Chanjin 18+ stories from various universes, NSFW.
Chan: Top
Hyun: Bot
Minor dni, please, be wise.
Don't have high expectations when you start reading this.
Start : 27 Mei 2021
Finish : 6 Februari 2023
And Chanjin Zone reach the finish line!!
Thank y...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Note Murni fiksi dan ga semua berhubungan sama cerita asli dari Myth Yunani atau Myth Norse tersendiri.
°°°
Hyunjin yang lelah karena baru selesai photoshoot seharian itu langsung merebahkan dirinya di atas sofa. Kawannya sekaligus manager pribadinya itu hanya menggelengkan kepala.
"Capek banget deh kerja mulu kerjaaa. Tapi kalo ga kerja ga makan, ga shopping, ga nyalon." Keluh Hyunjin yang didengarkan oleh Lino.
"Ngeluh mulu lo."
"Ya capek No, gue ga ada libur sebulan terakhir."
"Capean gue ga sih? Ngurusin lo mulu, lo tinggal dijepret kamera. Belom lagi lo susah banget diatur."
Hyunjin menghela nafasnya dengan kasar. Iya ya, Lino lebih cape ngurusin keperluannya. Ya tapi Hyunjin juga cape tau, ke kota sana ke kota sini dalam sehari. Belom lagi panas banget kena lighting waktu photoshoot nya.
"Kalo di Olympus kita udah disuguhin segala macem. Tinggal senang-senang aja. Ga harus kaya gini."
Lino menatap Hyunjin yang mulai membahas tempat kelahiran mereka, "Kenapa? Kangen Olympus?"
"Kangen yang lain juga."
"Sabar. Info tentang gerhana masih belum ada sampe sekarang. Ntar kita coba cari tau lagi."
Seengganya Hyunjin bersyukur, disini dia terdampar bersama Lino.
"Sekarang istirahat, besok pagi lo harus ke perusahaan buat kontrak brand ambassador yang baru."
"Ya, good night."
°°°
Pagi ini Hyunjin udah ada di perusahaan agensinya, walaupun harus dengan paksaan Lino tentu. Artisnya satu ini emang susah banget disuruh bangun pagi.
Setelah ia menanda tangani kontrak, Hyunjin menuju ruangan yang sering dipakai untuk ia beristirahat. Khusus buat seorang Hwang Hyunjin.
"Hyun? Udah selesai?"
"Udah, masuk aja."
Hyunjin yang lagi main ponsel sambil tiduran di sofanya menatap Lino.