#3 (remember you)

754 71 5
                                        


Warning for hoom-phobic
This is BxB zone , yang ga kuat silahkan kibarkan bendera putih 😅

••••••••••••••••••••••••

••••••••••••••••••••••••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


••••••••••••••••••


Haruto memasuki kediaman nya. Rumah yang sederhana tapi tetap memiliki nuansa mewah .. sederhana tapi mewah, gimana maksud cobak 🤣🤣🤣 sederhana di luar, mewah  di dalam .

Rumah nya Haru ini tuh sederhana , cuman 2 tingkat doang , tapi bentukannya itu udah kaya villa ,luaaaaaaaaaaaaas banget, mana cat nya serba putih . Pinter bener memang yang bikin rumah nya Haru ini dulu.

"Haru pulang~"  Haruto menutup pintu rumah nya.

"Haru , ayo makan malam dulu"  Teriak mama nya dari balik dapur

"cafe nya rame ya?" Papa nya nanya sambil bantu sang istri menata alat makan di meja makan. Suami idaman banget papa nya Haruto ini .

"lumayan pah, ini tadi langsung Haru tutup aja , kasian karyawan Haru hari ini pasti capek" 

masih inget kan konsep cafe nya Haruto? bakerie iya, coffie shop iya, mini resto juga iya. Jadi kalo sekiranya hari ini dapat pelanggan banyak tuh Haruto suka tutup cafe lebih awal .
Kasian karyawannya katanya kalo bukak sampai malam, kalo nambah karyawan takut belum mampu menggaji yang layak . Dewasa sekali uri Haru .

"yaudah kamu mandi dulu sana , habis itu turun buat makan ya, papa sama mama tunggu" titah sang papah

"iya pah" Haruto langsung naik ke lantai 2 menuju kamar nya.

"mah, hari ini masak apa?"

Haruto menyembulkan(?) kepalanya di pintu dapur , berniat menyapa mamanya lebih dekat sebelum menuju kamar nya.

"mama masak ikan goreng, ada spageti pake saos kesukaan kamu juga"  jawab sang mama

"kok gak nyambung menu nya?"  -Haruto

"ya tadi nya yang ikan goreng buat papamu, spageti nya buat kamu , kan kamu lama nggak makan spageti buatan mama. Siapa waktu itu yang minta di buatin spageti ala mama?" 

"hehehe ,, iya.. aku" Haruto cengengesan mendengar penuturan mamanya .

"yaudah haru ke kamar dulu ya mah"  lanjut nya lalu beranjak menuju kamar untuk membersihkan diri .

Satu sisi yang khalayak dan reader nggak tau kalo Haruto ini tuh di rumah udah kaya anak baik baiiiiiiikkk banget, nggak pernah menyela kalo mamah papah nya ngomong, rajin bantuin mama nya .

Anak tunggal rasa anak paling gede. Tapi ya gitu, Haruto melampiaskannya di luar rumah. Dulu tapi.

Semasa SMA nya dia lalui dengan tawuran sana sini , jadi brandalan yang hobinya nongkrong bareng kakel nakal . Untung nilai nya bagus bagus. Definisi brengsek yang ketutup pinter.

Dulu. Sejak kehadiran seseorang di hidupnya saat itu dia berenti dari aktifitas buruknya atas permintaan orang itu. Orang yang sukses mengubah seorang Watanabe Haruto .

Haruto memasuki kamar nya. Dia menghela nafas ketika menutup pintu kamar nya dan menyimpan tas berisi berkas cafe dan berkas kuliah nya.

Kalau menghela nafas itu bisa bikin orang meninggal mungkin nama Haruto udah nempel di batu nisan sejak 4 tahun lalu mendahului almarhum sang kakek saking sering nya dia menghela nafas .

Dia mendudukan dirinya di pinggiran kasur. Dibukanya laci nakas di samping kasurnya .
Diambilnya sebuah album mini berisikan  foto-foto lawas nya. Foto masa masa SMA . Masa yang andaikan bisa ingin dia putar kembali waktu agar dapat kembali ke masa itu. Masa masa dimana dia merasa menemukan arti hidup nya sebagai seorang manusia .

selama ini apa emang  to? -Yeon |
malaikat, puas lo!? -Haruto |


"kamu lagi apa ? aku kangen.."  kata nya pada sebuah foto yang menampilkan sosok manis dengan kaos putih dan tersenyum pada kamera yang sedang mengabadikan sosok yang menurut Haruto ini indah .

"... kenapa hukuman yang harus aku lalui lama banget ?..."

Haruto membalik halaman album foto itu. masih menampilkan sosok yang sama di dalam nya .

"...seenggak nya kasih aku kesempatan buat nebus semuanya, gapapa aku sakit asal aku bisa ngeliat sosok kamu , jangan hilang kaya gini...."

setetes air berhasil lolos dari manik legam milik nya . Pikirannya kacau tidak karuan

"... please comeback to me , i cant breath without you hiks... hiks.."

Barang barang di kamar ini menjadi saksi bisu betapa rapuhnya seorang Watanabe Haruto. Sisi lain yang tidak banyak orang tau .



-flashback-

"Haru cobain deh" Si manis menyuapkan sepotong sponge cake ke pria jangkung di samping nya

"aku gak suka kue, aku suka nya kamu"

"halah!!! kamu coba dulu, ini enak kok"

si jangkung dengan terpaksa makan kue tersebut demi menyengangkan hati sang kekasih . Enak sih hanya dia kurang suka makanan manis . Cukup orang di samping nya ini aja yang manis , yang lain ga usah manis manis , diabetes ntar.

"... lumayan" jawab si jangkung ketika si manis memperhatikan nya dengan seksama . Yang di liatin tentu aja deg deg an .

"aku bilang juga apa , lagian Haru bisa bikin kue tapi nggak suka kue, gimana sih"

"ga suka manis, cukup kamu aja yang manis selebih nya aku gak mau konsumsi yang manis manis , takut diabetes"

si manis di samping nya kembali memakan sponge cake nya dengan wajah memerah akibat gombalan sang kekasih .

-flashback off-



To be continued~~~~

Second Change (Harukyu) [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang