Mari follow terlebih dahulu 💋
***
Leyla termangu sesaat. Sebuah pistol di todongkan tepat di keningnya.
"Masih mau bermain-main, hm?"
Yang di tanya pun menggeleng cepat.
"Berikan senjata itu!" Perintah Agam.
Dengan patuh Leyla mengeluarkan pistol t...
Guys, kalau saya ga update selama 4/5 hari, berarti saya di rl lagi bener-bener sibuk/lagi tertekan karena Jungkook ga kasih nafkah. Jadi, saya mohon banget untuk kesabarannya menunggu. Saya juga bakal tetep update ko nantinya.
Jangan capek nungguin saya up, ya? Saya sayang banget sama kalian, kalau bukan karena kalian yang support saya dalam bentuk Vote dan komen, cerita Agam ga akan bisa sampai di titik ini❣️
Akhir-akhir ini masalah datang mulu, padahal saya ga ngundang dia :(
Udah itu aja, hehehe
/Kecup mesra💋
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Agam mendorong pelan kursi roda Leyla keluar rumah sakit. Hari ini ia sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah.
Dan dia akan kembali tinggal di mansion. Jika ia menolak, ia tidak akan diizinkan pergi camping Minggu depan. Sebenarnya Leyla tidak papa tidak ikut camping, yang menjadi masalahnya adalah Liqa. Ia merengek meminta supaya dirinya menuruti Agam kali ini.
Sesampainya di mansion, Leyla hendak membuka pintu mobil, tetapi Agam malah menahannya.
"Diem. Jangan keluar."
"Kenapa?" Bingung Leyla.
Agam tidak menjawab, ia keluar dari mobil dan berjalan mengelilingi mobil. Dibukanya pintu mobil Leyla, sedikit menunduk agar dapat menggendong gadis itu.
"Eh?! Aku bisa jalan sendiri ko, Kak. Ngapain di gendong segala?"