HAPPY READING
---------------
"Pa, kata kakak habis ini udah mau pulang. Nitip makan seadanya aja katanya."
Tara berbalik ke sofa panjang di tengah ruangan,memberitahu sang ayah yang menyuruhnya untuk menelfon si adik untuk mereka bawakan apa nanti saat pulang untuk makan malam,"emang kakak dimana, mas?"
"Futsal,di komplek pak haji." Ayah hanya mengangguk.
"Ck, ah!"
Tara dan kris menoleh pada sosok aska yang tengah bergulir-gulir selonjoran di sofa panjang, "napa lu?" tanya tara.
"Ayo pulaaaaanggg! Ih, ini si abah kenapa jadi lama ginii. Bohong pisan katanya bentarr!" Askara menggoyang-goyangkan badannya kepalang bosan, kemeja putihnya sudah kusut karena terlalu banyak dibuat gerak di atas sofa.
"Bentar doang bang, aelah."
Askara merengut dengan alis menukik,"bah, kita udah dari pagi loh. Aska capekk, mau bobokk." askara merajuk dengan wajah memelas.
Tara bergidik,"ngeri gua."
Kris hanya tertawa,"nanggung ini, bentar. kurang dikit."
"Hih, dikit-dikit mulu dari ashar sampe mau maghrib!"
Askara capek, hari minggu yang harusnya ia gunakan untuk rebahan 24/7 malah dibuat pergi untuk dateng expo, awalnya nggak mau, karena diiming-imingi banyak jajanan akhirnya yaudah di mau. Eh, expo nya selesai jam 11,tapi dia harus nemenin abahnya di kantor sampe mau maghrib. Pengen marah, pengen pulang, tapi dia tadi nebeng ayahnya. Mau naik angkutan umum, tapi hemat uang, askara kan pelit, uang jajan nya always hanya untuk ngapelin mbak sukma dan si motor kesayangannya.
"Sambat mulu hidup lu,pantes si senja nggak ada mau-maunya Sama lu."
Askara terduduk, "apaan bawa-bawa senja?"
Tara mengendik,"ya lo logikain aja, senja yang anaknya disiplin bapaknya jenderal TNI kayak gitu, emang mau sama lu yang kerjaannya cuma duduk gini tapi nyambat doang. Gak lolos seleksi lu, ah!" Kris tertawa geli melihat muka cengo putra sulungnya.
"Emang iya?"
Si sulung malah balik tanya, sedetik kemudian ia tersadar sesuatu."walahh, ya juga ya njing." gumamnya.
Kris dan tara tertawa, "terus gue harus apa dong?" tanya askara. Tara mengendik,"au."
"Hih, lo tuh! Bikin gue tambah kepikiran aja, belom luluhin anaknya, malah keinget bapaknya lagi nih gue. Soak lu!"
Tara tertawa, "ya lagian, pengang daritadi denger lu nyambat mulu. Kerjaan cuma goleran aja, noh,keripik ayah setoples udah lo abisin."
Kris tiba-tiba bangkit berdiri,"Udah udah, si kembar malah berantem. Ayok, ayah udah selesai, kita pulang aja kasihan adek-adeknya udah nunggu dirumah."
--------------------
"THA! BREAK THA!"
Teman sepermainan artha berteriak setelah mengoper bola hingga masuk gawang. Artha mengangguk, melirik jam di pergelangan tangannya. Udah mau jam 6. "Minum, tha?"
"Thanks, udah ada."
Artha duduk berselonjor di pinggir lapang, mengusap peluh yang bercucuran di sekujur wajah tampannya. "Abang-abang lo lagi pada keluar ya tha? Tadi gue ketemu pas mau berangkat sini." Artha hanya mengangguk sebagai jawaban.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐏𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐛𝐚𝐡
Novela JuvenilTentang lika liku kehidupan ayah duda dan ke-empat kurcaci laki-lakinya.
