Baca dulu aja, kalau cocok baru masukin perpus.
"Aku mau kita putus!"
Ucapan mutlak itu keluar dari mulut seorang gadis bernama Jingga Sarasvati Smith. Kalimat itu ditujukan untuk laki-laki yang sedang duduk di hadapannya.
Laki-laki itu adalah Eros Stefano Miguel. Di sekolah, Eros dikenal sebagai sosok kutu buku dan pendiam. Namun, di sisi lain, dia juga sangat disegani banyak orang karena merupakan putra dari Kenan Adijaya Miguel dan Aldara Maheswari Miguel, keluarga paling berkuasa di negaranya.
Saat ini, keduanya sedang makan malam di sebuah restoran ternama.
Ucapan Jingga membuat Eros yang tadinya merasa bahagia seketika mematung. "Kenapa? Aku ada salah, ya? Atau aku ngelakuin sesuatu yang gak kamu suka? Kalau memang iya, tolong kita bicarain baik-baik. Jangan langsung minta putus," tanya Eros bertubi-tubi.
Sementara itu, Jingga hanya menggeleng pelan. "Enggak. Aku cuma mau putus aja sama kamu," jawabnya.
"Ya, tapi kenapa, Jingga? Sedangkan aku aja gak tau apa masalahnya sampai kamu tiba-tiba minta putus sama aku."
Jingga menghela napas pelan. "Aku mau jujur sama kamu," katanya. "Sebenarnya aku gak pernah cinta sama kamu. Kamu juga harus tau, aku pacaran sama kamu cuma karena terpaksa."
Jingga membuang pandangannya ke arah lain, seolah enggan menatap Eros yang ada di hadapannya.
"Maksud kamu?"
"Waktu itu aku main truth or dare sama teman-teman aku, dan kebetulan aku dapat dare dari mereka. Darenya yaitu, aku harus bisa pacaran sama kamu selama dua minggu. Nah, hari ini tepat dua minggu, yang artinya tantangan itu udah selesai. Jadi aku harus akhiri semuanya sekaligus jujur sama kamu," jelas Jingga.
Eros tiba-tiba terkekeh pelan, membuat Jingga mengernyit bingung. "Kamu pasti ngeprank aku, kan? Iya, aku tau. Kamu pasti lagi ngeprank aku," ujar Eros sambil tersenyum tipis.
"Aku gak ngeprank kamu. Semua yang aku omongin tadi beneran."
"Jadi, ini semua beneran?" tanya Eros lirih.
"Iya," jawab Jingga sambil memejamkan mata.
Sejujurnya, dia tidak tega menyakiti hati Eros. Namun, mau bagaimana lagi? Dia memang harus mengakhiri hubungan ini karena ia sama sekali tidak mencintai laki-laki itu.
"Kamu keterlaluan! Teganya kamu mainin perasaan aku kayak gitu. Pokoknya aku gak mau putus! Aku bakal pertahanin hubungan kita!" bantah Eros dengan tegas.
Mendengar itu, Jingga langsung membelalakkan mata. "Kamu apaan, sih? Kamu gak bisa kayak gitu dong!" marahnya.
Untung saja restoran itu hanya diisi oleh mereka berdua karena Eros memang sengaja memesan seluruh tempat hanya untuk makan malam mereka.
Eros pikir malam ini akan menjadi kencan indah. Namun kenyataannya, semua harapannya justru hancur begitu saja.
"Kamu yang apa-apaan! Kamu udah nyakitin hati aku, tau gak?!" teriak Eros sambil menatap Jingga dengan penuh kekecewaan.
"Maaf. Tapi aku tetap mau putus sama kamu. Kalau gitu, aku permisi," ucap Jingga.
Setelah mengatakan itu, dia langsung melangkah pergi meninggalkan restoran, mengabaikan teriakan Eros yang terus memanggil namanya.
"Jingga!"
"Jingga, aku mohon jangan putus! Aku gak mau putus sama kamu!"
"Jingga!"
Namun, semua teriakan itu sama sekali tidak didengar oleh Jingga.
Tiba-tiba Eros bangkit dari duduknya. Dengan emosi yang meluap, dia mulai mengamuk dan membanting meja serta kursi di restoran itu hingga berantakan.
Setelahnya, Eros menatap lurus ke depan dengan napas memburu. Tangannya mengepal erat.
"Sial," umpatnya pelan.
"Kamu gak bisa giniin aku, Jingga. Kamu yang udah bikin aku jatuh cinta sedalam ini sama kamu. Aku gak akan pernah biarin kamu pergi dari hidup aku gitu aja."
Eros menyeringai tipis.
"Sesuatu yang udah jadi milik aku, akan tetap jadi milik aku selamanya."
Kalau rame lanjut.
Jangan lupa votmennya ya!💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Eros (End)
Teen Fiction[ FOLLOW DULU YUK SEBELUM BACA!] (MASIH REVISI) "Kamu pikir semudah itu pergi dari ku? Setelah kamu buat aku jatuh cinta sedalam-dalamnya sama kamu? Jingga, kamu yang udah buat aku kayak gini, dan kamu juga yang harus terima konsekuensinya!!" Publis...
