21. Kerja kelompok

1.6K 96 19
                                        

Pada pagi yang cerah di hari sabtu, seperti yang telah direncanakan sebelumnya, Donghyuck dan teman-temannya sepakat untuk mengadakan kerja kelompok di apartemen milik Donghyuck.

Setelah mendapat izin dari Mark, Donghyuck segera menuju apartemen.

Jam menunjukkan pukul 9.00 pagi, sedangkan waktu yang telah disepakati untuk berkumpul adalah pukul 10.00. Dengan demikian, Donghyuck masih memiliki cukup waktu untuk membersihkan apartemen yang jarang ia tempati itu.

Begitu sampai di apartemen, Donghyuck langsung bergegas mengambil alat-alat kebersihan. Ia menyapu dan mengepel lantai dan memastikan semua barang berada pada tempatnya.

Tidak lupa, ia juga memesan beberapa makanan dan minuman melalui layanan online agar mereka bisa menikmati camilan selama bekerja.

Setelah segala persiapan selesai, Donghyuck merebahkan tubuhnya yang lelah di sofa ruang tamu. Nafasnya masih terengah-engah, namun ada rasa puas di hatinya karena apartemennya kini bersih dan siap menyambut kedatangan teman-temannya.

Sambil menunggu waktu yang terus berdetik mendekati pukul 10.00, Donghyuck memejamkan matanya sejenak, membiarkan pikirannya melayang, dan berharap kerja kelompok kali ini akan berjalan lancar.

Jam 10.00 tepat, terdengar suara bel apartemen berbunyi.

Mina, Karina, dan Jay telah tiba.

Mereka masuk dengan tawa riang dan sapaan hangat, membawa serta buku-buku dan laptop yang diperlukan untuk kerja kelompok.

Setelah sedikit berbasa-basi dan menata barang-barang mereka, mereka mulai mengerjakan tugas.

Dengan penuh semangat, mereka mulai berdiskusi, dan membagi tugas. Di sela-sela keseriusan mereka dalam mengerjakan tugas tersebut, tawa dan canda tak pernah absen didalamnya.

Karena Karina selalu berhasil memancing tawa dengan lelucon-leluconnya itu.

Sesekali, mereka berhenti sejenak untuk menikmati makanan yang telah dipesan Donghyuck, sambil berbagi cerita ringan dan pengalaman lucu mereka masing-masing.

Waktu terasa berlalu begitu cepat. Setelah beberapa jam, tugas mereka selesai dengan hasil yang memuaskan.

Namun, mereka tidak langsung pulang. Mereka duduk melingkar di ruang tamu, melanjutkan obrolan yang semakin seru.

"Eh, kalian sudah dengar belum kalau minggu depan ada pertandingan basket antar sekolah?" tanya Jay, membuka topik yang sudah beredar di sekolah.

"Ah, iya! Donghyuck kan main di tim sekolah kita, kan?" Karina bertanya, matanya berbinar.

"Gimana persiapannya?"

Donghyuck tertawa kecil, sedikit malu.

"Ya, persiapannya sih lancar-lancar aja. Tapi pertandingan kali ini agak berat, Dengar dengar tim lawan punya pemain baru yang katanya jago main."

"Terus katanya dia bisa tembak tiga poin dari jauh loh!" Jay menambahkan.

"Kau tahu dari mana?" tanya Mina.

"Sepupuku, dia sekolah disana."

"Ya, namanya juga lawan, harus siap mental," kata Donghyuck dengan nada percaya diri meski sedikit gugup.

"Tapi kita juga tidak kalah kok, tim kita kan solid."

"Iya si, kalau kita menang, kita harus ngerayain bareng! Kita ajak semua teman sekelas buat nonton, supaya kalian makin semangat."

"Setuju!" Mina seru.

"Nanti kita bikin acara nonton bareng di sekolah setelah pertandingan. Siapa tahu, kalau menang, kita bisa bikin pesta kecil-kecilan."

Percakapan mereka semakin hangat, berbicara tentang persiapan pertandingan basket, strategi yang akan diterapkan Donghyuck, hingga siapa yang paling mungkin menjadi pemain yang mengubah jalannya pertandingan.

Tak terasa, sore pun mulai menyapa, dan mereka berpamitan untuk pulang setelah seharian berkumpul.

"Jangan lupa, nonton pertandingan minggu depan, ya!" seru Donghyuck, sambil melambaikan tangan.

Mereka pun melangkah keluar, meninggalkan apartemen Donghyuck.

Setelah teman-temannya berpamitan dan apartemen mulai sepi, Donghyuck merasa puas dan senang.

Ia merapikan sedikit barang-barang yang tersisa dan memastikan semuanya kembali pada tempatnya sebelum akhirnya mengunci pintu apartemen dan kembali ke rumah.

Sesampainya di rumah, Donghyuck membuka pintu dengan hati-hati. Mark sedang duduk di sofa, membaca buku. Mark menoleh dan tersenyum hangat ketika melihat Donghyuck.

"Hey, how was the study group?" tanya Mark sambil menutup bukunya.

"It went well," jawab Donghyuck sambil berjalan mendekat dan duduk di samping Mark.

"Tugas kami sudah selesai."

"Good to hear," kata Mark sambil merangkul Donghyuck.

"Kau pasti lelah ya?"

Donghyuck mengangguk, lalu merebahkan kepalanya di pundak Mark.

"Iya, tapi tidak apa apa hyung. Karena aku happy seharian ini"

Mereka duduk dalam keheningan sejenak, menikmati kebersamaan mereka saat ini. Mark kemudian mulai membelai rambut Donghyuck dengan lembut, membuat Donghyuck merasa semakin rileks.

"Oh, by the way," kata Donghyuck tiba-tiba.

"Tadi kami sempat ngomongin soal pertandingan basket. Tim sekolah kami bakal lawan tim yang kuat."

Mark mengangguk, tertarik. "Oh ya? Sepertinya lawannya punya pemain  yang jago ya?"

"Betul," jawab Donghyuck. "Katanya dia bisa nembak tiga poin dari jauh banget. Jadi kami harus berusaha lebih keras."

Mark tersenyum, mencoba memberikan semangat. "Aku yakin kau bisa. Kau sudah latihan keras dan tim kalian juga solid."

Donghyuck tersenyum lemah, merasa sedikit lebih percaya diri berkat kata-kata Mark.

"Thanks, hyung. Aku akan berusaha sebaik mungkin nanti."

Mark mengangguk. "Jika ada waktu, aku akan pergi menonton."

Donghyuck tertawa kecil.

"Iya, teman-teman juga udah rencana bikin acara nonton bersama setelah pertandingan."

Mark tersenyum lembut dan mengecup kening Donghyuck cepat.

"Good. Sekarang istirahat saja yu?"

Donghyuck mengangguk, merasa bersyukur memiliki Mark di sisinya.

"Iya, aku juga perlu istirahat nih."

Mereka berdua kemudian beranjak ke kamar, mempersiapkan diri untuk tidur.

Bersambung

Yoo gess, balik nih akuu

Bisa kaliii vote 50 dan komen 15😘
bisalah yaaaaa

Nanti kalo udah tercapai aku lanjut heheeee❤️❤️❤️

Dadahhh👋🏻

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 22, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Sir MarkTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang