20. Si paling ga peka

1.1K 80 6
                                        

"Jadi apa yang belum kamu pahami lagi?" Cia menunjukkan materi yang belum ia kuasai kepada Mark yang berada disebelahnya.

Donghyuck meremas kertas yang ada digenggamannya. Cemburu lah pokoknya dia tuh!

Mau ngambek donghyuck rasanya. Ihh gemas banget sama interaksi suaminya dengan sepupu temannya itu.

Ingin sekali donghyuck menyeret Mark pergi dari perpustakaan ini.

Mana dempet banget tuh dua sejoli. Donghyuck yang berada di hadapan mereka memutuskan berdiri. Setelah itu mengambil buku serta tasnya dengan kasar.

"Lho kamu mau kemana? Memangnya kamu sudah paham dengan yang tadi saya ajarkan?" Tanya Mark.

"Sorry Sir. Kepalaku rasanya ingin pecah, aku sudah tidak kuat lagi. Aku pamit duluan, terima kasih!" Donghyuck membungkukan badan beberapa kali sebelum pergi dari tempat yang membuatnya pengap.

Cia mengernyit. "Dia kenapa sih? Aneh banget," gumamnya.

Mark mengalihkan perhatiannya pada satu muridnya disampingnya. Dia harus cepat cepat menyelesaikan sesi belajar ini.

"Yang mana lagi?"

"Yang ini pak," Mark menerangkan dan memberinya sedikit soal lalu dijelaskan trik menjawabnya.

Setelah Mark menyelesaikan sesi mengajari Cia. Pria itu bergegas menuju parkiran.

"Maaf ya. Kamu nunggu lama ya?" Tanya Mark. Namun donghyuck hanya diam, pemuda itu seakan tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Mark.

"Kenapa tidak dijawab hm? Kamu kenapa hyuck?"

"Aku marah yaa!"

"Lah kok? Emang kenapa? Kok sampe marah gini. Karena nunggu kelamaan ya? Ya maaf hyuck. Soalnya dia tidak paham paham sih."

"Cepet pulang!"

Mark mengehela nafas. Apa salahnya coba.

Yang pria itu tau sepertinya donghyuck marah karena menunggu kelamaan.

Iya kan?

Kayaknya sih. Gitu lah pikirannya Mark.

Mark menyalakan mobilnya dan melajukan mobil tersebut keluar dari sekolah menuju rumahnya.

Sesampainya di rumah. Mark berlari menghampiri donghyuck yang sudah berjalan cepat ke dalam rumah.

Mark menarik pergelangan tangan milik donghyuck. "Hyuck tunggu!"

"Apa!" Donghyuck menatap galak Mark. Mark menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Kamu marah karena apa sih?" Mark menarik tubuh donghyuck kedalam pelukkannya. Bisa berabe urusannya jika donghyuck terus ngambek gini. Bisa bisa ia dilaporkan ke bundanya.

Donghyuck melepaskan pelukkan Mark. "Ya hyung sih! Kenapa coba tadi dempet dempet sama dia tadi. Lupa hah kalau aku juga ada disana? Hyung mau modus ya!"

"Ya ampun hyuck. Hyung melakukan itu agar ia cepat paham. Biar kita cepat pulangnya."

"Aku tidak ada niatan untuk modus sama sekali hyuck. Percaya sama Hyung."

"Hyung tidak kah kamu sadar jika dia sedang berusaha mendekatimu? Dia pasti sangat bahagia waktu bisa berdekatan denganmu! Ngaku kamu! Hyung pasti suka juga kan!"  Donghyuck mencebikkan bibirnya kesal.

"Hyuck jangan memikirkan yang bukan bukan deh. Kamu tenang saja, hyung tidak akan selingkuh dari kamu hyuck."

"Lagian hyung hanya melaksanakan tugasku sebagai guru. Kamu tidak perlu  cemburu sampai seperti ini."

"Aku selalu mengingat batasanku. Kamu harus percaya sama Hyung." Mark menggenggam tangan donghyuck dan menciumnya.

"Percaya sama hyung ya sayang?"

"I love you."

Donghyuck membawa dirinya ke pelukan Mark. Ia menenggelamkan wajahnya ke leher suaminya itu.

"Maaf Hyung. Aku sudah berlebihan seperti ini."

Mark mengelus bahu donghyuck memenangkan. "Tidak apa apa."

•••

Mark sejak tadi hanya memperhatikan donghyuck. Bocah itu terlihat melamun di depan tv yang sedang menayangkan drama yang entah apa judulnya. Mark tidak peduli itu.

"Astaga dia kenapa lagi?" gumam Mark.

Pria itu akhirnya memilih menghampiri donghyuck dan duduk disampingnya.

"Kenapa?"

"Hah!" Tubuh donghyuck tersentak terkejut. Refleks tangan donghyuck memegang dadanya sendiri.

"Aishh membuat terkejut saja," keluh donghyuck dengan suara kecil.

Mark terkekeh. "Melamun kan apa hm?"

"Oh..." Donghyuck menerjapkan matanya berkali kali. Kenapa ia melamun? Memang apa yang sedang ia pikirkan. Ah dia sepertinya melupakan sesuatu.

Agaknya kebiasaan lamanya muncul kembali.

Donghyuck tersenyum kaku, "Entahlah. Aku lupa hyung."

Mark menaikkan satu alisnya. Menatap sang istri dengan pandangan keheranan.

"?"

"Ada apa Hyung?"

"Jadi begini, bagaimana jika malam ini kita mencari makanan diluar?"

Donghyuck tampak berfikir sejenak lalu mengangguk setuju.

"Okay, aku akan ganti baju dulu."

***

"Kita sudah sampai. Turun lah," pinta Mark secara lembut.

Lagipun memang benar mereka telah sampai di sebuah kedai. Ya, donghyuck meminta Mark untuk ke kedai ramen saja. Sedangkan Mark, pria itu hanya mengangguk menyetujui permintaan donghyuck. Dan untung saja Mark tahu kedai ramen yang sangat digemari orang orang termasuk dirinya sendiri.

"Ayo masuk."

Mereka berdua pun memasuki kedai ramen dan langsung disambut hangat oleh pelayan pelayan disana.

Mark segera memesan. Tak butuh waktu lama akhirnya pesanan mereka datang juga.

"Selamat makan," ucap pelayan wanita itu dengan sopan.

"Terima kasih."

Setelah menghabiskan seporsi ramen, Mark dan donghyuck memutuskan untuk jalan jalan sebentar mengelilingi kota untuk menyegarkan pikiran.

Bersambung

Aduh nyambung ga sii🥴

Oh iyaa gesss, aku gatau ya besok mau update apa enggaaaa😣😣

Pening kali palaku iniii

Tolong bantu kasih ide/sarannya dong pleasee biar aku bisa lanjutin ceritanya, aku udah ga ada ide lagi nii😞😞

Sir MarkTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang