Assalamualaikum..
Bissmillah..---
Saat ini keluarga Radya sedang duduk santai diruang keluarga sambil nonton TV. Tapi Radya sibuk sendiri dengan ponsel ditangannya. Dengan posisi badan disandarkan disofa serta kepala yang ikut-ikutan dan kaki di lipat kayak abang-abang lagi nongkrong.
"Zahra duduk yang bener. Kamu tuh perempuan nggak boleh duduk kayak gitu" ucap Bunda yang sudah jengah melihat anaknya itu yang duduk tak tau malu sambil menepuk paha Radya sedikit keras.
"Aw iya bunda" jawab Radya setelah itu memperbaiki posisi duduknya dengan kaki yang dibuat bersila.
"Zahra kalau Ayah nikahin kamu sekarang, mau nggak?" Tiba-tiba Ayah berucap dengan pelan tanpa menoleh kearah Radya yang sedang memainkan ponselnya.
"Mau" jawab Radya pelan. Matanya masih fokus pada ponselnya. Tetapi sedetik kemudian Radya baru ngeh dengan ucapan Ayahnya.
"Eh nikah?" Tanya Radya bingung sambil mengalihkan pandangannya kearah Ayahnya.
"Iya nikah" jawab Ayah sambil beralih mentap Radya yang sedang memasang wajah cengo.
"Becandan Ayah nggak lucu tau" ucap Radya sambil tertawa cangung.
Krik
Krik
Krik
"Jadi nggak becanda yah, bun?" Ucap Radya setelah menyadari wajah serius Ayahnya. Radya menundukkan wajahnya sambil berfikir. Sedetik kemudian Radya mengangkat kepalanya sambil menatap keAyahnya.
"Kenapa?"
"Begini loh Ra. Ayah sama om Ridwan itu dulu punya janji" ucap Ayah menjelaskan dengan perlahan kepada putrinya itu. Radya mendengar dengan seksama tanpa memotongnya.
"Waktu Bunda hamil kamu, itu kita pernah buat janji sama keluarga om ridwan kalau nanti anak kita itu cewek sama cowok nanti bakalan kita jodohin. Dan ternyata kamu sama anaknya om Ridwan tuh cewek cowok. Kamu tau kan janji itu hutang dan hutang itu harus dibayar" jelas Dimas panjang lebar menjelaskan dengan pelan agar putrinya ini mengerti.
"Terus siapa orang mau dijodohin sama Zahra?" Tanya Radya pelan.
"Ya anak nya Ridwan" jawab Dimas santai.
"Kalau itu aku tau Ayah. Maksudnya namanya, orangnya kek apa, sifatnya gitu loh ayah" ucap Radya dengan kesal.
"Oh bilang dong"
"Anak nya baik, selisih 4 bulan sama kamu. Dia udah lulus kok tahun ini. Ganteng juga lagi. Kamu nggak bakal nyesel kalau nikah sama dia" jelas Dimas. Radya cuma bisa menghela nafas pelan setelah mendengar ayahnya.
"Bunda setuju?" Tanya Radya mengalihkan pandangan kearah bundanya yang dari tadi menyimak dengan tenang.
"Bunda setuju banget" jawab Bunda dengan antusias.
"Terserah Ayah sama Bunda aja deh. Aku ngikut gimana baiknya aja" ucap Radya sambil menyenderkan kembali pungungnya pada badan sofa.
"Bener nih? Nggak boong" jawab Bunda dengan tatapan menyelidik.
"Iyaa Bunda. Zahra ngikut aja lah. Kalau menurut Ayah dan Bunda dia itu baik buat aku, aku terima. Kan nggak mungkin orang tua memberikan anaknya kepada orang yang 'sembarangan'. Apa lagi anak kayak aku ini" ucap Radya sambil tersenyum centil.
"Alhamdulillah. Bagus kalau begitu. Nanti kita akan bertemu dengan keluarga Ridwan. Disana nanti kamu kenalan sama calon kamu" ucap Ayah sambil memeluk Radya sayang. Radya hanya mengangguk sebagai jawaban.

KAMU SEDANG MEMBACA
Radya's Life Story
Teen FictionSlmt dtng di lpk yg gaje in^^ ☡DI MOHON JANGAN PLAGIAT☡ [Sblm baca ada baiknya kt follow"an :)] Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis yang hobby nya rebahan santuy. Pokoknya tanpa rebahan santuy tuh nggak afdol rasanya. Sampai Ayah dan Bunda...