, bukan itu maksud gue, jangan pergi hiks,semuanya udah ninggalin gua,gua cuma punya Lo doang, jangan pergi hiks ..."lirih Zea yang mulai menangis. Dengan cepat Kevin memeluk erat tubuh rapuh Zea.

“syuuut udah jangan nangis nanti cantiknya hilang,” ucap Kevin dengan mata yang memanas menahan air matanya yang hendak keluar,“mulai sekarang Lo harus bisa, Lo harus bisa berjalan sendiri tanpa gua okey” sambungnya lagi sambil melepas pelukan Zea, lalu dengan lembut Kevin mengusap air mata Zea.

ZeBara Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang