Ada salah satu asrama yang sangat terkenal di Jepang, Asrama Haikyuu namanya. Yang konon katanya, hanya berisikan makhluk-makhluk ghaib
Eh
Manusia-manusia gudluking dan berprestasi semua deng maksudnya:'D
Ah, masa iya sih?
Kok keliatannya meraguka...
Sebelum masuk pada inti cerita, izinkan diriku promosi fanfic baruku ya...
Ada yang masih inget fanficku yang ini?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebenernya ini bukan fanfic baru sih, cuma fanfic lama yang ku unpublish terus ku ubah dikit.
Jangan lupa mampir!!! /ini maksa serius
Don't like don't read
Jangan lupa vote dan komennya ygy
Silent readers aku doain jodohnya Popo berbi
Happy reading~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Loh, Hinata lo ngapain disini?" tanya seorang perempuan dengan rambut yang dicat dengan warna kuning (mirip sama yang biasanya ngambang di sungai), ia berjalan menghampiri Hinata.
"Eh, Atsumu. Pake nanya lagi gue ngapain disini, orang ke bioskop ya jelas mau nonton lah. Yakali mau jualan siomay," jawab Hinata sembari memutar kedua bola matanya males.
"Ya siapa tau. Soalnya muka lo ini tampang-tampang orang yang butuh dikasih sumbangan, mana kali lo open donasi disini," sahut Atsumu dengan nada minta ditampol. Ia ngeliat ke arah Kageyama yang berdiri di samping Hinata lagi mainin hp (bukan perasaan), lalu seringai setan mulai terbentuk di wajahnya, "Hayolo... Shoyo lagi ngedate sama Kageyama nih ya ceritanya?"
Cewek bersurai jeruk keprok mendadak jadi gagap kayak aziz gagap, "E-eh en-enggak kok. Gue kesini ga cuma berduaan aja sama dia, tapi tiang listrik juga ikut."
"Oh, trisam nih ceritanya hehehe?"
Hinata mengacak-acak rambutnya frustasi, "Gak gitu juga konsepnyaaaa jabingan!!!"
"Wkwkwkwk" –Atsumwah
Rencana awalnya sih Yamaguchi juga ikut nonton, tapi karena dia ada kelas tambahan olimpiade mapel biologi akhirnya dia ga jadi ikut.
Kageyama mengalihkan pandangannya dari layar ponsel, "Sendirian aja nih, Sum?"
Atsumu nunjuk kearah Sakusa yang beraura suram lagi mojok karena benci banget sama yang namanya keramaian, "Enggak, gue kesini sama bang Omi."