единадесет (11)

9 2 0
                                    

Assalamualaikum..
Bissmillah..

---

"Eh Zahra"

Radya langsung melihat Abil yang ternyata membuka pintu tadi. Abil sebenarnya mendengar ada suara pencakapan diluar. Tak biasanya ada yang bercakap-cakap dimalam hari apalagi di lingkungan Ndalem.

"Bukunya mana?" Ucap Radya langsung menagih.

"Masuk dulu Ra" jawab Abil.

"Yaudah" ucap Radya sambil mengikuti Abil dari belakang. Para santriwati yang melihat itu tambah penasaran dengan Radya. Mereka hanya saling tatap-tatapan sebelum kembali ke asrama mereka.

"Assalamualaikum" ucap mereka bersama-sama saat masuk kedalam.

"Waalaikumsalam" jawab Liza yang ternyata duduk diruang tamu dengan seorang santriwati yang sepertinya sedang ada masalah.

"Eh aku ganggu ya umi, maaf yaa" ucap Radya tak enak setelah mencium tangan Liza.

"Ah engga kok sayang. Kamu kok dateng malem-malem sama siapa kesini?" Ucap Liza.

"Sendiri Umi. Soalnya urget umi, buku Zahra ngikut dimobilnya Abil" jawab Radya.

"Astagfirullah kamu ini nekat sekali" ucap Liza sambil menggelengkan kepalanya. Radya hanya tertawa renyah.

"Kamu niatan mau nginap atau gimana? Pake baju tidur gini" ucap Abil yang dari tadi diam sambil memperhatikan Radya.

"Ya nggak gitu juga. Tadi buru-buru sampai lupa cuma pake baju tidur. Untungnya nggak lupa ngambil hijab juga. Kan panik liat buku ilang. Buku penting lagi  buku itu isinya inti dari skripsi aku" jawab Radya sambil menjelaskan.

"Kok bisa buku kamu ada di mobil aku" ucap Abil.

"Au deh. Suka kali. Yaudah mana bukunya" ucap Radya.

"Kamu mau langsung pulang?" Tanya liza setelah mendengar ucapan Radya. Sedangkan santriwati tadi hanya memperhatikan mereka dengan bingung.

"Kayaknya sih iya" jawab Radya sambil melihat kearah Liza yang duduk didepannya.

"Kamu nginep aja disini besok pagi baru pulang. Udah malem takut ada apa-apa dijalan. Assalamualaikum" ucap seseorang yang baru datang.

"Waalaikumsalam" jawab semua orang diruangan itu sambil berdiri setelah melihat siapa yang datang. Setelah itu mencium tangan beliau secara bergantian.

"Abi dari mana?" Tanya Radya setelah duduk kembali.

"Dari asrama santri. Sama siap kesini?" Jawab Ridwan.

"Sendiri Abi" ucap Radya.

"Naik apa?" Tanya Ridwan.

"Bawa mobil Abi" jawab Radya.

"Astagfirullah. Kamu ini. Terus mobil kamu mana?" Tanya Ridwan karena tidak melihat mobil lain halaman.

"Didepan Abi. Aku nggak tau jalannya tadi" jawab Radya sambil tersenyum malu.

"Oh gitu. Kamu nginep aja ya. Kamu kabarin Ayah sama Bunda kamu dulu" ucap Ridwan.

"Yaudah deh. Aku ngabarin Bunda dulu" jawab Radya pasrah.

Radya sedikit menjauh dari mereka, dan menghubungi Bunda nya. Radya sedikit takut menelfon Bundanya karena dirinya belum mengabari Bundanya dari tadi. Rasya memang tak pernah keluar malam.

"Assalamualaikum Bunda" ucap Radya setelah sambungan telfon tersambung.

"Waalaikumsalam. Bagus ya kamu ngabarin Bunda sekarang. Dimana kamu sekarang Zahra" jawab Airin dengan suara yang cukup besar sampai Radya menjauhkan sedikit ponselnya.

Radya's Life StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang