Untuk saat ini, biar kan aku menjadi egois. Egois karena menginginkan mu menjadi milikku seutuhnya, selamanya, Sampai hembusan nafas terakhir ku...✨
Bara Narendra Beramasta.
°°°
Pesawat pribadi milik Bara, telah landing di bandara Soekarno-Hatta. Sedari tadi Zea terus menggenggam erat tangan Bara, jantungnya terus berdebar bergejolak merasakan takut, cemas yang dominan di diri-nya saat ini.
“kenapa hm?” Tanya Bara melihat tangannya yang di genggam erat oleh Zea.
“Aku takut ...” lirih Zea menampakkan wajah sendunya.
Bara mengembuskan nafas panjang, lalu tangan kirinya menimpali kedua tautan tangan mereka. “Hey, tak ada yang perlu di takutkan, semua akan baik-baik saja. Percayalah padaku” Tutur lembut Bara meyakinkan Zea.
“Apakah kau mau berjanji padaku?” tanya Zea.
Bara menyerit bingung,“Berjanji?”beo Bara.
“Hemm,” Zea mengangguk cepat, “Berjanji untuk tidak meninggalkanku, apapun yang terjadi” Ucap Zea Sambil menyodorkan jari kelingkingnya
Dengan sincere Bara menautkan kelingkingnya, “Itu pasti dan kamu, berjanjilah untuk selalu di sampingku” Ucap Bara.
Zea tersenyum lembut lalu memeluk tubuh tegap Bara.
‘Aku takut kehilanganmu’ batin Zea.
‘Aku menyayangimu lebih dari apapun Zea Anantasya Alexander’ batin Bara.
°°°
Saat ini Zea dan Bara berada di mobil pribadi milik Bara, melihat wajah Zea yang cemas Bara mengurungkan niatnya untuk pergi kekediaman Zea.
“apa sebaiknya kita ke rumahku dulu?”ucap Bara
“aku takut bertemu keluarga mu,” Cemas Zea.
Sejenak Bara memejamkan matanya, menggenggam lembut tangan Zea, “bisakah kau ceritakan sedikit tentang kehidupan mu padaku?”
“apa kau yakin?”
“ya! Kenapa tidak?”
“tapi, aku takut kau akan meninggalkan ku” Cicit Zea.
Bara menepikan mobilnya, lalu mengeggam tanggan Zea dengan kedua tangannya. “Hey ... lihat aku. Aku yang menginginkan mu, aku siap menerima masa lalu mu, tak peduli siapa kamu. Intinya aku milikmu dan kamu milikku!” Ujar Bara meyakinkan Zea.
“Jika belum siap untuk cerita aku juga ga memaksa, menurutku masalalu tidak terlalu penting” Ucapnya lagi.
Zea menundukkan pandangannya, memilin ujung baju yang ia kenakan. “Aku di usir dari rumah sama mama,” pernyataan Zea membuat Bara sontak kaget, “lalu?” Ucap Bara dengan nada sesantai mungkin.
Zea menarik napasnya dalam-dalam, lalu mulai bercerita. “Dulu, waktu aku berumur balita, aku memiliki keluarga yang lengkap. Aku punya papa, mama, satu kakak laki-laki, dan satu kakak perempuan,” Zea men-jeda ucapannya sebentar,“kedua orang tuaku ga pernah ada waktu buatku, tapi aku bersyukur masih memiliki dua kakak yang selalu meramaikan suasana hatiku dikala aku merasa kesepian.”
KAMU SEDANG MEMBACA
ZeBara
ChickLit"vin ... Maafkan aku, oke aku janji bakal berhenti kerja disitu, asal lo bertahan, kita cuma memiliki satu sama lain, kalo Lo pergi ... gua sama siapa?" lirih Zea menangis tersedu-sedu. "lo pasti bakal dapat cowok yang lebih baik dari pada gua" ucap...
