Hiii❣️
Gimana puasanya kalian? Lancar gak?
Jangan lupa tinggalin jejak ya guys!!
Happy reading 💗💗
"Jingga, tunggu!" seru seorang laki-laki dari arah belakang.
Bukannya berhenti, Jingga malah mempercepat langkahnya agar segera menjauh dari Eros.
Ya, laki-laki yang memanggilnya itu memang Eros. Tadi, setelah bel pulang berbunyi, Eros sempat memanggil Jingga, tetapi gadis itu sama sekali tidak menghiraukannya.
Jingga pikir Eros akan berhenti mengejarnya. Namun ternyata dia salah. Eros justru terus mengejarnya sampai ke area parkiran.
Karena berjalan terburu-buru, Jingga tidak menyadari ada batu berukuran cukup besar di depannya.
Bruk!
"Shit!" umpat Jingga saat tubuhnya jatuh tersungkur ke tanah.
"Siapa sih yang naro batu di sini?" omelnya sambil berusaha berdiri, meski terasa sedikit sulit karena lututnya terluka.
Eros yang baru saja sampai langsung bergegas membantu Jingga berdiri. Namun, tangannya justru ditepis kasar oleh gadis itu.
"Jingga, kamu gak apa-apa? Kita ke UKS ya, biar aku obatin, pas—"
"BISA DIAM GAK SIH LO?!" bentak Jingga tiba-tiba, memotong ucapan Eros.
"INI SEMUA GARA-GARA LO TAU, GAK?!" sambungnya penuh emosi.
Eros yang dibentak oleh gadis yang dicintainya itu langsung merasakan sesak di dadanya.
"Maaf, Jingga. Aku gak bermaksud bikin kamu jatuh," ucapnya penuh rasa bersalah.
"Udahlah, Eros. Mending lo gak usah ganggu gue lagi. Emangnya masih kurang jelas perkataan gue waktu itu, hah?" ujar Jingga dengan napas memburu.
"Aku gak mau putus sama kamu. Please, jangan putus ya," ucap Eros lembut sambil menggenggam tangan Jingga.
Namun, Jingga segera menarik tangannya dengan kasar. "Gak usah sentuh gue!" peringatnya tajam. "Tapi keputusan gue udah bulat. Gue tetap mau putus sama lo."
Eros menatap Jingga sendu. "Kenapa kamu jadi kayak gini? Ini bukan Jingga yang aku kenal. Kamu berubah jadi kasar sama aku," lirihnya. "Dan juga, kenapa kamu blokir nomor aku?" sambungnya lagi.
"Terserah apa kata lo. Gue udah gak peduli. Intinya, jangan ganggu gue lagi. Kita udah gak punya hubungan apa-apa! Mau lo setuju atau enggak sama keputusan ini, GUE GAK PEDULI!" tutur Jingga sambil menatap tajam Eros.
"Lo nanya kenapa gue blokir nomor lo? Ya itu salah lo sendiri. Suruh siapa ngeganggu gue terus?"
Jingga menarik napas sebelum kembali melanjutkan ucapannya.
"Dan oh iya, mulai sekarang gak usah panggil aku-kamu lagi. Cukup lo-gue aja. Gue geli dengarnya."
Setelah mengatakan itu, Jingga langsung melangkah pergi tanpa memberi kesempatan Eros untuk menjawab.
Eros hanya bisa menatap punggung gadis itu dengan rahang mengeras dan tangan mengepal kuat.
"Kita lihat aja, Jingga. Siapa yang bakal menang di sini," ujarnya pelan.
***
"Sayang, kenapa? Kok mukanya cemberut gitu?" tanya Rachel kepada putrinya.
"Jingga gak apa-apa kok, Ma. Cuma pusing aja karena tugas hari ini banyak banget," jawab Jingga berbohong.
Rachel tersenyum lembut. "Oh gitu. Yaudah, gak usah dipikirin terlalu keras ya. Sekarang mending kamu ganti baju terus makan. Mama siapin makanannya dulu."
"Iya, Ma. Kalau gitu Jingga ke kamar dulu ya," pamit Jingga sambil tersenyum kecil.
"Iya, Sayang," balas Rachel dengan senyum hangat.
Begitu sampai di kamar, Jingga langsung melempar tasnya sembarangan.
"Eros beneran gila. Nyesel gue nurutin dare dari Aca sama Abel," gerutunya kesal.
Saat masih asyik mengomel sendiri, tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk.
Ting!
Jingga segera mengambil ponselnya yang masih berada di saku seragam.
"Nomor gak dikenal? Siapa ya?" gumamnya heran.
08**********
Tunggu sebentar lagi, Jingga.
Melihat isi pesan itu, Jingga langsung mengernyit bingung.
"Apa maksudnya? Tunggu sebentar lagi? Maksud orang ini apaan?" gumamnya sambil menatap layar ponsel.
Namun, setelah beberapa detik, dia malah mendengkus cuek.
"Ah, paling juga orang iseng," katanya. "Mending gue mandi aja deh," lanjutnya sembari meletakkan ponselnya di meja samping tempat tidur.
Setelah itu, dia berjalan masuk ke kamar mandi tanpa tahu bahwa pesan tersebut akan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Ada yang bisa tebak gak? Siapa yang ngirim pesan itu ke jingga?
Maaf gak bisa nulis banyak.
Aku lagi ada urusan soalnya, ini aja aku sempat-sempatin buat nulis, karena aku gak mau buat kalian nunggu makin lama.
Mungkin di part selanjutnya aku bakal nulis yang panjang guys.
Jangan lupa votmennya ya!
votmen dari kalian itu sungguh berarti banget buat aku💗💗
See u next part.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Eros (End)
Jugendliteratur[ FOLLOW DULU YUK SEBELUM BACA!] (MASIH REVISI) "Kamu pikir semudah itu pergi dari ku? Setelah kamu buat aku jatuh cinta sedalam-dalamnya sama kamu? Jingga, kamu yang udah buat aku kayak gini, dan kamu juga yang harus terima konsekuensinya!!" Publis...
