59 (End)

2.5K 53 4
                                        

Di sisi lain.

"Baik, karena kedua orang tua saudara Eros, dan juga pak Evan sudah berada di sini, kita mulai saja pembicaraan ini ya," kata polisi yang bernama Jay.

"Silahkan, pak!" Sahut ketiganya.

"Jadi begini, pak, buk. Setelah kemarin saudara Eros kami bawa kesini, beliau terus menerus berteriak dan mengamuk. Hingga kami pun memanggil seorang psikolog, untuk meng-cek kondisi saudara Eros. Setelah psikolog itu memeriksanya, psikolog itu mengatakan bahwa saudara Eros mengalami penyakit Obsessive love disorder," jelas polisi tersebut.

Obsessive love disorder merupakan kondisi mental seseorang yang mengalami perasaaan obsesi cinta yang tidak sehat terhadap orang yang disukai. Biasanya, orang yang mengalami kondisi ini memiliki perasaan yang kuat dan tidak mau melepaskan diri dari pasangan.

Ketiganya mendengar itu membelalakkan matanya.

"Dan yang saya ingin tanyakan kepada bapak dan ibu, selaku kedua orang tua saudara Eros. Apakah sebelumnya saudara Eros pernah mengalami kejadian seperti ini juga? Maksud saya, seperti yang saudara Eros lakukan kepada saudari Jingga?" Tanya Jay.

Kenan dan Dara menggeleng.

"Belum, baru kali ini Eros berlaku seperti itu," jawab Kenan.

"Pak, apakah penyakit itu bisa di sembuhkan?" Tanya Dara.

"Seperti yang di katakan oleh psikolog yang memeriksa saudara Eros. Beliau mengatakan bisa, asal saudara Eros mau melakukan perawatan. Ya, walaupun prosesnya itu memakan waktu yang lama," jawab Jay.

"Itu–artinya Eros bakal masuk ke dalam rumah sakit jiwa?" Tanya Kenan. Dan di jawab anggukan oleh polisi tersebut.

Dara yang mendengar itu seketika pun menjadi histeris. "Papa, kenapa Eros menjadi seperti ini?" Tanyanya sembari terisak.

Kenan yang melihat kesedihan sang istri pun lantas segera memeluk istrinya itu.

"Lalu, bagaimana dengan hukuman atas perbuatan yang di lakukan oleh Eros?" Tanya Evan.

"Soal itu, dalam Pasal 44 ayat (1) KUHP, mengatakan bahwa orang yang memiliki penyakit mental, tidak dapat di pidana. Oleh sebab itu, saudara Eros tidak bisa kami pidana, akan tetapi, saudara Eros tetap masih ada dalam pengawasan kami selama beliau lagi masa penyembuhan," jawab Polisi itu menjelaskan.

Sejujurnya, mendengar itu ada rasa tidak terima dalam diri Evan. Akan tetapi, akal sehat pria paruh baya itu pun mencoba untuk memakluminya.

"Baiklah, kalau begitu," ujar Evan.

"Baik, setelah ini kami akan menyusun semuanya. Dan kamilah yang akan mengantar saudara Eros hingga sampai rumah sakit jiwa. Kalau begitu, bapak dan ibu bisa kembali ke rumah masing-masing!" Seru polisi.

Ketiganya mengangguk, sembari beranjak dari kursinya masing-masing. "Terimakasih atas penjelasannya, pak. Kami pamit undur diri," ujar mereka sembari menjabat tangan polisi tersebut secara bergantian. Setelahnya mereka pun melangkahkan kakinya pergi.

"Evan, tunggu!" Teriak Kenan dan Dara kepada Evan yang sudah bersiap untuk masuk ke dalam mobil.

Evan menoleh, kemudian berkata. "Ada apa?" Tanyanya ketika keduanya sudah berada di hadapan dirinya.

"Kami ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada kamu dan keluarga mu," jawab Kenan yang di angguki oleh Dara.

Evan mengangguk. "Ya, kami sudah memaafkan kalian," ungkap Evan. "Akan tetapi, kalian juga harus meminta maaf kepada Axel dan keluarganya," kata Evan.

"Baik, nanti kami akan menemui mereka untuk meminta maaf," ujar Kenan. "Ohiya, soal perceraian Jingga dan Eros–" ucapan Kenan harus terputus, karena Evan menyelanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 28, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Crazy Eros (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang