Akhirnya bisa update lagi🔥
Kalian apa kabar?
Kira-kira masih ada yang baca cerita ini gak?
Seperti biasanya, jangan lupa tinggalin jejak ya!
Supaya aku tau siapa aja yang masih baca cerita aku.
***
"Bagaimana hubunganmu dengan putrinya Evan, Boy?" tanya Kenan sambil memasukkan potongan daging ke mulutnya.
"Kami udah putus, Pa," jawab Eros seraya mengaduk makanannya yang bahkan belum sempat dia sentuh.
"Kok bisa, Sayang?" tanya Dara cepat.
"Gak tau, Ma. Dia sendiri yang minta putus," bohong Eros.
Eros memang sengaja tidak memberi tahu kedua orang tuanya alasan Jingga meminta putus. Karena Eros tidak ingin mereka membenci gadis itu.
"Pantas aja kamu gak pernah lagi bawa dia ke rumah ini," ujar Dara sambil meminum jus stroberinya.
Eros hanya diam, karena ia sungguh bingung harus menjawab apa.
"Papa selesai," ujar Kenan setelah menghabiskan makanannya.
"Kamu mau aku ambilin dessert, Mas?" tanya Dara kepada suaminya.
"Kamu buat dessert?" Bukannya menjawab, Kenan justru malah balik bertanya.
"Iya. Gimana? Mau aku ambilin?"
"Gak usah. Kebetulan aku udah kenyang."
Jawaban itu membuat Dara langsung memanyunkan bibir. Sedangkan Kenan yang melihat ekspresi istrinya, seketika pun terkekeh pelan.
"Jangan sedih, Sayang. Aku janji bakal makan nanti. Kasih kesempatan perutku buat bernapas dulu," ujarnya sambil mencium pipi Dara.
"Janji ya!"
Kenan mengangguk santai.
"Ck, hargai aku yang masih ada di sini dong," decih Eros yang melihat tingkah kedua orang tuanya.
"Itu risiko jadi jomblo," balas Kenan sambil tersenyum sinis.
"Sialan," umpat Eros pelan, tetapi masih terdengar jelas oleh kedua orang tuanya.
"Udahlah, kalian ini setiap hari berantem terus," lerai Dara.
"Anakmu duluan yang mulai, Sayang," balas Kenan santai.
"Bukannya dia juga anak kamu?" tanya Dara sambil memutar bola mata malas.
"Tentu saja."
Eros yang mendengarnya hanya bisa menghela napas panjang. "Pa," panggilnya.
Kenan yang sedang membersihkan mulut dengan tisu langsung menoleh. "Ada apa, Boy?" tanyanya sambil mengangkat sebelah alis.
"Apa Papa mau bantu aku?" tanya Eros ragu.
"Katakan saja."
"Bantu aku supaya Jingga mau balikan sama aku."
Kenan menatap putranya beberapa detik. "Kamu masih cinta sama dia?"
Eros mengangguk tanpa ragu.
"Baiklah. Serahkan aja sama Papa. Papa yakin, gak sampai seminggu gadis itu bakal balik lagi ke pelukan kamu," ucap Kenan meyakinkan.
"Papa serius?" tanya Eros antusias.
"Iya."
"Terima kasih, Pa. Papa memang penyelamatku. Aku sayang banget sama Papa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Eros (End)
Teen Fiction[ FOLLOW DULU YUK SEBELUM BACA!] (MASIH REVISI) "Kamu pikir semudah itu pergi dari ku? Setelah kamu buat aku jatuh cinta sedalam-dalamnya sama kamu? Jingga, kamu yang udah buat aku kayak gini, dan kamu juga yang harus terima konsekuensinya!!" Publis...
