Hai, aku balik lagiiii😻
Kangen gak?
Maaf ya baru bisa update sekarang, kemarin aku sibuk banget.
Jangan lupa ramaikan ya! Kalau gak ramai aku mau hiatus aja ah.
***
Sudah empat hari Eros dirawat di rumah sakit, dan hari ini dokter akhirnya memperbolehkannya pulang.
"Ma, aku pulang sama Jingga aja ya. Soalnya pengen berduaan doang," katanya kepada Dara yang sedang memasukkan barang-barang Eros ke dalam tas.
Dara menoleh ke arah sang anak, lalu menjawab, "Kamu kan belum benar-benar pulih, Sayang. Gak boleh nyetir dulu!"
"Aku udah sembuh kok, Ma," balas Eros tak mau kalah.
"Udah kasih aja lah, Sayang. Kamu kan tau anak kita itu kuat," sahut Kenan membela putranya.
Eros yang dibela pun tersenyum ke arah Kenan.
"Kamu apaan sih, Mas? Walaupun Eros anak yang kuat, tetap aja aku gak ngasih izin, karena dia baru aja siuman," ujar Dara.
Kenan yang tak mau membuat istrinya semakin kesal akhirnya memilih diam.
"Please, Ma! Aku janji bawanya bakal pelan-pelan," mohon Eros.
"Gak boleh, Sayang! Tapi kalau kamu pulangnya pakai supir, baru Mama bolehin," kata Dara.
"Yaudah deh, gak apa-apa, Ma. Yang penting aku sama Jingga bisa berduaan," ujarnya akhirnya mengalah.
"Nah, gitu dong! Kalau begitu baru Mama setuju," kata Dara sembari tersenyum, yang dibalas senyum oleh sang anak.
Ceklek.
"Pagi, Om, Tante," sapa Jingga yang baru saja datang. Kemudian gadis itu menyalami kedua orang tua Eros secara bergantian.
"Pagi, Sayang," sahut Dara.
"Pagi," balas Kenan singkat.
"Mau Jingga bantu gak, Tante?" tawar Jingga.
Dara menggeleng sembari tersenyum. "Gak usah, Jingga. Tante bisa sendiri kok. Kamu temenin aja Eros sana," jawab Dara sembari menunjuk Eros.
"Oh, oke, Tante," ujar Jingga. Kemudian gadis itu melangkahkan kakinya mendekati Eros yang sedang duduk di sofa sambil tersenyum ke arahnya.
"Kok lama banget datangnya?" tanya Eros saat Jingga sudah sampai di hadapannya.
"Iya, tadi nunggu taksinya lama banget datang," jawab Jingga sembari duduk di samping Eros.
Eros mengangguk pelan. "Kamu ke sini naik taksi?" tanyanya lagi.
"Iya."
"Kenapa naik taksi? Pak Mamat ke mana emangnya?"
"Tadi Pak Mamat ngantar Mama ke kantor Papa."
"Supir taksinya ganteng gak?"
Pertanyaan Eros yang tak jelas itu membuat Jingga mengernyit bingung. "Pertanyaan kamu apaan sih? Gak jelas banget," ujar Jingga sembari memutar bola matanya malas.
"Tinggal jawab aja susahnya apa, Sayang?"
"Ya kamu aneh, masa ngasih pertanyaan kayak gitu."
"Aku cuma takut yang nyupir ganteng, terus kamu malah kepincut sama dia. Walaupun kemungkinan besar tetep gantengan aku sih," tutur Eros percaya diri.
"Gak jelas banget. Lagian yang nyupir udah tua kok, mana mungkin aku kepincut."
"Syukur deh, aku jadi tenang sekarang," ujar Eros sembari tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Eros (End)
Jugendliteratur[ FOLLOW DULU YUK SEBELUM BACA!] (MASIH REVISI) "Kamu pikir semudah itu pergi dari ku? Setelah kamu buat aku jatuh cinta sedalam-dalamnya sama kamu? Jingga, kamu yang udah buat aku kayak gini, dan kamu juga yang harus terima konsekuensinya!!" Publis...
