#22 (Ha Yoonbin)

404 37 1
                                        

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Junkyu kira Yoonbin akan mengajaknya ke taman bermain  atau semacamnya, ternyata Yoonbin mengajaknya ke pemakaman.

Yoonbin yang paham dengan ekspresi Junkyu  lalu menggenggam tangan junkyu.

"gue mau ngenalin lo sama papah, selama ini lo cuman tau mama gue kan, hari ini gue mau ketemu papah dan gue gamau sendirian"

Yoonbin tersenyum lalu melangkah maju dengan tangan Junkyu yang dia genggam .

Junkyu yang sedikit terkejut hanya bisa mengikuti kemana Yoonbin membawanya.






di bawa ke alam lain mau ga kyu? |Yeon

mana ada , yang ada juga gue bawa ke surga dunia |Yoonbin

diem kalian, gue lagi deg deg an |Junkyu





tibalah mereka di sebuah makam dengan batu nisan bertuliskan Nama Ha Min-woo ayah dari Yoonbin.

Yoonbin memberi hormat lalu kemudian duduk bersila di depan makam sang ayah, Junkyu mengikutinya dan duduk agak belakang .

"papah, aben dateng. Lama ya aku gak dateng jenguk papah. Sekarang aku udah pake jas putih seperti keinginan papah, papah bangga nggak?"

Keduanya hening , masing masing sedang membayangkan apa yang akan terjadi setelahnya.

"oiya pah, aku kesini nggak sendirian, ada seseorang di samping aku yang sukses memotifasi supaya aku bisa mewujudkan keinginan papah...."

Junkyu nampak gugup karna Yoonbin sedang mengenalkannya pada alm ayah nya.

".... orang yang mungkin kalo ga ada halangan udah jadi calon menantu papah..."

Degg..

Junkyu mendengar penuturan Yoonbin hanya bisa terkejut

"....sosok yang aku sayang dan selalu aku jagain dan akan selalu begitu.."

lagi lagi Yoonbin menggangtungkan ucapannya lalu berbalik menyamping menghadap junkyu yang tengah duduk di sampingnya tapi agak kebelakang , lalu menggenggam  kedua tangan Junkyu

"Kyu, 9 tahun kita sama sama , dan selama itu juga gue hanya sebatas sahabat buat lu. Apa yang gue bilang di depan papah tadi udah yang sejujur jujurnya..."

Junkyu menatap manik hitam legam Yoonbin, mencari kebohongan di sana namun nihil. Junkyu tidak bodoh untuk menebak kearah mana ucapan lelaki didepannya ini akan berlanjut. Pikirannya berputar kemasalalu saat dimana Haruto membuangnya, disitu Yoonbin yang selalu menemaninya ,menjaganya , melindunginya dalam diam .

Junkyu sadar dia sudah berbuat jahat terhadap Yoonbin dengan mengabaikan kode kode yang di berikan selama ini. 'apa gue musti buka lembaran baru?'


"kyu, lu denger ucapan gue?" 

usapan lembut di tangan junkyu menyadarkannya dari aksi melamunnya tadi.

"eh? maaf gue terbawa suasana , maaf tadi bilang apa ?"

Yoonbin yang gemas melihat ekspresi Junkyu lalu mengusak puncak kepala si manis dan kembali menggengam tangan mungil di depannya sembari mengusap lembut punggung tangan Junkyu


"oke gue ulang..  hari ini  di depan papah gue. Kim Junkyu, gue mau lu lihat gue bukan sebagai sahabat tapi sebagai seorang pria biasa. Gue suka sama lo  selama ini. Gue tau nggak mudah buat lo lupain luka lama lu, tapi gue mau jadi sandaran lu saat susah dan senang. Keberadaan gue selama ini jadi bukti kalo gue ga main main dengan niat gue"

"so..?"  Junkyu memberanikan diri bertanya ke intinya

"lo mau nggak kasih kesempatan gue jagain lo bukan sebagai sahabat tetapi sebagai kekasih?" tanya Yoonbin pelan pelan.

Yoonbin cukup tau kondisi Junkyu karna selama ini dia yang menemani junkyu dalam diam . Jadi dia tau bahwa dia tidak boleh memaksakan kehendak jika ingin junkyu memahami maksud dari apa yang Yoonbin lakukan saat ini.

"gue gak maksa kalo lu belum siap , hanya gue mau jujur sama lu . 9 tahun pertemanan kita dan 8 tahun jagain lu dengan perasaan lain yang gue tutupin bukan hal mudah buat gue , dan gue gamau nutupin apa apa lagi dar--"

"gue mau"

Ucapan Yoonbin yang panjang lebar itu terhenti kala Junkyu menentukan pilihannya.

"b-beneran kyu?"

Junkyu mengangguk . Yoonbin lalu memeluk Junkyu erat. Keduanya larut dalam pikiran masing masing

"terima kasih udah kasih gue kesempatan , i love you Kim Junkyu" -Yoonbin

"gue yang seharusnya bilang makasih karna selalu di garda depan saat gue butuh"

Junkyu menyandarkan kepalanya di bahu Yoonbin .Yoonbin pun mengelus puncak kepala Junkyu dengan lembut.












🐨🐨🐨🐨🐨🐨🐨🐨🐨🐨🐨🐨


di sisi lain



PRANGGGG!!



"kenapa bos? Bos nggak apa apa?" tanya salah satu karyawan nya yang melihat Haruto sedang memunguti serpihan piring keramik di lantai

"ah nggak, nggak apa apa kok  ini cuman licin aja tadi lantainya, kalian lanjutin aja biar saya yang urus ini" instruksi Haruto

'kenapa perasaan gue tiba tiba nggak enak ya?' batin haruto

Haruto memunguti serpihan piring itu dan di buangnya dengan pengki ,untung pecahannya besar besar

"Arrghh!!"  Haruto sedikit terkejut saat jari telunjuk tangan kanannya tidak sengaja terkena serpihan kaca tadi

"aduh bos udah biar kami aja"  Seongmin nama salah satu pegawai Haruto mengambil alih membersihkan serpihan kaca tadi .

Haruto mengangguk lalu membiarkan seongmin membersihkan serpihan piringnya. Dia beralih ke ruang darurat dimana kotak P3K di simpan, membersihkan lukanya dengan air lalu di beri alkohol setelah itu dia membubuhi lukanya tadi dengan obat merah.

"ada apa sama gue, kok perasaan gue jadi aneh gini" monolog nya

"mungkin bos perlu istirahat"  salah satu karyawan Haruto yang lain yang bernama Jihan mengambilkan segelas Teh Lemon hangat untuk bos nya yang mungkin kelelahan .

Haruto berfikir sejenak , memang dia selalu terjun langsung membantu karyawannya jadi kemungkinan benar bahwa dia kelelahan sehingga menyebabkan kurang fokus.

"yasudah kalau begitu saya mau pulang dulu, kunci biar Seongmin aja yang bawa ya" seru Haruto pada Jihan lalu bersiap siap pulang.


"baik bos"









__________tbc______________


jangan hujad aku peliizzzz 😭😭😭

Second Change (Harukyu) [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang