Kisah ini diceritakan oleh sepasang pemuda yang saling jatuh hati namun takdir harus memisahkan mereka karena mimpi yang ingin mereka wujudkan.
" Kita tahu kalau kisah yang kita alami tak akan pernah bisa menjadi bersatu, Jarak pasti akan memisahkan...
Matahari sudah menampakkan sinar mentari yang indah, kini aku sedang bersiap-siap untuk pulang. Namun sebelum pulang aku ingin pergi dulu ke suatu tempat bersama...
Rany <3
Lariii
Oi kenapa zwei ?
Keluar yu jalan-jalan cari angin ke pinggir danau yang deket villa.
Hayuk sama siapa ?
Berdua aja, tunggu di depan ya
Ok 👍
Jangan dandan kamu udah cantik ko walaupun tanpa dandan /Read
" Arghhhh ZWEITSON APA APAAN INI. Aduh... Ran tahan... Tahan.. jangan salting " umpat Rany di kamarnya yang mungkin sedang teriak-teriak ngga jelas.
Setelah memberitahu Rany aku bergegas turun dan izin ke bang Gilang untuk pergi sebentar.
" Bang Oh bang..., Bang Gilang "
" Kenapa dek ? " Sambil berjalan ke arahku dengan memegang es krim.
" Ihh bangg ko ada es krim. Zwei mau dong bagi ya "
" Ambil aja ndiri noh di dapur "
" Maless bang, mending ambil yang punya abang aja "
" Ya udah nah " dengan ekspresi yang terlihat tidak ikhlas.
" Ah g jadi bang Lang ngga ikhlas. Oh iya zwei mau izin ya ke danau sebentar ok, bentar aja ko "
" Yeee nih bocah, ya udah sana hati-hati " setelah dapat perizinan dari bang Gilang aku langsung bergegas menuju tempat Rany menunggu ku.
♡♡♡♡♡♡♡♡
Suara burung berkicau membuat perjalanan kita berdua menjadi tidak begitu sepi dan diam.
" Diam diaman mulu perasaan, dari tadi ngga ada yang mau di bicarakan gitu " ucap Rany menghidupkan kesunyian di antara kita.
" Hahaha iya iya...Oh iya ran mempung lagi bagus view nya foto yuk "
" Boleh yuk kamu yang foto ya soalnya aku ngga bisa foto hasilnya jelek, kalau kamu kan pasti bagus "
" Iya iyaa situ kamu foto yang di sebelah situ bagus tu.. " ucapku mengarahkan view foto yang bagus.
" Disini ? "
" Iya iya bener disitu... Ok tahan ya satu..dua... ( Cekrek ).. ok nih udah " sambil menunjukkan hasil foto.