#32( meet Jeongwoo's Destini)

399 30 2
                                        

🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺




"permisi, apakah dokter Kim Mingyu ada? saya kesini untuk check-up"

"apa sudah ada janji?" tanya Suster yang bertugas di layanan informasi rumah sakit tersebut

"sudah, pertemuan hari ini juga sudah di jadwalkan sebulan lalu" jawab Jeongwoo.

"atas nama?..."

"Park Jeongwoo"

"baik, tunggu sebentar ya jeongwoo-ssi"

benar, Park Jeongwoo yang datang ke rumah sakit. Kalian ingat kalo dulu jeongwoo kecelakaan dan mengakibatkan tangan nya harus di gip kan? nah hari ini dia melakukan check up terakhir nya yang sudah di jadwalkan 1 bulan lalu guna melihat kondisi tangannya apakah sudah pulih total atau belum .

Parah kah keadaannya?
Bisa di bilang keadaan saat itu sih cukup parah dengan Jeongwoo yang berdarah darah di luar tapi untung nya bagain dalam tubuhnya tidak kenapa kenapa, hanya tangan nya yang tulang nya retak .
Dokter menyarankan untuk di gipsum dan di obati layaknya patah tulang agar proses penyembuhannya lebih cepat , dan sekarang saat nya pemeriksaan terakhir.

"Dokter Kim sedang ada dinas keluar kota tapi anda tetap bisa melakukan check up namun di gantikan oleh  Dokter Kwon . Anda bisa langsung menunggu di ruangan dokter Kwon" kata suster tadi setelah berbicara dengan seseorang melalui telpon lokal rumah sakit.

"baiklah, trima kasih suster"

"sama sama"

Jeongwoo melangkahkan kaki nya menuju ruangan dokter Kwon. Ini bukan pertama kali nya jadi dia sudah hafal di mana letak ruangan tersebut, letak nya di lantai 2 rumah sakit . Ruangannya bersebelahan dengan ruangan dokter Kim .

Jeongwoo hendak menaiki lift namun banyak orang antri di depan lift padahal lift nya sendiri ada 2 . Akhirnya dia memutuskan menuju ke lantai 2 dengan menggunakan tangga , tangga biasa ya bukan tangga darurat.

Untuk ke lantai 2 jika melalui tangga perlu melewati bangsal anak, bisa di bilang sih jadi lebih jauh tapi yasudah lah , toh ini terakhir kali nya dia kemari jadi ya di nikmati saja, itung itung jalan jalan .

Dari kejauhan Jeongwoo melihat seorang anak laki laki menangis sendirian dan bersandar pada tembok dengan tiang infus di sampingnya. Rupanya  anak ini adalah pasien di sini. Jeongwoo yang perhatiannya teralihkan oleh anak itu pun berinisiatif untuk mendekatinya .



"hei Hajun-ah kenapa ku di di sini sendirian , ruangan mu kan jauh dari sini" tanya seseorang dengan jubah putih khas pegawai kesehatan di Rumah sakit tersebut. Jeongwoo kalah cepat rupanya.


"aku tadi jalan jalan kak, bocen di kamal telus, tapi jadina nyacal" kata Hajun sesenggukan namun masih terdengar dari posisi Jeongwoo berada.

"Kakak anter balik ke kamar ya?"

"nda mau, mau jalan jalan"

"tapi kakak ada pasien lain Hajun-ah, nanti kamu sendirian"

"ndamauu boceenn!! huaaaaa" tangis hajun makin menjadi, lebih besar dari saat tidak ada yang menolongnya tadi. sepertinya anak ini benar benar bosan. Kasihan anak sekecil itu harus berada di rumah sakit, apa penyakit nya parah? pikir Jeongwoo .

"main bentar nggak apa apa kali ya" monolog Jeongwoo melihat jam tangan nya. Janjian nya memang jam 11 siang dan ini masih jam 10 , masih ada jeda waktu 1 jam .

Jeongwoo berjongkok di dekat pria manis berjubah putih tadi . "kalau kakak yang temani mau?" tawar nya pada bocah kecil bernama Hajun itu dan menatap pria di sampingnya , memberi kode bahwa ia akan kengambil alih Hajun mulai dari sini.

Second Change (Harukyu) [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang