"Em, Raka. Mendingan lo pulang aja deh, soalnya udah hampir sore. Pasti nanti mama lo nyariin, dan makasih ya atas traktirannya hari ini," sela Jingga sembari tersenyum ke arah Raka.
"No problem. Kalau gitu gue pulang dulu ya. Gue juga makasih banyak atas waktunya karena lo udah mau nemenin gue keliling kota ini," Bohong Raka seraya membalas senyuman Jingga. "Tante Rachel mana? Gue mau pamit," tanya Raka.
"Kayaknya Mama lagi di kamar deh. Lo langsung balik aja, nanti gue sampein ke nyokap," jawab Jingga.
"Oke deh, gue pulang ya," ujarnya sembari mengacak rambut Jingga.
Eros yang memang sedari tadi memperhatikan mereka berdua pun seketika mengeraskan rahangnya dengan tangan yang terkepal erat. Namun kemudian, dia kembali tersenyum.
"Bro, gue duluan ya," ujar Raka kepada Eros.
Eros mengangguk. "Hati-hati ya," ujarnya sembari tersenyum.
Setelah kepergian Raka, Jingga dan Eros pun masuk ke dalam rumah milik Jingga. Kemudian keduanya duduk di sofa.
"Kemana aja tadi sama Raka?" tanya Eros sembari mengelus rambut Jingga dengan lembut.
"Kan tadi aku udah bilang, aku habis makan di luar, terus sekalian keliling-keliling sebentar sama Raka, soalnya dia minta aku nemanin," Jawab Jingga malas. "Oh iya, kamu ngapain kesini?" tanya Jingga mengalihkan pembicaraan.
"Emang gak boleh kalau aku main kesini?" Bukannya menjawab, Eros justru bertanya balik kepada gadis itu.
Jingga gelagapan, tetapi kemudian dia mencoba tenang. "Ya enggak sih. Cuma kan kamu lagi sakit, gak boleh ke mana-mana dulu," ujar Jingga.
"Aku udah sembuh kok. Itu berkat kamu yang kemarin udah ngerawat aku," ucap Eros.
"Oh iya? Bagus dong. Lagian itu udah kewajiban aku kan? Sebagai pacar kamu," katanya pura-pura.
Eros mengangguk. "Kamu tau, Jingga? Karena perlakuan kamu kayak gini, aku jadi makin sayang sama kamu," tuturnya. Tanpa aba-aba, Eros pun membawa gadis itu ke dalam pelukannya.
Jingga yang diperlakukan seperti itu pun menegang. Entah kenapa, tiba-tiba saja hatinya berdesir ketika melihat perlakuan Eros kepadanya.
Eros melepaskan pelukan mereka, kemudian dia mendongak menatap wajah cantik gadis pujaannya. Orang-orang yang melihat tatapannya pasti akan tau kalau laki-laki itu sangat mencintai Jingga dengan tulus.
"Kamu sayang sama aku kan, Jingga?" tanya Eros sembari menatap dalam kedua mata Jingga.
Jingga yang ditatap seperti itu pun menjadi gelisah, sampai-sampai ia tidak mendengar pertanyaan dari laki-laki itu.
"Jingga?" panggil Eros.
Jingga tersadar dari lamunannya. "Ha? Apa? Kamu ngomong apa tadi?" tanyanya gelagapan.
Eros yang melihat ekspresi lucu Jingga pun seketika tersenyum. "Lucu," ujar Eros, dan itu semakin membuat Jingga salah tingkah.
'Sial, kok gue jadi salting gini sih' Batinnya kesal.
"Aku tadi nanya sama kamu, kamu sayang kan sama aku?" tanya Eros ulang.
Jingga menganggukkan kepalanya tanpa sadar. Dan Eros yang melihat itu semakin mengembangkan senyumannya.
Kemudian laki-laki itu menangkup wajah Jingga. Dipandangnya wajah gadis itu dengan dalam. Lalu dengan perlahan, Eros mendekatkan bibirnya ke arah kening Jingga.
Cup
Ya, Eros mengecup kening Jingga dengan lembut.
Jingga yang diperlakukan seperti itu tidak bisa mengingkari bahwa dirinya senang.
"E-Eros..." Panggil Jingga gugup.
"Hm?"
"Jangan kayak gini, nanti kalau mama lihat kan malu,"ujarnya gugup. Selain takut sang mama melihat perbuatan mereka, Jingga juga sudah tidak kuat menghadapi perlakuan Eros yang membuat jantungnya berdebar kencang.
"Maaf, aku kelepasan ya?" tanyanya merasa bersalah.
Jingga diam, bingung ingin menjawab apa.
"Jingga?" panggil Eros dengan suara lembutnya.
"Iya?" Jawab Jingga.
"Boleh janji satu hal ke aku?"
"Janji apa?" tanya Jingga tidak mengerti.
"Jangan pernah tinggalin aku selamanya!" jawab Eros serius.
"Kalau aku pergi gimana?" tanya Jingga.
"Aku bakal culik kamu, dan aku bakal jauhin kamu dari semua orang." Walaupun Eros berbicara dengan santai, tetapi terdengar jelas keseriusan di balik ucapannya.
Jingga awalnya mematung mendengar ucapan laki-laki itu, tetapi kemudian dia tertawa terbahak-bahak. "Lakuin aja kalau kamu bisa." Pada kalimat terakhir, gadis itu mengucapkannya sambil berbisik di dekat telinga Eros.
"Kamu nantangin aku?" tanya Eros sembari menaikkan alisnya. Tak lupa pula dia memasang seringai tipis.
"Iya! Aku yakin kamu gak seberani itu, Eros," ujar Jingga sepele.
"Yang buatin minuman siapa?" tanya Jingga.
"Tante Rachel tadi," jawab Eros.
Jingga hanya menjawab dengan ber-oh ria.
"Kamu gak pulang? Ini udah hampir magrib loh," celetuk Jingga.
"Nanti aja, sekalian nunggu habis magrib baru aku pulang," balas Eros sembari menyandarkan kepalanya di bahu Jingga. Dan tanpa sadar, Jingga mengelus rambut Eros.
"Eros? Kenapa kamu bisa sayang sama aku?" tanya Jingga tiba-tiba.
"Kamu beda dari yang lain, Jingga. Bukan cuma rupa kamu doang yang cantik, tapi kamu juga punya hati yang baik. Aku tau itu, walaupun kadang sifat kamu ketus," jawab Eros sembari memejamkan matanya. Ia merasa nyaman dengan posisi itu.
'Lo ternyata setulus itu ya sama gue? Maafin gue, Eros. Gue sadar kalau selama ini gue udah jahat banget sama lo. Gue udah nyia-nyiain orang kayak lo. Tapi gue beneran minta maaf sama lo, Eros. Kalau untuk sekarang, gue belum bisa nempatin lo di hati gue. Karena hati gue udah diisi sama laki-laki lain, yaitu Raka. Dia udah duluan nempatin hati gue, jauh sebelum gue ngenal lo' batin Jingga.
Haiiiiiiiii💗
I'm backkkk guys
Gimana part ini? Apa yang kalian rasain? Kesal, atau senang?
Tandai typo guys!!
Jangan lupa tinggalin jejak ya!
Maaf kalau aku lama updatenya, aku benar-benar sibuk banget di real life. Tolong ngertiin aku ya🥲
Sampai ketemu di part selanjutnya!
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Eros (End)
Teen Fiction[ FOLLOW DULU YUK SEBELUM BACA!] (MASIH REVISI) "Kamu pikir semudah itu pergi dari ku? Setelah kamu buat aku jatuh cinta sedalam-dalamnya sama kamu? Jingga, kamu yang udah buat aku kayak gini, dan kamu juga yang harus terima konsekuensinya!!" Publis...
