16. Raka Ketemu Eros

7.8K 383 11
                                        

Haii💗

Gimana kabar kalian?

Maaf ya baru bisa update sekarang, karena akhir-akhir ini aku lagi persiapan untuk masuk kuliah 🥲

Jangan lupa votmennya ya!

Makasih buat kalian yang masih nunggu cerita ini, love u banyak-banyak buat kaliannn❤️❤️



***

"Sayang, gimana kalau kita pergi keluar? Entah ke taman atau mall gitu. Udah lama juga kan kita gak main bareng," ujar Raka kepada Jingga.

Saat ini keduanya sedang bersantai ria di sofa milik Jingga. Dengan Raka yang tidur di paha gadis itu dan Jingga yang sedang mengelus rambut sang kekasih.

"Boleh tuh. Pokoknya hari ini kita harus full time seharian, sekalian buat ganti hari-hari kita yang sebelumnya," ucap Jingga dengan antusias.

Raka yang melihat keantusiasan Jingga pun tersenyum seraya mencubit pipi gadis itu.

"Ih, sakit tau!" kata Jingga sembari memukul pelan tangan Raka.

"Habisnya kamu lucu," ujar Raka seraya terkekeh. "Yaudah yuk pergi! Tunggu apalagi?" lanjutnya.

"Yuk—eh, tapi bentar dulu ya! Aku mau ganti baju sama pamit dulu ke Mama," ucap Jingga yang dijawab anggukan oleh Raka.

Setelah itu, Jingga pun melenggang pergi.

Lima belas menit berlalu, akhirnya Jingga sudah selesai bersiap-siap. Kemudian gadis itu pun melangkahkan kakinya ke arah kamar orang tuanya guna pamit kepada mamanya.

Ceklek

"Ma, Jingga mau pergi dulu ya sama Raka," ucap Jingga setelah sampai di kamar orang tuanya.

"Mau pergi ke mana?" tanya Rachel yang sedang duduk di pinggiran ranjang sembari membaca sebuah majalah.

"Keluar bentar, jalan-jalan," jawab Jingga dengan santai.

"Jangan lama-lama! Kan bahaya kalau Eros tau," kata Rachel memperingati.

"Ya biarin aja kali, ma. Emang Eros siapanya aku? Mama kok kayaknya terkesan ngedukung aku sama Eros ya!"

"Jingga! Jaga bicara kamu! Mama cuma memperingati sekaligus berjaga-jaga. Kan bahaya kalau Eros ataupun keluarganya tau. Kamu lupa, Jingga? Keluarga Eros udah baik sama kita, jadi jangan sampai kamu ngecewain mereka!" cerocos Rachel.

Jingga yang mendengar sang mama terus merocos pun menghela napas kasar. "Iya, iya, Jingga tau. Jingga bakal hati-hati," ujar Jingga yang akhirnya pasrah.

"Awas aja kalau sampai Eros ataupun keluarganya tau tentang hubungan kamu sama Raka. Mama bakal suruh kalian putus!" ancam Rachel yang membuat Jingga memutar bola matanya malas.

"Yaudah, kalau gitu Jingga pergi dulu!" ujarnya sembari menyalami sang mama.

Setelah itu, Jingga pun langsung melenggang keluar kamar. Tanpa Jingga ketahui, sang mama mengikutinya dari belakang.

Menyadari bahwa sang mama mengikutinya, Jingga pun menghentikan langkahnya.

"Mama ngapain ikut keluar?" tanya Jingga sinis.

"Terserah mama dong," jawab Rachel tak kalah sinis.

Mendengar jawaban Rachel, Jingga pun menghela napas kasar. Setelah itu, gadis itu memilih diam dan melanjutkan langkahnya kembali.

"Yuk, sayang. Kita pergi!" ajak Jingga setelah sampai di hadapan Raka.

Raka mengangguk, kemudian beranjak dari duduknya. "Yuk!" seru Raka sembari menggenggam tangan Jingga.

"Eh, Tante," ujar Raka terkejut saat menyadari ada Rachel di belakang Jingga.

Rachel tersenyum. "Mau pergi ya?" tanya Rachel dengan pura-pura ramah.

Raka mengangguk. "Saya izin membawa anak Tante keluar sebentar ya," ucap Raka sopan sembari menyalami tangan Rachel.

"Oke, jangan pulang malam-malam ya!" tutur Rachel.

"Iya, Tante."

"Udah ah, Mama lama banget," sahut Jingga kesal.

Rachel yang mendengar itu membelalakkan matanya. "Gak sopan kamu ya!"

Memilih abai, Jingga pun langsung menarik tangan Raka untuk mengikutinya keluar.

***

Sesampainya di mall, tempat pertama yang mereka tuju adalah bioskop.

Ya, mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke mall.

Setelah dua jam menonton film, mereka pun memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu di kafe yang ada di mall tersebut.

"Kamu mau pesan apa, Sayang?" tanya Raka sembari membolak-balik menu.

"Aku mau pesan spaghetti sama strawberry milkshake," jawab Jingga.

"Mbak, saya pesan spaghetti satu, strawberry milkshake satu, terus ayam rica-rica satu dan jus jeruk satu," ujar Raka kepada sang waiter.

"Oke, mohon tunggu sebentar ya, Mas, Mbak," ucap sang waiter, kemudian melenggang pergi.

"Udah lama ya kita gak kayak gini?" tanya Jingga sembari memandang ke penjuru cafe.

"Iya, kayaknya terakhir kita kayak gini tuh waktu sebelum aku pergi study ke London deh, dan bertepatan sama anniversary kita, right?" jawab Raka sembari tersenyum.

Jingga mengangguk antusias. "Right. Aku masih ingat banget waktu itu, kamu benar-benar buat aku jadi ratu," ujar Jingga.

"Kamu itu memang ratu aku, dari dulu sampai sekarang," gombal Raka yang membuat pipi Jingga merona.

"Kamu bisa aja, ih," ujar Jingga salah tingkah.

Setelah itu, pembicaraan mereka pun terhenti karena pesanan mereka sudah datang.

Beberapa menit kemudian, mereka pun sudah menyelesaikan acara makan mereka. Setelah itu, keduanya memutuskan untuk shopping.

Selesai shopping, mereka pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah hampir petang.

***

"Itu mobil siapa? Kok parkir di halaman rumah kamu?" tanya Raka sembari mengernyitkan dahinya bingung.

'Mati gue, itu kan mobil Eros' batin Jingga panik.

"Kayaknya itu mobil Eros deh," jawab Jingga.

"Mau ngapain dia ke rumah kamu?" tanya Raka lagi.

Jingga yang mendengar itu hanya mengedikkan bahunya acuh. "Gak tau. Mending kamu langsung pulang aja deh, bahaya kalau Eros tau kita habis jalan bareng," tutur Jingga panik.

"Gak ah, biarin aja kali. Tinggal bilang aja kalau aku sepupu kamu yang tinggal di luar negeri," celetuk Raka.

"Dasar keras kepala!" gerutu Jingga.

Raka yang mendengar itu terkekeh. "Yuk turun! Aku antar sampai depan pintu," ucapnya sembari membuka pintu mobilnya dan disusul oleh Jingga yang terlihat pasrah.

Ceklek

Dan benar saja, setelah mereka membuka pintu rumah Jingga, terlihat Eros yang sedang duduk di sofa milik Jingga dengan tatapan tertuju ke arah mereka.

Eros yang melihat kehadiran sang kekasih pun beranjak dari duduknya.

"Dari mana? Dan siapa dia?" tanya Eros setelah sampai di hadapan Jingga.

"Aku habis makan dari luar tadi," jawab Jingga mencoba santai. "Dan ohya, kenalin, ini sepupu aku, namanya Raka. Dia tinggal di London," sambungnya.

Raut wajah Eros yang tadinya datar kini berubah menjadi tersenyum. "Oh gitu. Kenalin, gue Eros, pacar Jingga," ujarnya sembari mengulurkan tangannya kepada Raka, bermaksud mengajak laki-laki itu berjabat tangan.

Raka membalas jabatan tangan tersebut. "Gue Raka, salam kenal ya," ujarnya sembari tersenyum.








See u😍

Crazy Eros (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang