Yoojung terdiam saat ini ia sedang duduk di salah satu ayunan kayu dengan Jaemin yang duduk di sampingnya. Keduanya hanya terdiam tanpa ada yang berniat membuka pembicaraan. Jaemin menoleh melihat Yoojung yang masih menatap lurus kedepan.
Entahlah hanya saja ia tidak menyangka akan bertemu dengan Yoojung di sini dan berakhir mereka duduk berdua walau tidak ada satupun percakapan.
"Suaramu bagus." Yoojung menoleh melihat Jaemin dan tersenyum tulus, ia tau jika sedari tadi Jaemin terus saja memperhatikannya
"Terima kasih."
Yoojung mengangguk masih menatap wajah Jaemin, ini kali pertama ia melihat wajah pria itu sedekat dan selama ini. Tidak salah Jaemin memang sangat tampan, pantas saja ada begitu banyak wanita di sekolahnya yang begitu tergila gila pada pria bermarga Na itu.
"Kau sering bernyanyi seperti ini?"
"Tidak, hanya ketika ingin." Jawab Jaemin merubah posisinya menjadi duduk menyamping dengan tangan menompang kepalanya "Tadi aku melihat ada beberapa anak yang bermain gitar jadi aku meminjamnya tapi aku tidak tau akan banyak yang melihat."
"Suaramu bagus jelas semua orang ingin melihatnya, kau bisa menjadi penyanyi dan kurasa kau akan sangat terkenal."
Jaemin tertawa kecil, ia senang ini kali pertama Yoojung mau mengobrol dengannya karna biasanya Yoojung selalu bersikap ketus setiap kali bertemu dengannya.
"Lalu bagaimana denganmu?"
"Aku hanya ingin berjalan jalan."
"Sendiri?"
"Jika kau tidak buta kau pasti tau jika aku sendiri sejak tadi."
Jaemin tertawa mendengar nada ketus Yoojung ia mengusak surai hitam itu gemas "Jangan marah aku kan hanya berbasa basi."
"Kau merusak tatanan rambutku." Pekik Yoojung kesal
"Maaf maaf, sini kurapikan." Seru Jaemin mengulur tangannya untuk merapikan helai rambut Yoojung yang berantakan karna ulahnya. Yoojung mendengus namun tetap membiarkan pria di depannya memperbaiki rambutnya
"Sudah, kau terlihat cantik sekarang."
"Jadi dari tadi aku tidak cantik begitu?"
"Tentu tidak, kau cantik hanya saja sekarang jauh lebih cantik." Seru Jaemin tertawa kecil
Yoojung mendengus tapi tetap tidak bisa menutupi bahwa kini ia sedang tersipu. Selama satu bulan mengenal Jaemin ini kali pertama Yoojung tersipu saat pria itu memujinya cantik.
"Mau berjalan jalan?"
"Memang tujuanku untuk berjalan jalan, kenapa harus bertanya."
"Oh jadi kau mau ya."
Lagi Jaemin tertawa walaupun Yoojung sudah sedikit memberikan ruang untuknya tapi sifat ketus itu masih melekat dengan jelas dalam diri wanita cantik itu.
Yoojung bangkit dari duduknya ia melirik sekilas Jaemin dan langsung berjalan menjauh. Sedangkan Jaemin pria itu menarik senyum manisnya dan langsung mengejar langkah Yoojung berjalan beriringan dengan wanita yang selama ini menganggu hatinya.
"Apa aku boleh bertanya sesuatu?"
"Jika aku bilang tidak kau juga akan bertanya." Ketus Yoojung membuat Jaemin mengulum bibirnya "Sepertinya kau sudah sangat mengenalku ya." Goda Jaemin membuat Yoojung menoleh menatapnya tak suka
"Aku hanya bercanda." Sambung Jaemin lagi melihat tatapan tajam yang Yoojung berikan padanya
"Ngomong-ngomong kemana kekasihmu? Hari ini weekend apa kau tidak berkencan dengan kekasihmu itu?" Tanya Jaemin santai. Keduanya sedang berjalan menyusuri jalanan padat kota Seoul
KAMU SEDANG MEMBACA
Dally With You ✓
Fanfiction"Hei milikmu ternyata besar juga ya." "Apa yang kau lakukan disini?" "Tentu saja melihatmu." "Keluar dari kamarku Kim Yoojung!!" ••• Kim Yoojung membenci keputusan ibunya yang mencoba memindahkannya ke Seoul seorang diri dan tinggal dengan anak saha...
