"Donghyuck! Di siniii!" Panggil Karina. Gadis cantik itu melambai-lambaikan tangannya kearah donghyuck yang sedang kebingungan.
Donghyuck berlari kecil menghampiri Karina dan teman temannya yang lain.
"Dia sudah tiba?" Tanya Donghyuck penasaran.
Pasalnya tadi saat ia sedang asyik menonton tv di rumah, ia mendapatkan kabar jika sepupu Felix akan tiba disini. Hingga tanpa pikir panjang, donghyuck langsung kesini untuk menyapa gadis tersebut.
Ah, kebetulan donghyuck dan kawan kawan kenal dengan sepupu Felix itu
"Sudah," kata Karina.
Donghyuck mengangguk sekilas.
"Lalu dimana sepupumu itu?" Tanya Donghyuck pada Felix.
"Sedang berada di toilet. Kita tunggu sebentar lagi."
Donghyuck ber'oh' ria. Pemuda itu memutuskan untuk duduk di bangku yang sudah disediakan. Tak butuh waktu lama untuk menunggu, akhirnya gadis yang ditunggunya menampakkan batang hidungnya.
"Hallo semua!" sapa gadis setengah bule itu sambil menunjukan senyum manisnya.
Donghyuck membalas senyuman itu.
"Hallo Alesya! Wow, kau semakin cantik saja Cia," puji donghyuck.
Gadis yang dipanggil cia itu tersenyum malu. "Ah, kau bisa saja Hyuck."
Donghyuck tertawa mendengar itu. "Jadiii, kita main dulu atau pulang?"
"Bagaimana jika kita mampir ke cafe dulu," tawar Karina.
"Kau mau ikut atau kau mau pulang dulu?" tanya Felix pada sepupunya.
"Aku ikut kalian," jawab Cia.
*Cafetaria
"Banyak bangku kosong, kita pilih yang mana?"
"Kita kesana saja," ajak alesya. Tangan gadis itu menunjuk spot kosong. Mereka pun menghampiri meja yang di tunjuk alesya.
"Ingin Pesan apa?" Tanya Felix.
Setelah mengatakan pesanan mereka, Felix segera memesannya.
Lima belas menit berlalu akhirnya pesanan mereka datang juga.
"Ciaa, kau akan melanjutkan sekolahmu dimana?" Tanya Mina.
Alesya yang sedari tadi memainkan sedotan minumannya kini menegakkan tubuhnya. Gadis itu menoleh kearah Mina dengan mata yang berkedut sebelah.
Ini dia tidak salah dengar kan?
Bagaimana ya, Mina ini termasuk gadis yang irit bicara ketika bersamanya begitupun dengan Renjun.
Mereka berdua seperti mendadak jadi pendiam.
Alesya bisa mengatakan ini sebab ia pernah melihat interaksi mereka berdua saat tidak ada dirinya.
"Oh, em di sekolah kalian sepertinya."
"Benarkah?" tanya Karina agak tertarik.
"Um!"
Mereka pun saling berbagi cerita sesekali saling melempar candaan.
Ya, sekalian untuk melepas rindu terlebih bagi Felix yang tidak berhenti menanyakan kegiatan Alesya selama gadis itu berada di Australia. Lagipula siapa yang tak rindu, dua tahun tak bertemu tentunya membuat kedua saudara itu saling merasakan kerinduan.
•••
Pagi ini, Donghyuck tengah bersiap siap untuk sekolah. Sedangkan Mark, pria itu sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Hyuck, sarapannya sudah siap. Ayo makan."
"Iya Hyung."
Donghyuck berlari kecil menghampiri Mark.
"Ayo cepat makan. Kamu mau kita telat?"
Pemuda itu sontak menggelengkan kepala. Mark perlahan menuntun donghyuck agar duduk disebelahnya.
"Oh iya, Hyung baru ingat sesuatu. Nanti sekolah kita akan kedatangan guru baru."
"Hm?" Donghyuck memiringkan kepalanya, untuk apa Mark memberitahukan informasi ini padanya.
"Guru baru? Pria atau wanita, hyung?"
"Perempuan sepertinya."
"Apa hyung tahu namanya?"
"Tentu, Namanya-"
•••
"-Kim Airin. Kalian bisa memanggil saya Airin ssaem. Apa ada yang ingin ditanyakan?"
"Airin ssaem, mau tidak menjadi kekasih saya?" Celetuk salah satu murid dikelas itu.
Airin menatap murid lelaki yang baru saja bertanya padanya dengan tatapan menantang. "Punya apa kamu?"
"Semuanya ssaem."
"Halah, paling milik orang tuamu kan?"
"Hehe tahu saja Airin ssaem."
"Baik jika tidak ada lagi yang bertanya. Saya akan langsung memulai pembelajaran-"
•••
"Hey, ternyata sir Mark tampan sekali ya. Omg, apa aku saat ini merasakan cinta pandangan pertama?"
"UHUK!!"
Donghyuck tersedak kuah mie yang sedang ia makan. Dengan sigap Karina memberikan minuman pada donghyuck.
Alesya mengelus punggung donghyuck. "Pelan pelan saja hyuck."
"Apa kalian tahu sesuatu tentang sir Mark. Seperti istrinya mungkin atau mungkin kekasih?"
"Soal itu kami tidak tahu. Menurut sir Mark itu hal pribadinya jadi kita tidak perlu tahu," jelas donghyuck.
Penjelasan yang diberikan donghyuck jelas saja membuat Karina, Mina, renjun dan Felix saling memandang bingung.
Alesya memupukan tangannya ke meja. Ia menyanggah dagunya sembari menerawang sesuatu.
"Benarkah? Apakah dia setertutup itu?"
"Iya dia memang setertutup itu mengenai hal pribadinya," ucap donghyuck.
"Huh, sayang sekali. Bagaimana menurut kalian jika aku punya niat untuk mendekatinya."
"Uhuk!" Donghyuck tersedak lagi begitu mendengar niat Cia. Bjir, yang benar saja. Tapi sudahlah donghyuck juga penasaran tentang tindakan apa yang akan dilakukan gadis itu selanjutnya.
"Hei Hyuck kau tidak apa apa?"
"Ah tidak, aku tidak apa apa. Kalian lanjutkan saja."
"Menurutku lebih baik jangan mendekatinya Cia karena menurutku walaupun sir Mark terkesan esay going tapi dia seperti mengunci hatinya," ucap Felix berusaha membuat cia agar mengehentikan niat gadis itu untuk mendekati guru mereka.
"Tapi apa kau yakin ingin mendekatinya bukannya apanya tapi kan kau baru sekolah disini sehari."
"Aku yakin, aku pasti bisa meluluhkan hatinya."
"Tapi bagaimana jika sir Mark sudah mempunyai kekasih atau mungkin sudah menikah?" tanya donghyuck penasaran.
"Apalagi selain mundur. Karena sekarang belum diketahui sir Mark singel tidak jadi tidak masalah bukan?"
"Hei kau tidak melupakan bukan jika sir Mark itu galak kan?" Felix kembali berusaha mengingatkan cia.
"Uh berhentilah berbicara soal sir Mark. Aku muak," keluh renjun. Sebab ia masih merasa kesal dengan gurunya itu.
"Haha lihatlah yang barusan dimarahi sir Mark," ejek Karina.
"Diamlah!"
Bersambung
Duh liat tuh ada yang pengin ngedeketin mark.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sir Mark
FanfictionEntah Donghyuck harus menyesali atau malah mensyukuri, saat mengetahui jika dirinya dulu sempat meminta untuk dinikahkan setelah lulus Junior High School. Dan kini sekolahnya kedatangan guru baru, namun siapa yang menyangka jika guru muda tersebut m...
