Haloooo❤️
Maaf baru sempat update lagiii.
Soalnya aku akhir-akhir ini gak mood buat nulis, dan juga kebetulan aku lagi ada masalh sedikit di rl.
Sekali lagi aku minta maaf, guyss.
***
"Kamu udah pulang, Sayang?" tanya Rachel kepada putrinya yang baru saja masuk ke dalam rumah.
Jingga yang mendengar suara sang mama pun terkejut.
"Ih, Mama. Jingga kaget tau, Mama tiba-tiba muncul di belakang Jingga," katanya sembari mengerucutkan bibir. Tak lupa, gadis itu menyalami tangan Rachel.
Rachel yang mendengar itu seketika terkekeh.
"Maaf, Sayang," ujarnya sembari menuntun sang anak agar duduk di sofa yang terletak tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Gimana keadaan Eros, Nak?" tanya Rachel ketika mereka sudah duduk di sofa.
"Eros udah lebih baik dari sebelumnya kok, Ma," jawab Jingga.
"Baguslah kalau begitu," ujar Rachel sembari mengelus lembut rambut putri satu-satunya itu.
"Papa mana, Ma?" tanya Jingga ketika tidak melihat sang papa.
"Papa lagi ke kantor. Tiba-tiba aja ada seseorang yang bantu perusahaan kita, dan berkat itu perusahaan kita perlahan bisa bangkit lagi," jelas Rachel antusias.
'Ternyata Tante Dara sama Om Kenan beneran nepatin ucapan mereka' batin Jingga sembari tersenyum.
"Ma, sebenarnya orang tua Eros yang bantu kita," tutur Jingga kepada sang mama.
"Maksud kamu apa, Jingga? Mama sama sekali gak ngerti," kata Rachel sembari mengernyitkan dahinya.
Jingga menghela napas pelan. Kemudian gadis itu menjelaskan semuanya dengan jujur kepada Rachel.
"Begitu, Ma," ujarnya setelah selesai menjelaskan.
"Oh gitu... jadi ini semua berkat mereka? Mereka memang baik banget ya. Mama nanti bakal cerita ke papa kamu soal ini," ujar Rachel sembari tersenyum.
"Sekarang kamu istirahat gih, pasti capek banget. Atau mau Mama buatin susu cokelat panas?" sambung Rachel.
"Gak usah, Ma. Jingga langsung istirahat aja," ujar Jingga yang kemudian dijawab anggukan oleh Rachel.
Cup.
"Bye, Ma," ujarnya sembari mencium pipi sang mama.
Jingga pun beranjak dari duduknya. Setelah itu, ia melangkahkan kaki menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, Jingga langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
"Capek banget harus pura-pura akting seharian. Untung aja ada imbalannya. Kalau enggak, pasti gue gak bakal ikhlas nurutin kemauan orang tua dari laki-laki gila itu," katanya sinis.
Dreettt... dreettt...
Saat ia ingin memejamkan mata, tiba-tiba ponselnya berbunyi, menandakan ada seseorang yang meneleponnya.
"Siapa sih, ganggu banget," ujarnya kesal.
Dengan malas, Jingga mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Matanya langsung melihat nama penelepon tersebut. Sumpah, kalau yang menelepon Eros, dia gak bakal mau angkat.
Raka🖤 is calling...
Deg!
Nama Raka tertera di layar ponselnya. Melihat itu, wajah Jingga yang tadinya kesal kini berubah menjadi senang. Tanpa menunggu lama lagi, gadis itu segera menjawab telepon tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Eros (End)
Ficção Adolescente[ FOLLOW DULU YUK SEBELUM BACA!] (MASIH REVISI) "Kamu pikir semudah itu pergi dari ku? Setelah kamu buat aku jatuh cinta sedalam-dalamnya sama kamu? Jingga, kamu yang udah buat aku kayak gini, dan kamu juga yang harus terima konsekuensinya!!" Publis...
