Fell First, Fell Harder

6.5K 267 54
                                        

Di cerita ini author sama sekali ga bermaksud merendahkan siapapun. Jadi kalo ada kurang atau informasi yang salah atau kurang jelas, kalian bisa koreksi.

Met bacaa!!

°°°

Bang Chan mengela nafasnya sambil terus menggerutu. Kalau bukan karena Jisung yang tiba-tiba telepon minta dianterin peralatan gambar buat tugasnya, ga akan mau dia datang ke kampus siang terik begini.

Apalagi FSRD, tempat yang cukup asing walaupun satu wilayah sama tempatnya mengejar ilmu. Emang anaknya mahasiswa kupu-kupu, ga banyak main atau sekedar keliling kampusnya sendiri.

Merasa bahwa dirinya sudah tak tau arah, ia akhirnya menelpon Jisung.

"Gue udah di FSRD deket lift, lo dimana?"

"Eh sorry bentar, gue disuruh ke ruangan Pak Jo dulu."

"Trus gimana? Lama ga? Gue mau ngerjain proposal nih."

"Bentar banget sumpah, tungguin. Lo dari situ belok ke kiri aja, di depan studio banyak bangku kok."

"Yaudah jangan lama. Kalo lama gue buang peralatan lo."

"Iya sayang, sabar ya."

"Serius gue buang."

"BERCANDA! UDAH YA BYE."

Raut wajah kesal tak dapat disembunyikan. Chan sebenarnya gapapa kalau bantu Jisung anterin barang ketinggalan ini, tapi yang jadi masalah, dia ga suka diliatin kaya gini.

Udah ga terhitung berapa kali sejak dia keluar dari lift, tatapan anak fakultas sini tuh ga bersahabat banget.

"Pada kaget kali liat gue ganteng gini?" Gumamnya, akhirnya Chan memilih ngikutin kata Jisung untuk mencari tempat duduk di sekitaran ruang studio.

Bukan. Justru itu. Penampilan Chan terlalu urakan untuk datang ke kampus, ya walaupun sebenernya suka suka dia aja. Ya gimana ga diliatin juga sih, anaknya cuma pake hoodie item sama jeans selutut, mana udah belel. Mandi juga kayanya ngga, keliatan dari rambut ikalnya yang ga dia sisir sama sekali. Karena kebetulan hari ini dia ga ada kelas.

Selagi nunggu, Chan ngelewatin satu studio yang pintunya sedikit terbuka. Niat mau baik hati buat tutupin pintu karna kedengerannya kosong, tapi dia harus berujung mengurungkan niat waktu liat ada sosok manusia di dalam.

Ada sedikit rasa terpana disana bagaimana sosok tersebut dengan lincah menggerakan tangannya pada kanvas putih yang kini berwarna.

Ada sedikit rasa terpana disana bagaimana sosok tersebut dengan lincah menggerakan tangannya pada kanvas putih yang kini berwarna

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kenapa Chan baru nyadar ada manusia yang enak dipandang gini. Bahkan wajah fokus dan telitinya bikin Chan kagum.

Getar pada ponselnya mengalihkan perhatian si rambut ikal. Jisung berkata sudah di lift, maka dari itu dia pergi dari studio lukis disana.

Chanjin ZoneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang