2. Pengen genjreng kepala bang aska

114 18 9
                                        

HAPPY READING

---------------

Entah dari jam berapa sosok askara sudah duduk dengan sisa bekas kripik bertumpuk-tumpuk dan segelas kopi di atas meja, lengkap dengan gitar coklat penuh stiker hasil dapat dari ciki 500 perak yang sering dibeli hugo yang kini ada di pangkuannya.

"Assalamu'alaikum! Buset, masih sore udah ngopi aja ngab?" Hugo mengerem larinya saat hendak masuk kedalam rumah.

Mendapat acuh dari abangnya, Hugo mengernyit, "napa lu bang?"

"Kalau kayak gini biasanya postur-postur orang galau nih." remaja yang baru saja datang dari bermain layangan di jalan sebelah itu ikut mendudukkan diri di samping abangnya,"kenapa bang? Mbak senja?"

"Berisik."

"Dih, sensi amat. Tanya doaaangg."

"Darimana lu?" askara mengamati penampilan adiknya yang udah mirip bocil bau matahari. "Tanding sambitan."

"Siapa?"

"Apanya?"

"Layangan siapa lagi yang lo tilep go?"

Hugo mencengir, "ada, beli gue mah. Hehe, ya sesekali bantuin para bocah sih, lumayan asal ikut main."

Askara mendengus,"haha hehe haha hehe."

Hugo mengendik, abangnya ini, kalau sudah galau, sensi sekali seperti dapat tamu bulanan. "Mandi lu dek, bau asem banget lu kaya kambing."

"Kambing kambing gigi lu, yaiyalah bau asem, orang abis main di matahari ya asem lah! Keringetan." Hugo melotot.

"Keren main di matahari, gosong kagak?"

Hugo ingin mengguyur muka abangnya dengan kopi di depannya, "adem! Ada resort sama pemandian juga."

"Dih, emosi."

Hugo mendelik kesal, ia bangkit berdiri. "Mending lu masuk deh bang, mau maghrib, ngeri galau-galau mepet maghrib malah kerasukan jin iprit." Hugo bergidik.

"Mending lo mandi deh bau pesing, berisik."

"Mending gue pesing, lah lu bau-bau sadboy padahal jomblo, ahayy --ADUH AYAH ADEK DI LEMPAR SENDAL SAMA ABANG ASKAA!" Hugo berlari terbirit-birit memasuki rumahnya. Menghindari sambitan sendal dari askara. "Bocah gendeng." gumam askara.

"HUGO INI BARU GUE SELESAI PEL! KAKI LO KOTORRR!"

"SORRY MAS TARAA!!"

Di dalam rumahnya tengah berisik, seperti biasa. Tapi galau nya seorang askara, sudah seperti ditinggal menikah. Tak ada yang tau apa yang telah terjadi dengan lelaki ini, yang jelas, semenjak chatnya gak dibales sama sosok pujaan hatinya, askara jadi uring-uringan sendiri. Padahal baru abis dhuhur yang lalu. Emang alay anaknya.

Senja Anggun Putri, namanya.

Sudah dikatakan kan, kesukaan askara ada 3,yaitu : Kopi, senja dan kripik singkong mbak sukma. Bukan senja sore, bukan senja di langit, tapi senja Anggun putri yang sudah berhasil mengambil hatinya sejak 2 tahun yang lalu. Entah kesambet jin mana lagi askara ini, bagaimana bisa jatuh hati dengan sosok Senja yang kalau kata adik-adiknya, 'bertolak belakang dengan sifat askara, saking bertolak nya, bisa ikut nominasi tolak peluru.'

𝐏𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐛𝐚𝐡 Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang