дванадесет (12)

10 2 0
                                    

Assalamualaikum..
Bissmillah..
---

Setelah melaksanakan sholat subuh, Radya keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Radya masih menggunakan pakaiannya kemarin. Sebenarnya Liza sudah menawari Radya pakaian, tapi Radya menolaknya dengan alasan pagi-pagi dia akan pulang jadi tidak memerlukan baju ganti.

"Assalamualaikum mbak-mbak" ucap Radya begitu melihat para mbak ndalem yang sedang memasak bersama.

"Waalaikumsalam mbak" jawab semua yang ada didapur.

"Ada yang bisa aku bantu nggak?" Tanya Radya sambil berjalan mendekati.

"Nggak usah mbak. Mbak duduk aja" jawab salah satu santriwati yang ada disana.

"Iya mbak nya duduk aja. Mbak kan tamu Ndalem" ucap santriwati yang tadi malam melihat Radya datang. Nisa tentu saja.

Radya yang mendengar itu terdiam sambil berfikir.

"Aku tamu ? Kan aku menantunya yang punya pesantren. Loh tapi kan aku yang minta sendiri biar nggak di kenalin. Woah berarti umi sama abi da best pokoknya lah" ucap Radya dalam hati sambil tersenyum senang.

Radya sempat memaksa tetapi pada akhirnya Radya mengalah juga dan berakhir duduk dikursi yang ada disitu sambil mengecek notif yang masuk pada ponselnya.

Setelah beberapa menit mengecek notif diponselnya, tiba-tiba ponsel Radya masuk notif panggilan dari teman nya.

"Halo Radya kamu dimana sih? Udah jam berapa nih? Katanya mau lanjutin" ucap orang diseberang.

"Salam dulu Fa kebiasan aja kamu"

"Yaudah iya Assalamualaikum ukhti"

"Nah gitu. Waalaikumsalam"

"Jadi, kamu dimana sekarang?"

"Lagi di pesantren Abi nya Abil"

"Loh kok bisa? Kapan berangkatnya?"

"Bisalah. Sendiri naik si mini kemarin sore"

"Emang yah si tomboy satu ini nekat bangetttt. Ngapain kamu di rumah mertua ?"

"Syuttt bacot banget kamu. Ngambil buku aku yang kemarin ku cari itu loh ampe uring-uringan. Ternyata buku itu kebawa mobilnya Abil waktu kepondok"

"Ooh. Bagus deh kalau udah ketemu. Kamu jangan lama-lama disana. Kita udah janjian loh mau buat sama-sama"

"Iya sore kita ketemuan. Ini juga habis sarapan terus aku mau balik. Maunya sih aku habis subuh tadi tapi nggak di bolehin sama umi"

"Yodah sarapan dulu terus cepet pulang yah jangan lama-lama"

"Iya bawel. Udah dulu yah Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Panggilan pun berakhir. Radya mengalihkan pandangan nya kearah Mbak Ndalem yang masih sibuk didepan nya. Ada juga yang lirik-lirik penasaran kearah Radya.

"Beneran nih mbak nggak ada yang bisa aku bantu?" Tanya Radya karena dirinya tidai enak hati hanya duduk tidak melakukan apa pun.

"Iya mbak" jawab mereka serempak. Radya yang mendengar itu tercengang sebentar.

"O-oh iya kalau gitu saya kedepan dulu yah semua. Assalamualaikum" ucap Radya.

"Waalaikumsalam" jawab mereka.

Radya berjalan pelan kearah ruang keluarga yang ada di Ndalem. Radya melihat ada TV, jadi daripada tidak ada yang dikerjakannya, Radya menghidupkan TV dan mencari saluran yang menurutnya menarik.

Radya's Life StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang