28. Liburan

330 25 7
                                        

Sekedar mengingatkan nih, karakter bisa bertambah/berkurang seiring berjalannya cerita yaaa ;)

Sepasang obsidian gelap itu tak henti-hentinya menatap objek bergerak di depannya. Membuat sang empu dibuat tidak nyaman ditatap sedemikian.

"Apa sih?!" Sang gadis mengutarakan kekesalannya yang sudah memuncak di ubun-ubun.

Pasalnya Garda menatapnya seperti itu sejak setengah jam yang lalu. Secara terang-terangan pula. Padahal Oma juga ada di sana.

Setidaknya laki-laki itu harusnya berpura-pura saja.

Eh, iya kan?

"Oma kayaknya aku pulang aja deh." Aerin merengut sebal. Melepas apron hitam yang melilit tubuhnya.

Oma yang sibuk mencampur adonan dengan mixer di tangannya spontan menghentikan aktivitasnya. Menatap gadis belia itu lamat-lamat.

"Loh kenapa?"

Aerin menunjuk ke arah Garda yang duduk di pantry dengan pandangan horor. "Dia tuh Oma, nyebelin!"

Garda menghela napasnya, menyandarkan punggungnya pada kursi pantry dengan nyaman.

"Oma serius sama omongan Oma yang tadi?" Laki-laki berkaos putih itu bertanya.

Oma mengernyit. "Yang mana?"

Sedangkan yang ditanya terdiam. Menggaruk kepalanya yang diyakini sebenarnya tidak gatal. Berusaha menetralkan rasa gugup yang tiba-tiba menyergap.

"Yang tentang ... ni-nikah."

"NGAPA PAKE DIBAHAS LAGI SIH, GARDAAA!!"

"YA KAN MASTIIN MAEMUNAH!"

"EMANG LO MAU NIKAH SAMA GUE?!"

"BISA JADI."

"TAPI GUE OGAH."

"KOK NGEGAS!!"

"EMANG SITU NGGAK?!"

Oma serta beberapa asisten rumah tangga yang kala itu berada di dapur memecahkan tawa mereka.

Merasa lucu dengan perdebatan dua remaja yang dekat namun masih seperti musuh bebuyutan itu.

Yang satu tsundere, dan yang satunya lagi blak-blakan.

Ditambah lagi dengan gadis yang sudah menanggalkan apronnya, mencak-mencak tidak terima. Wajahnya memerah bak terbakar.

Mungkin jika dalam komik, Aerin digambarkan dengan asap mengepul di atas kepalanya.

Suasana dapur yang semula hening kini seperti pasar minggu hanya karena dua remaja itu.

"Bercanda, tadi Oma pikir kamu macem-macem. Mangkannya kalo narik jangan kenceng-kenceng. Masih untung jatuhnya nggak di lantai. Kalo sampe beneran, Oma penggal kepalamu, terus Oma jadiin pajangan di ruang tamu," kelakar Oma.

Wanita tua itu menyelesaikan aktivitasnya setelah memasukkan adonan brownies yang baru dibuatnya ke dalam oven.

Garda mengerjap. Ancaman Omanya cukup mengerikan meski laki-laki itu yakin kalau Omanya hanya bercanda.

Setelah kepergok dengan posisi yang ambigu, Oma sempat dibuat salah paham dan hendak menikahkan mereka.

Iya. ME-NI-KAH. Dalam artian sesungguhnya.

Tapi untungnya Aerin berhasil meluruskan kesalahpahaman tersebut sebelum kesalahpahaman itu semakin runyam.

Mengerikan kalau dia benar-benar menikah dengan Garda. Bukankah sama saja dengan menciptakan perang dunia ketiga?

GARDA: EvanescentCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang