Mari follow terlebih dahulu 💋
***
Leyla termangu sesaat. Sebuah pistol di todongkan tepat di keningnya.
"Masih mau bermain-main, hm?"
Yang di tanya pun menggeleng cepat.
"Berikan senjata itu!" Perintah Agam.
Dengan patuh Leyla mengeluarkan pistol t...
Setelah hampir satu jam diperjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat perkemahan. Sebelum turun, pembina terlebih dahulu memberikan arahan pada mereka.
"Sudah paham, kan?" Tanya si pembina bernama Pak Alex.
"Paham pak," jawab mereka bersamaan.
"Bagus. Sekarang kalian bisa turun dan langsung mendirikan tenda sesuai kelompok, ya," suruhnya pak Alex.
"Baik Pak."
Leyla satu kelompok dengan Liqa, Sarah dan Risa. Mereka segera mendirikan tenda.
"La, kayunya tancepin ke tanah ya, habis itu tokok kuat-kuat biar gak lepas," suruh Risa.
"Okey."
Leyla mengambil palu kemudian mulai memukul-mukul kayu supaya menancap ke tanah.
"Eitsss, sini gue aja yang ngerjain. Lo rapihin barang-barang aja sana," cegah Liqa yang tiba-tiba menghampiri Leyla.
"Gapapa biar aku aja," tolak Leyla.
"Gue ngeri ngeliat cara mukul, lo. Takutnya malah tangan lo lagi yang kena," cicit Liqa.
Ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi. Bukan hal sulit untuk mengerjakannya, Leyla berdiri setelah selesai. Dilihatnya kesekitar dan beberapa tenda sudah ada yang berdiri sempurna termasuk tenda milik kelompoknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.