петнадесет (15)

6 2 0
                                    

Bismillah..
Assalamualaikum..
---

Setelah menempuh 5 jam perjalanan dari rumah Radya, mereka pun sampai dipondok pada saat sholat Ashar.

"Alhamdulillah akhirnya sampe" Radya menghela nafas lega.

Mereka pun turun dari mobil masing-masing. Radya tidak lupa sambil mengendong tas ransel yang dibawanya.

Radya mulai memperhatikan setiap lingkungan yang akan ditempatinya mulai sekarang. Saat Radya datang 2 bulan lalu, dia tidak sempat memperhatikan apa yang ada dipesantren ini.

"Ayo Dimas masuk dulu kedalam" ajak Ridwan kepada keluarg Radya.

Mereka mengikuti langkah Ridwan masuk kedalam rumah.

"Assalamualaikum" ucap mereka ketika masuk kedalam.

Dirumah ini ada santri yang bertugas untuk membersihkannya secara bergiliran ataupun dilakukan sebagai hukuman dari pelanggaran. Jadi rumah ini pada dasarnya memang sangat jarang kosong.

---

Radya berjalan pelan mengikuti pengurus pesantren yang menuntunnya kearah kamar asrama yang akan ditempatinya.

Tak henti-hentinya Radya memperhatikan pesantren ini lamat-lamat. Sepanjang perjalanan Radya banyak sekali melihat satriwati yang sedang duduk dipojokan sambil komat-kamit menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Melihat itu, Radya tersenyum.

"Yaa.. awal mula kehidupan yang baru. Saat ini, besok dan seterusnya aku akan belajar dengan sungguh-sungguh ditempat ini"

Radya membatin dengan senyuman yang selalu terpatri diwajahnya yang cantik.

"Radya kamar kamu yang ini ya. Kamarnya memang untuk berempat, jadi nanti kamu akan punya teman kamar. Mungkin sedikit tidak nyaman berbagi kamar. Tapi nanti akan terbiasa. Juga agar kamu tidak terlalu canggung, Bu Nyai menyarankan agar kamu ditempatkan bersama santriwati yang seumuran dengan kamu" santri yang mengantar Radya menjelaskan kepada Radya.

Radya mengangguk paham dengan penjelasan yang diberikan.

"Terimakasih sudah mengantarkan saya"

"Na'am. Kalau begitu aku tinggal yah mbak"

"Iya mbak silahkan"

Setelah satri tadi berbalik, Radya lalu balik menghadap pintu asrama yang tertutup.

Tok

Tok

Tok

Radya mengetok pintu sebanyak tiga kali, tak lama berselang keluar seorang gadis yang kurang lebih seumuran dengan Radya.

"Assalamu'alaikum" Radya memberi salam sambil tersenyum setelah melihat orang yang membuka pintu.

"Wa'alaikumsalam ukhti. Silahkan masuk. Tadi sudah diberitahu kalau ada santri baru yang akan tinggal dikamar ini" santri itu sedikit mengeser tubuhnya dari hadapan pintu agar Radya bisa masuk kedalam.

Setelah dipersilahkan masuk, Radya lalu melangkahkan kakinya dengan pelan. Tak lupa dengan ucapan Bismillah didalam hati.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 29, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Radya's Life StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang