Entah Donghyuck harus menyesali atau malah mensyukuri, saat mengetahui jika dirinya dulu sempat meminta untuk dinikahkan setelah lulus Junior High School. Dan kini sekolahnya kedatangan guru baru, namun siapa yang menyangka jika guru muda tersebut m...
Nafas donghyuck memburu, menatap sekeliling baru setelahnya menghembuskan nafas leganya. Disini sepi, maksudku di kelas donghyuck masih sepi hanya beberapa anak yang berjalan berlalu lalang didepan kelas.
Yang tadi itu benar benar menakutkan. Tatapan dari mantan kekasihnya itu terlihat menyeramkan, walaupun mantannya itu tak pernah mengusiknya namun tetap saja donghyuck merasakan takut.
Sebab yang donghyuck tahu, mantan kekasihnya itu masih menyimpan perasaan padanya.
Sebenarnya mereka mengakhiri hubungan mereka dengan baik-baik namun entah mengapa setelah mereka putus sosok sang mantan semakin terlihat menyeramkan setiap mantannya itu menatap donghyuck.
"Astaga apa apaan itu! Kenapa wajahnya semakin menyeramkan saja."
Suara ketukan pintu terdengar, donghyuck mengangkat kepala. "Sir?"
Mark tersenyum, kemudian dia masuk ke dalam kelas donghyuck dan meletakkan susu kotak rasa strawberry ke meja donghyuck. "Untukmu, terima lah."
"Ah ya... Thank you sir."
"Kalau beg-" perkataan Mark terpotong saat sahabat donghyuck datang ke kelas.
"DONGHYUCK!"
Karina membuka pintu kelasnya dengan brutal. "OMG my baby! Kenapa kau meninggalkan kita, eoh?" tanya Karina tak menyadari jika ada orang lain dikelas tersebut.
Dengan cemas Karina, Felix, Mina dan Renjun menghampiri Donghyuck. "Apa kau baik baik saja?"
"Y-yaa tentu saja. Aku tidak apa apa."
"Eh, ada sir Mark. Siang Sir," sapa Renjun setelah menyadari jika ada sosok lain dikelas.
"Ada gerangan apa sir Mark kemari?" Tanya Felix penasaran.
"Tidak ada. Saya pergi dulu," ucap Mark. Guru tersebut melangkah keluar kelas donghyuck. Meninggalkan ke-empat orang yang bingung dengan kedatangan Mark ke kelas mereka.
Manik mata keempatnya tak sengaja menatap susu kotak yang berada di meja donghyuck. "Apa itu dari sir Mark?" tanya Karina pada donghyuck.
Anggukan kepala yang diberikan donghyuck sontak membuat mereka terkejut. "Yang benar saja."
"Ada hubungan apa kau dengan sir Mark?"
"Rahasia."
"Aish!"
"Ah donghyuck. Kita kan sudah lama tidak berkunjung ke rumahmu. Bagaimana jika nanti kita main ke rumah mu?" Tanya Renjun yang bertujuan untuk memancing sesuatu.
Dahi donghyuck mengerut mendengar perkataan Renjun. "Tidak bisa! Di rumah yang lain saja jangan dirumahku."
"Tuh kan! Pasti ada apa apa!"
"Jangan mengada-ada Renjun. Sudahlah jangan bahas itu lagi. Jika memang aku sudah siap bercerita pasti aku akan membagikannya kepada kalian. Jadi kumohon bersabarlah."
"Baiklah, jika itu yang membuatmu nyaman."
***
Bel pulang akhirnya berbunyi. Donghyuck mengambil tasnya dan menyampirkan tas sekolahnya di bahu kanan sembari tangannya membuka ponsel yang berbunyi.
Ponsel layar itu terbuka menampilkan deretan notifikasi termasuk notifikasi pesan dari seseorang. Donghyuck pun membuka pesan tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Itu notif pesan dari mantannya. Donghyuck jadi bimbang. Ia tadi sudah diminta untuk cepat datang ke parkiran setelah sepulang sekolah.
Donghyuck harus bagaimana sekarang?
"Ada apa denganmu?"
"Tidak ada Mina. Aku duluan." Donghyuck berlari keluar kelas menuju ke tempat yang diminta sang mantan.
Setidaknya ia harus bergerak cepat agar urusannya cepat selesai. Baru setelahnya ia ke parkiran. Walau dalam lubuk hatinya sudah risau. Benar benar tak karuan, cemas, gugup semua tercampur menjadi satu.
Donghyuck menggigit bibirnya ketika ia melihat sosok lelaki yang memintanya untuk datang kemari.
Dengan langkah ragu, donghyuck berjalan menghampiri Jian, sang mantan kekasih.
"Jian," panggil donghyuck.
Sosok tersebut membalikkan badan. Satu sudut lelaki itu menaik, menyeringai seram.
"K-kenapa kau memintaku kemari?"
"Aku merindukanmu Hyuck," cetus Jian langsung ke intinya. Lelaki itu mendekati donghyuck dan memeluknya erat-erat.
Tubuh donghyuck menegang.
"I miss you so fucking bad!" bisik Jian. Kepala lelaki itu semakin menelusup di ceruk leher donghyuck.
Setelah kesadaran donghyuck kembali, tangannya mencoba untuk mendorong tubuh Jian dari tubuhnya.
Jian menggeram, satu tangannya menahan tangan donghyuck yang sedang berusaha mendorongnya.
"Diam!"
Donghyuck mengerjap panik dan meneguk ludah susah payah. Dengan sekuat tenaga ia mencoba kembali mendorong tubuh Jian.
"Apa yang kau lakukan sialan!" Teriak donghyuck tak terima dengan apa yang sudah dilakukan Jian.
Jian menatap nyalang Donghyuck, lelaki itu sekali lagi mendekati donghyuck dan mengukungnya ke tembok.
Entah kesialan dari mana, donghyuck tak bisa melepaskan diri, bahkanuntuk bergerak pun susah. Sebab dirinya terhimpit tubuh Jian dengan tembok di belakangnya.
Perhatian Jian teralih ke bibir plum milik donghyuck. Perlahan, wajah Jian mendekat ke arah donghyuck. Lelaki itu melumat bibir donghyuck habis habisan.
Donghyuck menggelengkan kepala, mencoba melepaskan tautan tersebut. Tubuhnya kembali memberontak walau sebenarnya tubuhnya sudah bergetar.
"Apa yang sedang kalian lakukan disana?"
Donghyuck menahan nafasnya, ia mengenali suara itu.