02

1.4K 117 16
                                        

Ramein yuk


Happy reading



Ray tertidur di sofa, Qila baru selesai sama kerjaan nya mendekati Ray yang masih tidur lelap di sofa karna kecapean, memandang lekat wajah tampan Ray di umurnya yang baru 17 tahun tapi dari segi bersikap dia dewasa banget di banding Qila yang cengeng, manja,

"Ray bangun pulang yuk."

"Em..."gumam Ray matanya masih tertutup,

"Kita nginap aja ya di sini kan ada baju segala macam di kamar pribadi kamu" ucap Ray yang seperti capek banget,

"Emang gapapa kita ga pulang?"

"Ya gapapa lah"

"Iya udah aku kasih kabar sama bibik dulu"

"Iya"

Ray kembali menutup matanya rasa kantuknya yang membuat dia males pulang menyetir mobil bahaya dalam keadaan mengantuk gini,

Qila masuk kamar pribadi nya di ruangan memesan makanan buat makan malam minta tolong satpam antar keatas, melepaskan jas meninggalkan kemeja sama celana pendeknya saja baru kaluar lagi buat nyuruh Ray pindah,

"Ray pindah kedalam gih...!"

"Hm iya"

Ray membuka matanya dia melihat penampilan Qila hanya pakai kemeja sama celana pendek tersenyum,

"Sexsi banget si sayang..!"

"Abang apasih"

Ray tersenyum lebar saat qila manggil dia Abang jadi ingat Queen yang biasa manggil dia Abang, Ray menarik qila mendekat dengan nya memeluk perut qila menyadarkan kepalanya, qila mengusap kepala Ray lembut,

"Kenapa?"

"Capek."aduh Ray manja dia mendusel di perut Qila

"Ya udah kalau capek, istirahat di kamar yuk"

"Iya, sebentar gini dulu lima menit lagi..!"

Qila tersenyum melihat tingkah Ray yang kadang dewasa tapi kalau sudah capek ya gini manja, tapi saat melaksanakan tugas nya dewasa berwibawa banget ni, membayangkan itu membuat perasaan nya semakin dalam sama adik angkatnya ini,

"Sudah ayok..!"

"Em iya"

Ray melepaskan pelukan berdiri dengan malas berjalan masuk kamar qila mengikuti nya dari belakang hanya bisa menggelengkan kepalanya, sampai di kamar Ray lasung berbaring di ranjang tanpa melepaskan jas sama sepatunya, Qila melepaskan sepatu kaos kaki, setalah selesai semua,

"Abang lepas jas nya dulu biar nyaman"

"Lepasin dong" jawab Ray mengangkat tangan nya

"Manjanya...."

"Lagi mager"

Qila membantu Ray membuka jas mengendurkan kancing baju sama lengan kemeja, melatakan jas di kursi kecil baru mau beranjak Ray dengan cepat menarik tangan Qila membawa berbaring diatas tubuh nya, posisi nelungkup di atas tubuh Ray,

"Abang....ih..."

"Apa sayang..?"

"Apa sih"

"Qila...."panggil Ray

"Apa" jawab qila jutek

"Jangan marah-marah dong, aku mau nanya?"

"Nanya apa?"

"Kalau kita cinta sama orang yang udah dekat banget sama kita dari kecil salah gak?"

"Ya gak lah namanya juga perasaan bisa sama siapa aja kan"

friend in blanketTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang