δύο (2)

19 2 0
                                    

Assalamualaikum...
Bissmillah..

---

Hari ini adalah hari sibuk bagi semua kalangan. Kalian bisa tebak, yap hari ini adalah hari yang bernama senin. Hari dimana orang-orang sibuk. Sama hal nya seperti Radya yang saat ini ada kuliah pagi. Tapi sayang orang yang di sebutkan tadi masih terlelap dengan tenang dikasurnya setelah menunaikan kewajibannya tadi. Alaram berbunyi pun hanya di abaikan saja olehnya. Karena tadi malamnya Radya tertidur pukul 1 pagi.

Tok tok tok

"Zahra" ucap Bunda Aira setelah mengetuk pintu kamar putrinya.

"Zahra bangun nak. Udah jam berapa ini katamu ada kuliah pagi"

Tok tok tok

"ZAHRA"

"Iya Bun. Udah bangun" jawab Radya setelah tersentak kaget mendengar suara Bundanya yang mengelegar bagaikan guntur disaat hujan. Oke itu berlebihan.

"Kamu cepat mandi terus sarapan udah jam setengah tujuh" ucap Bunda lagi.

"Iya Bunda" jawab Radya. Setelah mendengar jawaban dari Radya, Bunda pun berlalu dari depan pintu kamar putrinya itu.

Karena tidak mendengar lagi suara dari Bundanya, Radya langsung duduk bersila diatas kasurnya dengan mata yang menyipit. Radya masih dalam proses penyempurnaan nyawa. Maklum nyawa Radya masih berpencar belum sepenuhnya bersatu. Kek aku dan dia :v

Setelah pengumpulan nyawa yang memakan waktu 2 menit, akhirnya nyawa Radya sudah berkumpul menjadi satu. Radya lantas beranjak dari posisinya dan mengambil handuk yang tergantung lalu berjalan kearah kamar mandi.

Seperti biasa Radya hanya butuh 15 menit di kamar mandi. Radya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju kaos putih polos dibalut dengan kemeja hitam kotak-kota yang sengaja tidak dikancing dengan celana jeans hitam yang tidak ketat.

Radya berjalan kearah meja riasnya sambil mengosok pelan rambutnya yang setengah basah. Setelah sampai di depan kaca, Radya langsung mengambil hairdryer miliknya dan langsung mengeringkan rambutnya dengan cepat.

Setelah mengeringkan rambutnya, Radya mengikat rambutnya menjadi satu. Memakai ciput lalu memakai bedak tabur dan juga lipbam. Setelah itu Radya memakai jilbab pasminah warna hitam miliknya. Setelah itu mengatur buku serta kertas-kertas yang dibutuhkan hari ini dikampus serta laptop yang tidak pernah apsen. Sekalian membereskan meja belajarnya yang tidak rapi. Kertas berhamburan diatas meja bagaikan bunga tabur di susun dengan rapi kembali dan disimpan ditempat dimana dia berada.

Setelah semua siap Radya memakai tas ranselnya yang berwana biru navy. Memakai kaos kaki dan turun kebawah untuk sarapan.

"Pagi Ayah dan Bunda" ucap Radya setelah duduk dikursi meja makan.

"Pagi sayang" jawab Bunda dan Ayah Radya dengan kompak.

"Masuk jam berapa Ra?" Tanya Ayah.

"Jam 8 yah" jawab Radya.

"Makasih Bunda" ucap Radya setelah Bunda Aira memberikannya roti yang sudah diolesi selai coklat.

Radya dengan cepat menghabiskan sarapannya karena jam sudah menunjukkan pukul 07:20.

"Ayok Ayah antar" ucap Ayah sambil berdiri dari kursinya.

"Oke Yah" jawab Radya dengan semangat. Biasanya Radya berangkat bersama babang gojek atau taksi onlen atau supir juga.

"Aku berangkat dulu ya Bunda" ucap Radya sambil mencium tangan Bundanya yang dibalas anggukan oleh Bunda.

"Ayah juga ya Bun" ucap Ayah sambil mencium kening sang istri. Dan dibalas dengan bunda yang mencium tangan ayah.

Radya's Life StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang